Connect With Us

Apa Salah Pokemon Go Hingga Akan Diblokir?

FER | Senin, 18 Juli 2016 | 13:00

| Dibaca : 3583

Ilustrasi Pokemon Go (Istimewa / Tangerangnews.com)

TANGERANGNews.com- Game populer Pokemon Go bisa-bisa saja diblokir pemerintah jika terbukti melanggar aturan dan membahayakan keamanan cyber. Apa benar game augmented reality ini berbahaya?

Jika pertanyaan itu disampaikan kepada pengamat keamanan cyber, Pratama Persadha, jawabannya adalah tidak. Karena menurutnya, tidak ada hal yang membuat Pokemon Go harus diblokir. Baik di UU ITE maupun Peraturan Menteri. Jadi tidak ada regulasi yang dilanggar.

"Soal blokir memblokir ini sebenarnya ada payung hukum, Permen 19 tahun 2014. Namun aturan tersebut hanya mengatur tentang situs bermasalah dengan konten radikalisme, pornografi dan SARA. Jadi perlu dilihat juga mana yang dilanggar Pokemon Go di sini," jelasnya.

UU ITE sendiri bahkan tidak mengatur sama sekali tentang wewenang pemblokiran. Karena itu lahirnya Permen 19 tahun 2014 tentang pemblokiran situs negatif ini menjadi payung. Namun ditambahkan Pratama, pemerintah tidak bisa dengan mudahnya memblokir aplikasi-aplikasi tanpa melihat secara teknis.

"Memang sempat muncul kekhawatiran karena adanya celah keamanan di Pokemon Go versi iOS, namun itupun sudah ditutup oleh pengembangnya. Inipun juga tidak bisa menjadi alasan bagi pemerintah untuk memblokir Pokemon Go di tanah air," terang Chairman lembaga riset keamanan cyber CISSReC ini.

Kabar tentang pemblokiran Pokemon Go sendiri sempat terlontar dari Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo Ismail Cawidu. Dalam pernyataannya, ia sempat mengatakan bahwa pemerintah tidak akan segan-segan memblokir situs Pokemon Go jika terindikasi adanya potensi berbahaya.

"Kalau memang konten aplikasi Pokemon Go melanggar aturan, pasti kita akan proses untuk diblokir melalui panel penanganan konten ilegal," ujarnya belum lama ini di Jakarta.

Pokemon Go sendiri sebenarnya baru dirilis secara resmi di tiga negara, Amerika Serikat, Australia dan Selandia Baru. Di luar negara tersebut ternyata Pokemon Go sudah banyak dipakai, terutama lewat android dengan menginstal APK (Android Package Kit) diluar Google Play Store. File APK sendiri adalah file yang digunakan untuk mengintal aplikasi maupun game di android.

Patut diwaspadai juga adanya kemungkinan pihak yang tidak bertanggung jawab menempelkan malware dan virus pada file APK Pokemon Go di luar Play Store. Korban yang mengalami ini cukup banyak. Terutama karena banyak orang tidak sabar menunggu versi resmi di negaranya masing-masing.

"Memang ada risiko menginstal Pokemon Go lewat APK di luar Play Store. Paling aman kita bersabar menunggu memasang aplikasi sampai rilis resminya ada di Tanah Air, atau kalau yakin bahwa APK yang diinstal bebas malware atau virus. Juga yang paling penting, buat akun Gmail baru khusus untuk bermain Pokemon Go," terangnya.

Untuk diketahui, hanya dalam kurun waktu satu minggu dirilis di tiga negara, Pokemon Go sudah didownload lebih dari 10 juta kali di Google Play Store. Belum lagi yang menginstal lewat APK langsung maupun iOS. Fenomena ini turut mengangkat saham Nintendo, yang sejak perdagangan 9 Juli lalu sudah naik lebih dari 56%.

SPORT
Tim Indonesia Bawa 25 Emas Dari ASG Singapura 2017

Tim Indonesia Bawa 25 Emas Dari ASG Singapura 2017

Jumat, 21 Juli 2017 | 19:30

TANGERANGNEWS.com-Tim Indonesia disambut meriah di Bandara Soeakrno-Hatta usai berhasil membawa pulang 25 mendali emas dari ajang Asean Schools Games (ASG) Singapura 2017, Jumat (21/7/2017).

BANTEN
Kemenko PMK Sosialisasi Medsos Sehat Ke Pelajar Banten

Kemenko PMK Sosialisasi Medsos Sehat Ke Pelajar Banten

Kamis, 3 Agustus 2017 | 20:00

TANGERANGNEWS.com-Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Banten menggelar Pelatihan Media Sosial Pertama bagi pelajar dan Sarasehan Netizen di Provinsi Banten, Kamis (3/8/2017)

TOKOH
Pesan Jazuli Juwaini, Jaga Kemerdekaan dengan Membangun Konsensus Kebangsaan

Pesan Jazuli Juwaini, Jaga Kemerdekaan dengan Membangun Konsensus Kebangsaan

Senin, 14 Agustus 2017 | 06:00

TANGERANGNEWS.com- Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini kembali melaksanakan kegiatan Sosialisasi Empa Pilar Kebangsaan di Kelurahan Larangan Utara Kota Tangerang. Saat di hadapan masyarakat, Jazuli Juwaini mengingatkan seiring dengan momentum Hari Kemerdekaan

KAB. TANGERANG
409 Napi Dapat Remisi, Bupati Tangerang: Jangan Balik Lagi

409 Napi Dapat Remisi, Bupati Tangerang: Jangan Balik Lagi

Kamis, 17 Agustus 2017 | 20:00

TANGERANGNEWS.com-Senyum sumringah terpancar dari wajah 409 narapidana (napi) Rumah Tahanan Kelas 1 Tangerang di Jambe. Bertepatan dengan perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72, mereka memperoleh pengurangan masa tahanan atau remisi.

"Tidak adanya tindakan melahirkan keyakinan dan keberanian. Jika Anda ingin menaklukan ketakutan, jangan duduk di rumah dan memikirkannya saja. Pergilah keluar dan sibukkan diri Anda."

Dale Carnegie