Connect With Us

Biaya Nikah Rp 30 Ribu di KUA

| Rabu, 3 April 2013 | 23:38

| Dibaca : 4054

Tukar cincin (tangerangnews / merdeka)

 
TANGSEL-Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tangsel menjamin tidak akan memberatkan biaya nikah bagi warga. Karena, biaya pernikahan khususnya yang masuk ke negara sudah diatur secara jelas.
 
            Menurut Kepala Seksi (Kasi) Pembinaan Masyarakat (Binamas) Islam Kantor Kemenag Kota Tangsel Nasharuddin mengatakan, isu mahalnya biaya pernikahan bukan berasal dari Kemenag. Dalam hal ini, tarif biaya yang ditetapkan Kantor Urusan Agama (KUA).
 
 “Biaya nikah yang diisyaratkan dalam undang-undang itu cuma Rp30 ribu. Tidak ada yang boleh meminta lebih besar dari itu,” kata Nasharuddin, Rabu (3/4).
 
            Ia menyampaikan, KUA juga tidak pernah memberikan tarif biaya nikah untuk hal lain. Seperti, biaya administrasi, biaya rokok, uang makan dan yang lainnya. Karena, jenis-jenis pembiayaan itu tidak dibenarkan Undang-undang. “Uang administrasi, uang rokok, uang makan itu tidak ada dalam aturan. Kalau yang tidak ada, jangan diada-adakan,” katanya.
 
            Sebab, lanjut Nasharuddin, uang sebesar Rp30 ribu itu akan masuk ke kas negara, melalui pos Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP). Kemudian, uang tersebut dikembalikan negara ke daerah melalui bentuk barang sesuai usulan pengadaan barang. Seperti, alat tulis kantor, serta perangkat lain yang dibutuhkan.
 
            “Termasuk buku catatan pernikahan itu dari negara. Tidak ada biaya untuk mencetak buku nikah karena yang mencetak negara,” terangnya.
 
            Sementara mengenai pengeluaran untuk transport penghulu yang dikeluarkan warga yang melangsungkan pernikahan, tak diatur dalam undang-undang. Nasharuddin menegaskan, apakah Kemenag harus atau melarang orang untuk mendapatkan dan memberi uang transport kepada penghulu.
 
            “Itu bukan kewajiban. Tidak ada patokan transport dan tidak boleh. Kalau diberi syukur, tidak diberi juga tidak masalah. Untuk warga yang memberikan, kalau ikhlas bisa menjadi amal kalau tidak cuma jadi pemberian sia-sia,” jelasnya.
 
            Dengan demikian maka, isu tentang mahalnya biaya pernikahan yang disebabkan penghulu atau KUA itu tidak selamanya benar. Sebab, tidak ada kewajiban biaya lebih besar dari Rp30 ribu untuk KUA. Tapi, kata Nasharuddin, berbeda ketika biaya pernikahan itu digabung dengan biaya pesta penikahan. Karena, biaya pesta dengan pencatatan pernikahan itu dua hal yang tidak bisa disamakan.
 
            Misalnya, kata Nasharuddin, biaya untuk menyewa gedung, biaya catering, biaya rias dan biaya-biaya lainnya itu tidak berkaitan dengan KUA. “Sehingga, harus dibedakan mana biaya yang besar. Biaya menikah atau pesta pernikahan. Tinggal dilihat saja rinciannya, untuk daftar ke KUA berapa untuk sewa gedung berapa, misalnya,” terangnya. (KWN)
 
WISATA
Menyantap 1.000 Rasa Kuliner Warisan Nusantara di Pekan Raya Indonesia

Menyantap 1.000 Rasa Kuliner Warisan Nusantara di Pekan Raya Indonesia

Sabtu, 22 Oktober 2016 | 01:00

TANGERANGNews.com-Pekan Raya Indonesia (PRI) menyuguhkan beragam kuliner warisan nusantara yang tersebar dari berbagai daerah di Indonesia. Gerai kuliner warisan nusantara ini berlangsung mulai tanggal 20 Oktober - 6 November 2016 di Hall 10, Indonesia

BANTEN
Boyamin Saiman Ajukan Praperadilan Bansos Banten

Boyamin Saiman Ajukan Praperadilan Bansos Banten

Kamis, 5 Januari 2017 | 22:00

TANGERANGNews.com-Boyamin Saiman, yang dikenal dengan pengacara mantan ketua KPK Antasari Azhar mendaftarkan gugatan Praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (5/1/2017). Dia mengatasnamakan Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) meng

TEKNO
Tren Chatbot, BBM Siap Luncurkan Tahun Ini

Tren Chatbot, BBM Siap Luncurkan Tahun Ini

Kamis, 12 Januari 2017 | 11:00

Ia percaya bahwa bot akan mendorong kemajuan besar di dunia teknologi pada tahun ini. Kondisi ini juga didukung oleh keberadaan aplikasi olah pesan yang membuat orang menghabiskan sebagian besar waktunya di ponsel mereka.

MANCANEGARA
7 Makanan Daging Hewan sadis di Dunia

7 Makanan Daging Hewan sadis di Dunia

Senin, 28 November 2016 | 19:00

Sebab, cara penyajian gurita hidup tersebut dianggap kejam. Sebenarnya bukan hanya gurita hidup, beberapa restoran dunia juga terkenal dengan penyajian hidangan yang anti-mainstream dan kontroversial. Berikut tujuh cara penyajian hidangan yang dianggap ke

"Kita tidak membutuhkan alasan untuk menolong orang lain"

Anonim