Connect With Us

BATAN Luncurkan Aplikasi Interkoneksi eLIRA, Ini Fungsinya

Rachman Deniansyah | Selasa, 18 Juni 2019 | 20:52

Kepala Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR), Husen Zamroni saat mempresentasikan aplikasi berbasis online sebagai pelayanan pengelolaan limbah radioaktif di Kawasan Puspiptek, Serpong, Tangsel, Selasa (18/6/2019). (TangerangNews/2019 / Rachman Deniansyah)

 

TANGERANGNEWS.com-Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR), salah satu unit kerja di lingkungan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) menciptakan aplikasi berbasis online sebagai pelayanan pengelolaan limbah radioaktif. 

Sistem online yang terintegrasi langsung dengan Kementerian Keuangan bernama Interkoneksi eLIRA dengan Simponi ini diresmikan di Kawasan Puspiptek, Serpong, Tangsel, Selasa (18/6/2019).

Kepala PTLR, Husen Zamroni, yang meresmikan secara langsung mengatakan, pengembangan Interkoneksi eLIRA dengan Simponi ini dilatarbelakangi karena jumlah pengguna zat radioaktif di seluruh Indonesia terus meningkat, untuk itulah efisiensi dan efektivitas layanan menjadi hal yang utama. 

Kepala Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR), Husen Zamroni saat mempresentasikan aplikasi berbasis online sebagai pelayanan pengelolaan limbah radioaktif di Kawasan Puspiptek, Serpong, Tangsel, Selasa (18/6/2019).

“Sejak tahun 2017 layanan administrasi pengelolaan limbah radioaktif di PTLR sebenarnya sudah memanfaatkan sistem informasi online yang diberi nama eLIRA, namun sistem ini belum terkoneksi dengan institusi terkait yakni Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) dan Kementerian Keuangan,” jelas Husen.

Lebih Lanjut, Husein mengatakan, bahwa sebelumnya pelanggan jasa pengelolaan limbah radioaktif secara online dapat menyerahkan dokumen persyaratan untuk melakukan penyerahan limbah radioaktif, penjadwalan, dan mendapatkan kode pembayaran. 

Setelah itu, lanjutnya, pelanggan akan mendapatkan pemberitahuan pembayaran telah lunas jika telah mengunggah bukti bayar dan admin eLIRA telah mengirimkan Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN).

“Hal ini memperpanjang durasi layanan apabila admin eLIRA tidak segera tindak lanjut terhadap informasi yang diberikan eLIRA, sehingga dapat berakibat terlambatnya pelanggan mendapatkan berita acara penerimaan limbah sebagai syarat penghentian izin pemanfaatan zat radioaktif ke Bepeten,” terang Husen.

Maka dengan terkoneksinya eLIRA dengan sistem informasi yang dimiliki Kementerian Keuangan yaitu Simponi, Husein memastikan bahwa proses administrasi pengolahan limbah yang dilakukan PTLR semakin cepat dan transparan.

“Dengan menggandeng Kementerian Keuangan sistem informasi ini dikembangkan dan akan disosialisasikan kepada para pelanggan melalui workshop pengelolaan limbah radioaktif untuk industri dan rumah sakit, dan membuat prosedur atau mekanisme pengelolaan limbah radioaktif pada aplikasi eLIRA,” imbuhnya.

Husen menargetkan sistem informasi ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh pelanggan mulai 18 Juni 2019. Sebelumnya telah dilakukan User Application Test (UAT) dengan pelanggan sesungguhnya pada Mei 2019 yang bertujuan untuk memastikan sistem informasi eLIRA dapat berjalan dengan baik setelah terkoneksi dengan Simponi.

Dengan adanya sistem seperti ini, kata Husen, pihaknya telah menunjukkan bahwa PTLR dapat mempertanggungjawabkan predikat sebagai Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) yang diperolehnya pada tahun 2018. 

“Diharapkan PTLR dapat meningkatkan terus layanan pengelolaan limbah radioaktif kepada masyarakat dan dapat mempertahankan predikat WBK dan WBBM pada periode berikutnya,” harapnya.(RMI/HRU)

BANDARA
Teken MoU di Bandara Soetta, Citilink dan Krispy Kreme Luncurkan Layanan Kejutan Spesial bagi Penumpang

Teken MoU di Bandara Soetta, Citilink dan Krispy Kreme Luncurkan Layanan Kejutan Spesial bagi Penumpang

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:53

Maskapai penerbangan Citilink menghadirkan inovasi baru untuk memperkuat pengalaman terbang pelanggannya melalui kolaborasi strategis bersama Krispy Kreme Indonesia.

BISNIS
Catat Pendapatan Rp30,9 Triliun, Bank Danamon Naik ke Peringkat 44 Daftar Fortune Indonesia 100

Catat Pendapatan Rp30,9 Triliun, Bank Danamon Naik ke Peringkat 44 Daftar Fortune Indonesia 100

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:16

PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon) berhasil naik peringkat dalam jajaran 100 perusahaan terbesar di Indonesia versi Fortune Indonesia 100 Tahun 2026.

SPORT
Pesta Gol di Kandang Lawan, Persita Tangerang Bantai Persik Kediri 1-5

Pesta Gol di Kandang Lawan, Persita Tangerang Bantai Persik Kediri 1-5

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:57

Berlaga di kandang lawan justru tidak membuat Persita Tangerang gentar. Skuad berjuluk Pendekar Cisadane mampu menekuk lutut Persik Kediri dengan skor telak 1-5 dalam laga pekan kedelapan Super League 2026-2027 yang digelar di Stadion Brawijaya

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill