Connect With Us

Samsung Tak Tebang Pilih Mencari Konsumen

EYD | Kamis, 20 Agustus 2015 | 10:14

Samsung Galaxy J7 ini menyasar kepada konsumen kelas menengah. Artinya, Samsung enggan memilah-milah konsumen mereka. (Reuters / ist)

Jakarta - Sebagai pemain raksasa di industri smartphone dan tablet, Samsung dikenal tidak tebang pilih. Ini artinya dalam memproduksi produk, vendor asal Korea Selatan itu menyasar semua segmen, mulai dari kelas bawah hingga premium. Hanya yang membedakan mungkin cara promosinya.

Bila sekelas Galaxy S6 atau ponsel flagship Samsung lainnya kerap gembar-gembor, maka untuk kelas menengah ke bawah, promosi yang dilakukan memang kurang begitu nyaring. Sama halnya dengan yang dilakukan pada ponsel yang akan dibahas berikut ini, yakni Galaxy J7.

Beredar pertama kali di Tiongkok pada Juni 2015, smartphone kelas menengah Samsung ini memiliki keunggulan berupa lampu flash pada kamera depan. Fitur yang untuk pertama kali hadir pada lini produk Samsung ini memang sengaja dihadirkan untuk memanjakan konsumen yang punya hobi selfie.

TEKNO
AI dan Medsos Picu Trafik Situs Berita Anjlok hingga 70 Persen

AI dan Medsos Picu Trafik Situs Berita Anjlok hingga 70 Persen

Selasa, 28 Juli 2026 | 19:15

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI) dan pergeseran pola konsumsi informasi ke media sosial (medsos) menjadi tantangan berat bagi industri media digital global maupun nasional.

AYO! TANGERANG CERDAS
7 Sekolah Swasta Mundur dari Program Sekolah Gratis, DPRD Minta Pemprov Carikan Solusi untuk Siswa

7 Sekolah Swasta Mundur dari Program Sekolah Gratis, DPRD Minta Pemprov Carikan Solusi untuk Siswa

Selasa, 28 Juli 2026 | 14:04

Sekretaris Komisi V DPRD Provinsi Banten, Rifky Hermansyah, meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten menjamin hak siswa yang terdampak setelah tujuh SMA swasta mengundurkan diri dari Program Sekolah Gratis.

NASIONAL
Menaker Tegaskan AI Bukan Penyebab Utama PHK

Menaker Tegaskan AI Bukan Penyebab Utama PHK

Selasa, 28 Juli 2026 | 20:15

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence /AI) kerap dianggap sebagai ancaman hilangnya lapangan pekerjaan.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill