Connect With Us

Pasar Masih Dikelola Kabupaten, Tangsel Pasang Satpol PP Biar dapat Adipura

Denny Bagus Irawan | Rabu, 20 Maret 2013 | 05:16

Lokasi tempat pembuangan sampah di Pasar Ciputat ditutup. (tangerangnews / dira)

 
TANGERANG-Demi menjaga asa agar mendapat penilaian bagus dari tim juri Piala Adipura, Pemkot Tangsel terpaksa menjaga sejumlah pasar tradisional yang masih dikelola oleh Pemkab Tangerang. Itu dilakukan agar pasar tak terlihat jorok dan para pedagang yang berdagang ke bahu jalan bisa langsung ditertibkan.
 
Salah satu pasar yang dijaga tampak adalah Pasar Serpong. Pantauan di lokasi, penertiban dilakukan oleh sekitar 20-an anggota Satpol PP. Mereka, menghalau puluhan pedagang yang menjajagan barang dagangannya di bahu jalan.
 
Tidak ada perlawan dari pedagang. Sejumlah pedagang memilih menutup lapaknya. Tapi sebagai pedagang masih nekat berjualan. Kendati, tidak berjualan di bahu jalan. “Penertiban ini kita lakukan dalam rangka menyambut penilaian Adipura,” kata Pranajaya, Kepala Seksi Penertiban Sarana Usaha Satpol PP Kota Tangsel, Selasa (19/3).
           
Pranajaya melanjutkan, penertiban akan dilakukan lebih kurang selama sebulan. Dalam hal ini, selama satu bulan itu pihaknya akan berada di pasar itu untuk menjaga agar para pedagang tidak kembali berjualan di jalanan. “Semua pasar kita tertibkan juga. Di Jombang, ada regu lain yang menertibkan,” ujarnya.
 
            Sementara itu, Nuraini (42) salah satu pedagang buah yang menjajakan dagangannya di bahu jalan mengaku berjualan di tempat itu karena tidak ada tempat di dalam.
 
Menurutnya, berjualan di bahu jalan sangat tidak nyaman. Karena kadang, buah yang ia jual terkena cipratan air dari kendaraan yang melintas. “Tapi, kalau saya tidak jualan tidak ada pekerjaan. Sekarang saja berjualan uangnya dapat dari bank keliling,” tutur Nuraini.
 
            Jika ada pihak yang akan merelokasi, kata Nuraini, dirinya tidak akan keberatan. Bahkan, katanya, ia menjamin semua pedagang di tempat itu siap jika akan dipindahkan ke tempat yang lebih nyaman. “Di sini saja kita bayar sampah. Kalau ada tempat asal hanya bayar sampah saya sangat senang,” katanya.
 
            Sementara itu, Camat Serpong Durahman mengaku, pasar ini tak mudah diteribkan. Menurutnya, para pedagang kucing-kucingan dengan petugas. “Memang harus dijaga. Kalau ada petugas para pedagang tidak berani jualan di pinggir jalan,” ujarnya, kemarin.
 
            Maka dari itu, Durahman mengaku sangat terbantu dengan turunnya Satpol PP di pasar itu. Sebab katanya, selama ini, penertiban yang dilakukan pihak kecamatan tidak pernah berhasil maksimal.
 
 Walau, saat penertiban itu diberikan pengarahan kepada para pedagang untuk tidak berjualan di bahu jalan. Karena, tidak saja mengganggu pemandangan. Tetapi juga dapat membuat lalu lintas tersendat. “Waktu saya turun dengan trantib, mereka mengerti. Tapi, kalau petugas sudah pergi, para pedagang turun lagi ke jalan,” katanya.
 
            Pada bagian lain, Kepala BLHD Kota Tangsel Rahmat Salam mengatakan, Tangsel menginginkan piala Adipura. Namun, salah satu yang masih mengganjal peraihan itu adalah kondisi pasar yang masih kumuh. “Termasuk sampahnya. Kita berharap, semua pihak bisa bekerja sama untuk merapikan pasar,” terangnya.(KWN)

 

BISNIS
Ide Bisnis Makanan di Kawasan Perkotaan dan Cara Menyiapkan Operasionalnya

Ide Bisnis Makanan di Kawasan Perkotaan dan Cara Menyiapkan Operasionalnya

Kamis, 1 Oktober 2026 | 20:07

Kawasan perkotaan memiliki permintaan kuliner yang tinggi karena mobilitas dan gaya hidup penghuninya yang sibuk. Misalnya, area padat seperti Tangerang membuka peluang bagi beragam konsep makanan.

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

NASIONAL
Dapat Subsidi Rp3 Juta, Pelunasan Haji Reguler 2027 Cuma Rp23,2 Juta

Dapat Subsidi Rp3 Juta, Pelunasan Haji Reguler 2027 Cuma Rp23,2 Juta

Rabu, 7 Oktober 2026 | 21:41

Komisi VIII DPR RI bersama Pemerintah resmi menyepakati Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Tahun 1448 H/2027 M.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill