Connect With Us

SMAN 2 Luncurkan Bank Sampah Sekolah

Denny Bagus Irawan | Rabu, 13 Maret 2013 | 19:57

| Dibaca : 1094

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangsel, Mathodah. (tangerangnews / dira)

 


TANGERANG-Bagi SMAN 2 Kota Tangsel sampah bukan barang yang harus dijauhi. Tetapi sebaliknya, sampah adalah teman yang bisa menghasilkan uang. Hal ini menyusul dibukanya program bank sampah dan bank sekolah di salah satu SMA terfavorit di Kota Tangsel tersebut.
 
Kepala SMAN 2 Kota Tangsel Neng Nuhrhemah memaparkan, bank sampah dan bank sekolah merupakan bagian dari program membangun karakter entrepreneur dan peduli lingkungan.
 
“Prosedurnya, siswa diminta untuk membawa sampah ke sekolah. Khususnya sampah non organik,” kata Neng, usai melaunching program bank sampah dan bank sekolah, Rabu (13/3).
 
Program membawa sampah ke sekolah, merupakan bagian dari cara membangun karakter siswa yang peduli dengan lingkungan. Harapannya, siswa akan membawa sampah dari lingkungan masing-masing. “Kemudian, program entrepreneurnya adalah membuat bank sekolah. Karena, sampah yang mereka bawa akan dibeli oleh sekolah,” katanya.
 
Kemudian, uang hasil menjual sampah itu, lanjut Neng, akan disimpan di bank sekolah. Siswa, memiliki catatan tabungan sendiri di bank sekolah. Uang hasil menjual sampah itu boleh diambil, atau ditabung.
 
“Bisa diambil seminggu sekali, sebulan, atau setahun. Atau juga akan ditukar dengan barang kebutuhan sekolah sesuai uang yang mereka miliki di bank sekolah,” jelasnya.
 

 
Dari program itu, kata Neng, diharapakan siswa akan peduli denga lingkungan. Selain itu, juga akan menjadikan siswa menjadi seorang entrepreneur. Karena mereka akan menyadari bahwa untuk mendapatkan uang Rp5 ribu saja, misalnya, harus mengais sampah terlebih dulu.
 
“Ini proses pembelajaran bahwa, untuk mendapatkan uang itu tidak mudah. Harapannya, dari program ini mampu membangun watak mereka. Watak yang tidak hanya peduli dengan lingkungan, tapi juga mampu mencari cara kreatif untuk menghasilkan sesuatu yang bernilai positif,” papar Neng.
 
Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangsel Mathodah yang melauncing bank sampah dan bank sekolah itu mengaku memberi apresiasi terhadap sekolah itu. Program tersebut, kata Mathodah, salah satu hal positif yang pertama kali digalakkan di sekolah. “Ini yang pertama kita lakukan. Setelah diresmikan, nanti juga ada di sekolah lain melakukan hal sama. Ini harapan kita,” katanya.
 
Mathodah juga akan meminta sekolah-sekolah negeri lain mulai dari SMP, SMA, hingga SMK membuka program itu. Yaitu, punya bank sampah dan bank sekolah. Harapannya, kata Mathodah, pembiasaan dari sekolah bisa menular ke masyarakat. “Minimal setelah mereka dewasa menjadi tahu dan mengerti bagaimana mengolah sampah yang baik,” tuturnya.
 
       Sebab, katanya, dalam program ini semua akan dikelola oleh siswa. Mulai dari pengolahan komposnya hingga nanti penerimaan sampah yang berasal dari masing-masing siswa.
 
 “Ke depannya, bisa saja bank sampah ini tidak hanya menerima sampah dari siswa. Tapi juga menerima dari warga. Namun untuk sekarang, orientasinya ke siswa dulu,” terang Mathodah.
 
KOTA TANGERANG
182 Tim Berkompetisi di Perlombaan Festival Al-A'zhom ke-6

182 Tim Berkompetisi di Perlombaan Festival Al-A'zhom ke-6

Minggu, 24 September 2017 | 01:00

182 Tim Berkompetisi di Perlombaan Festival Al-A'zhom ke-6

TANGSEL
Polisi Tangsel Sebut Temukan Berbagai Jenis Obat di Tempat Kost Echi

Polisi Tangsel Sebut Temukan Berbagai Jenis Obat di Tempat Kost Echi

Sabtu, 23 September 2017 | 16:00

Polisi Tangsel Sebut Temukan Berbagai Jenis Obat di Tempat Kost Echi

BISNIS
Pameran Dagang Terbesar Internasional Siap Digelar di ICE BSD City

Pameran Dagang Terbesar Internasional Siap Digelar di ICE BSD City

Selasa, 19 September 2017 | 18:00

Pameran Dagang Terbesar Internasional Siap Digelar di ICE BSD City

"Tidak adanya tindakan melahirkan keyakinan dan keberanian. Jika Anda ingin menaklukan ketakutan, jangan duduk di rumah dan memikirkannya saja. Pergilah keluar dan sibukkan diri Anda."

Dale Carnegie