Connect With Us

Samsung Tak Tebang Pilih Mencari Konsumen

EYD | Kamis, 20 Agustus 2015 | 10:14

Samsung Galaxy J7 ini menyasar kepada konsumen kelas menengah. Artinya, Samsung enggan memilah-milah konsumen mereka. (Reuters / ist)

Jakarta - Sebagai pemain raksasa di industri smartphone dan tablet, Samsung dikenal tidak tebang pilih. Ini artinya dalam memproduksi produk, vendor asal Korea Selatan itu menyasar semua segmen, mulai dari kelas bawah hingga premium. Hanya yang membedakan mungkin cara promosinya.

Bila sekelas Galaxy S6 atau ponsel flagship Samsung lainnya kerap gembar-gembor, maka untuk kelas menengah ke bawah, promosi yang dilakukan memang kurang begitu nyaring. Sama halnya dengan yang dilakukan pada ponsel yang akan dibahas berikut ini, yakni Galaxy J7.

Beredar pertama kali di Tiongkok pada Juni 2015, smartphone kelas menengah Samsung ini memiliki keunggulan berupa lampu flash pada kamera depan. Fitur yang untuk pertama kali hadir pada lini produk Samsung ini memang sengaja dihadirkan untuk memanjakan konsumen yang punya hobi selfie.

KAB. TANGERANG
PLN Edukasi Siswa SMAN 6 Kabupaten Tangerang soal Bahaya Listrik dan Layanan Digital

PLN Edukasi Siswa SMAN 6 Kabupaten Tangerang soal Bahaya Listrik dan Layanan Digital

Selasa, 13 Oktober 2026 | 19:17

PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Banten melalui UP3 Cikupa memberikan edukasi keselamatan listrik kepada siswa SMAN 6 Kabupaten Tangerang.

TANGSEL
Tangsel Tuan Rumah Porprov Banten, Venue Pertandingan Malah di Daerah Lain

Tangsel Tuan Rumah Porprov Banten, Venue Pertandingan Malah di Daerah Lain

Senin, 12 Oktober 2026 | 22:09

Status Kota Tangerang Selatan (Tangsel) sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten pada November 2026 menuai tanda tanya.

PROPERTI
Hadapi Tantangan Backlog Perumahan, LippoLand Kembangkan Hunian Rp100 Jutaan

Hadapi Tantangan Backlog Perumahan, LippoLand Kembangkan Hunian Rp100 Jutaan

Jumat, 2 Oktober 2026 | 17:18

Memasuki usianya yang ke-39 di industri properti Tanah Air, LippoLand terus memperluas perannya dari pengembang kawasan menjadi property enabler.

BISNIS
Bos Media Lokal Khawatir Link Tax Putus Trafik, Tolak Sentralisasi Kompensasi Lewat LMK

Bos Media Lokal Khawatir Link Tax Putus Trafik, Tolak Sentralisasi Kompensasi Lewat LMK

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:33

Sejumlah pimpinan media lokal menolak wacana sentralisasi kompensasi penggunaan konten berita melalui Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) dalam pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill