Connect With Us

Biaya Nikah Rp 30 Ribu di KUA

| Rabu, 3 April 2013 | 23:38

| Dibaca : 4307

Tukar cincin (tangerangnews / merdeka)

 
TANGSEL-Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tangsel menjamin tidak akan memberatkan biaya nikah bagi warga. Karena, biaya pernikahan khususnya yang masuk ke negara sudah diatur secara jelas.
 
            Menurut Kepala Seksi (Kasi) Pembinaan Masyarakat (Binamas) Islam Kantor Kemenag Kota Tangsel Nasharuddin mengatakan, isu mahalnya biaya pernikahan bukan berasal dari Kemenag. Dalam hal ini, tarif biaya yang ditetapkan Kantor Urusan Agama (KUA).
 
 “Biaya nikah yang diisyaratkan dalam undang-undang itu cuma Rp30 ribu. Tidak ada yang boleh meminta lebih besar dari itu,” kata Nasharuddin, Rabu (3/4).
 
            Ia menyampaikan, KUA juga tidak pernah memberikan tarif biaya nikah untuk hal lain. Seperti, biaya administrasi, biaya rokok, uang makan dan yang lainnya. Karena, jenis-jenis pembiayaan itu tidak dibenarkan Undang-undang. “Uang administrasi, uang rokok, uang makan itu tidak ada dalam aturan. Kalau yang tidak ada, jangan diada-adakan,” katanya.
 
            Sebab, lanjut Nasharuddin, uang sebesar Rp30 ribu itu akan masuk ke kas negara, melalui pos Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP). Kemudian, uang tersebut dikembalikan negara ke daerah melalui bentuk barang sesuai usulan pengadaan barang. Seperti, alat tulis kantor, serta perangkat lain yang dibutuhkan.
 
            “Termasuk buku catatan pernikahan itu dari negara. Tidak ada biaya untuk mencetak buku nikah karena yang mencetak negara,” terangnya.
 
            Sementara mengenai pengeluaran untuk transport penghulu yang dikeluarkan warga yang melangsungkan pernikahan, tak diatur dalam undang-undang. Nasharuddin menegaskan, apakah Kemenag harus atau melarang orang untuk mendapatkan dan memberi uang transport kepada penghulu.
 
            “Itu bukan kewajiban. Tidak ada patokan transport dan tidak boleh. Kalau diberi syukur, tidak diberi juga tidak masalah. Untuk warga yang memberikan, kalau ikhlas bisa menjadi amal kalau tidak cuma jadi pemberian sia-sia,” jelasnya.
 
            Dengan demikian maka, isu tentang mahalnya biaya pernikahan yang disebabkan penghulu atau KUA itu tidak selamanya benar. Sebab, tidak ada kewajiban biaya lebih besar dari Rp30 ribu untuk KUA. Tapi, kata Nasharuddin, berbeda ketika biaya pernikahan itu digabung dengan biaya pesta penikahan. Karena, biaya pesta dengan pencatatan pernikahan itu dua hal yang tidak bisa disamakan.
 
            Misalnya, kata Nasharuddin, biaya untuk menyewa gedung, biaya catering, biaya rias dan biaya-biaya lainnya itu tidak berkaitan dengan KUA. “Sehingga, harus dibedakan mana biaya yang besar. Biaya menikah atau pesta pernikahan. Tinggal dilihat saja rinciannya, untuk daftar ke KUA berapa untuk sewa gedung berapa, misalnya,” terangnya. (KWN)
 
SPORT
30 Tim SSB Se-Jabodetabek Ikut Angkasa Pura II Junior League

30 Tim SSB Se-Jabodetabek Ikut Angkasa Pura II Junior League

Minggu, 9 April 2017 | 12:00

TANGERANGNEWS.com- Sebanyak 30 tim SSB di Jabodetabek ikut dalam Liga Sepak Bola usia dini bertajuk dini bertajuk 'Angkasa Pura II -Indonesia Junior League' . Liga tersebut resmi digelar Minggu (9/4/2017) pagi di Lapangan Bandara Internasional Soekarno-Ha

PROPERTI
Mahasiswa Universitas Pancasila Berkunjung ke Green Office Park 9 BSD City

Mahasiswa Universitas Pancasila Berkunjung ke Green Office Park 9 BSD City

Jumat, 28 April 2017 | 10:00

TANGERANGNEWS.com-Sejumlah mahasiswa jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Pancasila Jakarta berkunjung ke salah satu proyek Sinar Mas Land yaitu Green Office Park 9 (27/4).

HIBURAN
Ada Hotel Hewan di Alam Sutera

Ada Hotel Hewan di Alam Sutera

Sabtu, 20 Mei 2017 | 15:00

TANGERANGNEWS.com-Berkembangnya zaman dan pesatnya teknologi yang signifikan membuat banyak perubahan pada kebiasaan-kebiasaan hidup manusia. Kebiasaan hidup manusia justru tidak menjadi hilang ditelan perubahan, tetapi malah mengalami sejumlah transforma

NASIONAL
ICW Kecam Keras Teror Terhadap Novel Baswedan

ICW Kecam Keras Teror Terhadap Novel Baswedan

Selasa, 11 April 2017 | 15:00

"Teror terhadap Novel harus dilihat sebagai ancaman terhadap agenda pemberantasan korupsi. Pasalnya, orang atau kelompok yang melakukan teror punya tujuan utama, yakni bagaimana supaya proses hukum atas kasus tertentu berhenti," katanya saat dihubungi Tan

"Satu-satunya cara melakukan sebuah pekerjaan yang luar biasa adalah dengan mencintai apa yang sedang Anda kerjakan."

Steve Jobs