Nikmati Kopi Sambil Merasakan Kehangatan Pelayanan Penyandang Disabilitas di Bisa Cafe Karawaci
Minggu, 26 Juli 2026 | 21:38
Menikmati secangkir kopi hangat kini tidak hanya sekadar soal rasa, tetapi juga tentang merayakan kesetaraan.
TANGERANG — Baidu semakin agresif dalam berupaya mengembangkan mobil tanpa sopir. Perusahaan asal China itu sampai membentuk sebuah tim penelitian khusus di Silicon Valley.
Tim yang ditempatkan di kampung halaman Google itu rencananya akan dikembangkan hingga beranggotakan lebih dari 100 teknisi dan peneliti. Tenggang waktunya hingga akhir 2016 ini.
Sebagaimana dilansir dari The Verge, tim tersebut akan menjadi bagian dari proyek Autonomous Driving Unit (ADU-US) dan mengerjakan berbagai hal, mulai dari perencanaan, persepsi, pengendalian, sampai soal sistem.
Baidu memilih Silicon Valley sebagai lokasi kerja tim mereka karena izin untuk menerapkan mobil tanpa sopir sudah diperoleh di daerah tersebut. Selanjutnya, mereka bakal mengembangkannya ke daerah lain, yang juga sudah disertai izin.
Sama seperti mobil tanpa sopir buatan Google, mobil milik Baidu juga akan diberi tanda. Tujuannya agar kepemilikan mobil tersebut bisa dilihat dengan jelas dan dapat dibedakan dengan mobil lain.
"Tim Baidu di Silicon Valley memegang peran penting dalam pembuatan mobil masa depan. Kami sepenuhnya menjalankan komitmen untuk mewujudkan mobil yang bisa bergerak tanpa sopir," ujar General Manager Baidu Autonomous Driving Unit, Jing Wang.
Sebelumnya, raksasa internet China itu memang sudah berulang kali dikabarkan sedang membuat mobil tanpa sopir. Sejak dua tahun lalu, mereka sudah bekerja sama dengan pabrikan mobil BMW dan Samsung untuk mewujudkannya.
Menurut kabar terakhir mengenai proyek mobil tanpa sopir itu, Baidu ingin meluncurkan teknologi tersebut untuk konsumen pada 2018.
Menikmati secangkir kopi hangat kini tidak hanya sekadar soal rasa, tetapi juga tentang merayakan kesetaraan.
TODAY TAGKantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Soekarno-Hatta (Soetta) bersama Polresta Bandara Soetta membongkar jaringan laboratorium gelap (clandestine lab) atau industri rumahan peracikan cairan etomidate.
Pemerintah Kabupaten Tangerang (Pemkab) Tangerang akan menindak tegas pelaku pembakaran sampah liar dengan menjerat hukuman penjara 6 bulan atau denda Rp50 Juta.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten berencana menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan, menyusul banyaknya kebakaran dan kekurangan air bersih akibat fenomena El Nino Godzilla yang melanda wilayah tersebut.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews