Gagal Rebut Poin Penuh dari Bhayangkara FC, Persita Alihkan Fokus ke Persija
Rabu, 28 Januari 2026 | 12:44
Persita Tangerang langsung mengalihkan fokus ke laga berikutnya setelah bermain imbang 1-1 melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC.
TANGERANG – Samsung percaya diri Galaxy S7 dan Galaxy S7 Edge sukses di pasaran. Vendor raksasa asal Korea Selatan itu kabarnya akan memproduksi 17,2 juta unit Galaxy S7 dalam tiga bulan ke depan.
Kabar tersebut dilaporkan oleh media di Korea Selatan ETNews yang mengutip sumber terkait. Artinya, Samsung yakin bahwa di kuartal I 2016, Galaxy S7 kemungkinan mencapai penjualan sekitar 17 juta unit di seluruh dunia.
Sebagai perbandingan, Galaxy S6 tahun lalu dilaporkan terjual 15,8 juta unit dalam tiga bulan pertama ketersediaannya. Sedangkan Galaxy S4 laku 15,2 juta unit dalam jangka waktu yang sama.
Galaxy S7 yang baru saja diluncurkan di arena Mobile World Congress 2016 di Barcelona, membawa sejumlah fitur unggulan dan perbaikan spek. Samsung mengusung prosesor Snapdragon 820 atau Exynos 8890, RAM 4 GB, layar quad HD serta baterai lebih besar dari Galaxy S6.
Fitur unggulannya antara lain bodi tahan air dan debu berkat sertifikasi IP68. Kamera S7 memiliki teknologi baru bernama Dual Pixel yang menurut beberapa pengujian mampu menghasilkan gambar cemerlang, meski di kondisi cahaya rendah.
Di Indonesia sendiri, pre order Galaxy S7 sudah dibuka. Handset ini dijual mulai Rp 9 juta untuk versi reguler dan Rp 10,5 juta untuk versi Edge yang didiskon khusus selama masa pemesanan.
Persita Tangerang langsung mengalihkan fokus ke laga berikutnya setelah bermain imbang 1-1 melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC.
TODAY TAGSuatu ketika kafir Quraish menawarkan kepada Rasulullah Muhammad saw agar Rasulillah Muhammad saw berkenan untuk menyembah sesembahan mereka sehingga merekapun berkenan menyembah Allah Swt, secara bergantian.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membantah narasi yang beredar di media sosial terkait Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang disebut-sebut dapat menjadi “bom waktu” dan memicu cuaca tidak stabil jika dilakukan secara terus-menerus.
Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews