Ada Rumah Rasa Villa Mulai Rp400 Jutaan Hanya 25 Menit dari BSD
Kamis, 21 Mei 2026 | 23:28
Aksesibilitas yang dekat dengan kawasan BSD City Tangerang kini menjadi magnet utama pencari hunian.
TANGERANG – Tangerang sebagai basis industri bisa dikatakan tepat. Terbukti, salah satu merek smartphone terkemuka, OPPO, membuka pabrik resmi mereka di Indonesia. Pabrik yang berlokasi di Mauk, Tangerang, ini merupakan pabrik pertama yang didirikan di luar negara asalnya, China.
Dengan luas lahan 27.000 meter persegi, pabrik ini terbagi atas tiga bagian, yaitu gudang penyimpanan, tempat produksi, dan laboratorium Quality Control. Pendirian pabrik ini dilakukan karena tingginya permintaan pasar Indonesia untuk OPPO, yang mencapai 8,8% dari total penjualan smartphone pada 2014.
“Permintaan pasar Indonesia cukup tinggi. Menurut data counter, OPPO menguasai pasar sebesar 8,8%. Kami ingin mempertahankan bahkan meningkatkan itu,” kata Aryo Medianto, Media Engagement OPPO Indonesia.
Saat ini ada tiga smartphone yang diproduksi di Indonesia, yaitu OPPO Joy Plus, OPPO Neo5, dan OPPO Joy 3. Dengan produksi yang masih sekitar 30.000-40.000 per bulan, OPPO menargetkan mampu memproduksi 200.000 unit smartphone hingga akhir tahun ini dan bisa mengembangkan hingga produksi maksimal, yaitu 500.000 per bulan.
“Saat ini kami baru bisa memproduksi 30.000-40.000 per bulan karena masih baru juga. Kami berharap mampu memproduksi 500.000 per bulan seperti pabrik di Zhenchen,” ujar Marthias, Assistant Manager Engineering OPPO.
Untuk memenuhi target tersebut, OPPO berencana menambah line produksi dari 5 menjadi 20. Selain itu, OPPO akan menambah jumlah karyawan, yang saat ini berjumlah 150 operator, hingga 2.000 orang seiring dengan bertambahnya kapasitas produksi pabrik.
Aksesibilitas yang dekat dengan kawasan BSD City Tangerang kini menjadi magnet utama pencari hunian.
TODAY TAGKejaksaan Agung mengungkap sejumlah temuan dalam kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjerat mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana bersama dua mantan wakil kepala BGN
Siswa yang gagal masuk SMP negeri di Tangerang Selatan (Tangsel) masih berpeluang melanjutkan pendidikan di sekolah swasta dengan skema bantuan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews