Connect With Us

Dinas Pendidikan Tangsel Sejahterakan Siswa Miskin

| Rabu, 6 Maret 2013 | 18:45

| Dibaca : 662

Dinas Pendidikan Kota Tangsel. (tangerangnews / dens)

TANGERANG-Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Pendidikan menggelontorkan bea siswa untuk siswa/wi miskin (BSM) pada tahun 2013 ini.  Upaya itu dilakukan untuk mensejahterakan siswa/wi yang miskin.

 Hal itu dilakukan sebagai upaya agar Dinas Pendidikan tidak hanya membangun secara fisik, tetapi juga membantu kesejahteraan siswa/siswi-nya.

Ada pun jumlah siswa yang dibantu masing-masing untuk SD Negeri/MI Negeri sebanyak 3.000 orang. Sedangkan untuk SMP/MTSN sebanyak 3.013 orang.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangsel Mathodah mengatakan, sesungguhnya upaya pemerintah daerah dalam membantu setiap anak didik dengan menggelontorkan anggaran sudah dilakukan secara maksimal. Tahun 2013 ini bahkan pihaknya telah menaikan anggaran untuk membantu siswa/wi yang tergolong miskin dari sekitar Rp5 miliar menjadi Rp7 miliar.

“Jumlah penerimanya ditambah, karena program bantuan kesejahteraan seperti ini berhasil. Ini naik bukan berarti jumlah warga miskin di Kota Tangsel naik ya, tetapi karena kami ingin mensejahterakan,” ujar Mathodah, Rabu (6/3).
 
Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan Kota Tangsel Kuswanda mengatakan, maksud dari tujuan program BSM itu berguna untuk membantuu keperluan siswa yang secara ekonomi kurang.

“Jadi para siswa/siswi yang mendapat bantuan BSM ini bisa mempergunakannya untuk keperluan pembelajaran, seperti beli buku diluar buku sekolah, baju dan keperluan yang berkaitan dengan pendidikan lainnya, yang jelas untuk keperluan dirinya belajar,” terangnya.

Tahun 2013 ini, Dinas Pendidikan fokus dalam meningkatkan mutu pembelajaran, karenanya Dinas Pendidikan sudah tidak lagi berkaitan dengan pembangunan fisik sekolah. Pasalnya, Dinas Pendidikan telah menyerahkan pembangunan fisik kepada Dinas Tata Kota.

“Ya kita concern pada mutu pembelajaran, baik mutu siswa, guru maupun kesejahteraan siswa serta kesejahteraan pendidik maupun tenaga pendidik,” jelasnya. BSM menurut Kuswanda berbeda dengan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Pusat dan BOSDA. “Itu diluar BOS pusat dan BOS daerah,” tutupnya. (ADV)

KOTA TANGERANG
Kekeringan Membuat Rumah Warga di Tangerang Longsor

Kekeringan Membuat Rumah Warga di Tangerang Longsor

Jumat, 31 Juli 2015 | 17:57

TANGERANG-Turunnya debit air sungai cisadane karena musim kemarau sejak dua bulan terakhir menyebabkan longor di bantaran sungai. Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) langsung melakukan penanganan dengan memasang bronjong.

TOKOH
Sikapi LGBT, Jazuli Juwaini Ajak Kembali pada Pancasila dan UUD 1945

Sikapi LGBT, Jazuli Juwaini Ajak Kembali pada Pancasila dan UUD 1945

Selasa, 14 Juli 2015 | 12:52

"Pancasila dan UUD 1945 harus termanifestasi dalam kehidupan sehari-hari mengingat ekses globalisasi khususnya dalam budaya dirasakan menggerus nilai dan identitas kita sebagai bangsa," ungkap Anggota DPR asal Banten ini.

BISNIS
Matahari luncurkan  supermarket berkelas orang asing di Tangerang

Matahari luncurkan supermarket berkelas orang asing di Tangerang

Jumat, 26 Juni 2015 | 19:31

TANGERANG-PT Matahari Putra Prima Tbk meluncurkan supermarket berkelas atau lebih tepatnya mengarah kepada orang asing. Supermarket dengan segmen khusus bernama 'Foodmart Primo' yang dibuka mulai hari itu bertempat di Maxxbox Lippo Village, Karawaci, Ta

TEKNO
Robot Jepang Ini Akhirnya Menikah

Robot Jepang Ini Akhirnya Menikah

Jumat, 10 Juli 2015 | 12:30

Jika beberapa minggu lalu di Amerika Serikat dihebohkan dengan pemberitaan soal dilegalkannya pernikahan sesama jenis, lain lagi di Jepang, yang untuk pertama kalinya di dunia “menikahkan” sepasang robot.

"Ilmu yang tidak disertakan dengan amal itu namanya gila dan amal yang tidak disertai ilmu itu akan sia-sia."

Imam Al-Ghazali