Connect With Us

Ini Harga Samsung Galaxy S7 dan S7 Edge Berlapis Emas

EYD | Sabtu, 9 April 2016 | 10:23

Samsung S7 berlapis emas (istimewa / tangerangnews)

TANGERANG – Sekarang pengguna ponsel Samsung bisa menemukan versi emas dari Samsung Galaxy S7 dan S7 Edge. Karalux baru saja membuat versi emas dari dua ponsel Samsung itu.

Sebagai produsen ponsel berbahan emas murni, berlian, dan emas putih, Karalux membuat Samsung Galaxy S7 dan S7 Edge berlapis emas 24 karat. Lantas berapa harga untuk ponsel mewah ini?

Dilansir dari laman International Bussiness Times, Samsung Galaxy S7 dipatok dengan harga USD 1.750 atau sekitar Rp 23 Juta. Sedangkan Samsung S7 Edge dibanderol dengan harga USD 1.950 atau sekitar Rp 25 Juta.

Harga ini sepertinya masih wajar mengingat proses pelapisan emas dua ponsel itu rumit dan memakan waktu lama. Engineer perusahaan Karalux kabarnya menghabiskan waktu selama 6 jam berturut-turut untuk melapisi kedua ponsel itu dengan emas.

 

Belum lagi mereka juga harus melalui 10 tahapan berbeda demi menyempurnakan desain ponsel berlapis emas itu. Tahapan itu meliputi treatment untuk permukaan, aktivasi permukaan dan menciptakan lapisan logam mulia serta melapisi dengan emas 24 karat.

NASIONAL
Jaga Daya Beli Masyarakat, Pemerintah Putuskan Tarif Listrik PLN Tidak Naik hingga September 2026

Jaga Daya Beli Masyarakat, Pemerintah Putuskan Tarif Listrik PLN Tidak Naik hingga September 2026

Jumat, 3 Juli 2026 | 21:48

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan tarif listrik PT PLN (Persero) untuk periode Juli hingga September 2026 tetap berlaku tanpa kenaikan.

SPORT
Portugal Singkirkan Kroasia Lewat Gol Menit Akhir Ronaldo Cs, Tantang Spanyol di 16 Besar

Portugal Singkirkan Kroasia Lewat Gol Menit Akhir Ronaldo Cs, Tantang Spanyol di 16 Besar

Jumat, 3 Juli 2026 | 10:47

Portugal memastikan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 usai mengalahkan Kroasia dengan skor 2-1 pada laga babak 32 besar di Toronto Stadium, Kamis, 3 Juli 2026 WIB.

OPINI
Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Sabtu, 4 Juli 2026 | 22:29

Dalam khazanah sosiologi organisasi, Muhammadiyah sedianya merupakan antitesis bagi tradisi patrimonial. Persyarikatan ini berdiri di atas fondasi otoritas legal-rasional, di mana legitimasi kepemimpinan berakar pada kompetensi dan kaderisasi

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill