Connect With Us

Ponsel BlackBerry Android Diklaim Paling Aman Sedunia

FER | Kamis, 28 Juli 2016 | 14:42

| Dibaca : 1866

Blackberry Android DTEK50 (Istimewa / TangerangNews)

TANGERANGNews.com- BlackBerry Limited baru saja meluncurkan ponsel Android DTEK50, 26 Juli 2016 waktu setempat. Perusahaan mengklaim, perangkat ini sebagai ponsel Android paling aman sejagat.

DTEK50 merupakan smartphone Android kedua dari perusahaan asal Kanada itu. Sebelumnya, BlackBerry meluncurkan Priv sebagai ponsel Android pertamanya.

BlackBerry DTEK50 mengusung Android Marshmallow 6.0 yang mengkombinasikan keamanan, privasi, dan produktivitas. Telah dijual lewat pre-order di ShopBlackBerry.com, smartphone ini dibanderol dengan harga yang dapat dijangkau oleh konsumen dan ideal untuk bisnis.

"Kami benar-benar memerhatikan privasi konsumen. Karenanya kami bisa memiliki fitur keamanan dan privasi yang ada di smartphone Android terbaru kami. DTEK50 menggabungkan keamanan dan fitur konektivitas BlackBerry dengan eskosistem Android yang kaya," kata Chief Operating Officer and General Manager Devices BlackBerry Ralph Pini.

BlackBerry menilai, privasi merupakan sebuah hal sangat penting untuk konsumen. Sebab, sejauh ini kejahatan siber terus terjadi melalui smartphone. Karenanya, DTEK50 didesain khusus agar bisa memenuhi kebutuhan keamanan dan privasi penggunanya.

 

 

TEKNO
150 Startups Indonesia Berbagi Pengalaman di Starthub Connect 2018 BSD

150 Startups Indonesia Berbagi Pengalaman di Starthub Connect 2018 BSD

Jumat, 14 September 2018 | 10:33

TANGERANGNEWS.com-Sinar Mas Land bekerja sama dengan Alpha Momentum menggelar Starthub Connect 2018 di ICE BSD City,

NASIONAL
Kerusakan Pipa Air Baku Aetra Tangerang Diperbaiki, Suplai Kembali Normal

Kerusakan Pipa Air Baku Aetra Tangerang Diperbaiki, Suplai Kembali Normal

Rabu, 15 Agustus 2018 | 15:00

TANGERANGNEWS.com-Pada hari Sabtu (11/8/2018) Aetra Tangerang berhasil menyelesaikan perbaikan kerusakan pipa air baku yang terjadi sejak hari Kamis (9/8/2018) lalu.

"Kita tidak boleh menerima nasib buruk dan pasrah menerimannya sebagai kutukan. Kalau kita mau hidup bebas, kita harus belajar untuk terbang"

Gie