Connect With Us

Biaya Nikah Rp 30 Ribu di KUA

| Rabu, 3 April 2013 | 23:38

| Dibaca : 4620

Tukar cincin (tangerangnews / merdeka)

 
TANGSEL-Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tangsel menjamin tidak akan memberatkan biaya nikah bagi warga. Karena, biaya pernikahan khususnya yang masuk ke negara sudah diatur secara jelas.
 
            Menurut Kepala Seksi (Kasi) Pembinaan Masyarakat (Binamas) Islam Kantor Kemenag Kota Tangsel Nasharuddin mengatakan, isu mahalnya biaya pernikahan bukan berasal dari Kemenag. Dalam hal ini, tarif biaya yang ditetapkan Kantor Urusan Agama (KUA).
 
 “Biaya nikah yang diisyaratkan dalam undang-undang itu cuma Rp30 ribu. Tidak ada yang boleh meminta lebih besar dari itu,” kata Nasharuddin, Rabu (3/4).
 
            Ia menyampaikan, KUA juga tidak pernah memberikan tarif biaya nikah untuk hal lain. Seperti, biaya administrasi, biaya rokok, uang makan dan yang lainnya. Karena, jenis-jenis pembiayaan itu tidak dibenarkan Undang-undang. “Uang administrasi, uang rokok, uang makan itu tidak ada dalam aturan. Kalau yang tidak ada, jangan diada-adakan,” katanya.
 
            Sebab, lanjut Nasharuddin, uang sebesar Rp30 ribu itu akan masuk ke kas negara, melalui pos Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP). Kemudian, uang tersebut dikembalikan negara ke daerah melalui bentuk barang sesuai usulan pengadaan barang. Seperti, alat tulis kantor, serta perangkat lain yang dibutuhkan.
 
            “Termasuk buku catatan pernikahan itu dari negara. Tidak ada biaya untuk mencetak buku nikah karena yang mencetak negara,” terangnya.
 
            Sementara mengenai pengeluaran untuk transport penghulu yang dikeluarkan warga yang melangsungkan pernikahan, tak diatur dalam undang-undang. Nasharuddin menegaskan, apakah Kemenag harus atau melarang orang untuk mendapatkan dan memberi uang transport kepada penghulu.
 
            “Itu bukan kewajiban. Tidak ada patokan transport dan tidak boleh. Kalau diberi syukur, tidak diberi juga tidak masalah. Untuk warga yang memberikan, kalau ikhlas bisa menjadi amal kalau tidak cuma jadi pemberian sia-sia,” jelasnya.
 
            Dengan demikian maka, isu tentang mahalnya biaya pernikahan yang disebabkan penghulu atau KUA itu tidak selamanya benar. Sebab, tidak ada kewajiban biaya lebih besar dari Rp30 ribu untuk KUA. Tapi, kata Nasharuddin, berbeda ketika biaya pernikahan itu digabung dengan biaya pesta penikahan. Karena, biaya pesta dengan pencatatan pernikahan itu dua hal yang tidak bisa disamakan.
 
            Misalnya, kata Nasharuddin, biaya untuk menyewa gedung, biaya catering, biaya rias dan biaya-biaya lainnya itu tidak berkaitan dengan KUA. “Sehingga, harus dibedakan mana biaya yang besar. Biaya menikah atau pesta pernikahan. Tinggal dilihat saja rinciannya, untuk daftar ke KUA berapa untuk sewa gedung berapa, misalnya,” terangnya. (KWN)
 
WISATA
Dixie, Cafe Berkonsep Olahraga Pertama di Tangerang

Dixie, Cafe Berkonsep Olahraga Pertama di Tangerang

Senin, 25 September 2017 | 19:00

TANGERANGNEWS.com-Banyak cafe di Tangerang yang bisa dikunjungi dengan aneka menu dan suasana yang disajikannya. Akan tetapi Dixie Cafe menjadi tempat kuliner berbeda sendiri, karena cafe berkonsep olahraga ini baru pertama kali ada di Tangerang.

TOKOH
Patut Dicontoh : Brikpa Wahyudin Polisi Penggerak Literasi di Tangerang

Patut Dicontoh : Brikpa Wahyudin Polisi Penggerak Literasi di Tangerang

Sabtu, 23 September 2017 | 17:00

Patut Dicontoh : Brikpa Wahyudin Polisi Penggerak Literasi di Tangerang

BISNIS
Pameran Dagang Terbesar Internasional Siap Digelar di ICE BSD City

Pameran Dagang Terbesar Internasional Siap Digelar di ICE BSD City

Selasa, 19 September 2017 | 18:00

Pameran Dagang Terbesar Internasional Siap Digelar di ICE BSD City

KOTA TANGERANG
Arief dan Sachrudin Melelang Barang-barang Eks Miliknya

Arief dan Sachrudin Melelang Barang-barang Eks Miliknya

Senin, 25 September 2017 | 22:00

Arief dan Sachrudin Melelang Barang-barang Eks Miliknya

"Tidak adanya tindakan melahirkan keyakinan dan keberanian. Jika Anda ingin menaklukan ketakutan, jangan duduk di rumah dan memikirkannya saja. Pergilah keluar dan sibukkan diri Anda."

Dale Carnegie