Connect With Us

Tak ada dukungan dari Pemkot Tangsel, Pemuda Berprestasi Ini Ogah mempermasalahkan

Putri Rahmawati | Selasa, 26 Mei 2015 | 19:40

| Dibaca : 3769

Edy Fajar Prasetyo (Istimewa / TangerangNews)


TANGSEL-Meski menyabet prestasi dalam bidang pemanfaat sampah hingga mengharumkan nama Indonesia, bahkan Tangsel,  pemuda yang Tangsel Edy Fajar Prasetyo tak mempermasalahkan jika tak dibantu Pemerintah Kota Tangsel.

Aktivis sampah ini  berhasil meraih predikat terbaik ke-3 Kategori Sosial pada  ASEAN LeaderPreneur Conference (ALC) 2015 Malaysia. Saat ditanya tentang keterkaitan Pemerintah Kota Tangsel mengenai keberhasilannya menjadi terbaik ketiga kategori sosial dalam kegiatan ALC di Malaysia beberapa hari lalu, Edy mengatakan sejujurnya kepada awak media.

" Jujur saja, dari Pemkot Tangsel belum ada dukungan apa-apa. Padahal saya dan teman-teman sudah mengajukan jauh dari sebelum kita berangkat ke Malaysia. Sekitar satu bulan lebih sebelum keberangkatan. Saya bukan bermaksud menapikan Pemkot Tangsel. Memang saat itu katanya ibu Airin sedang ibadah umroh dan akhirnya proposal kita terhenti, belum mendapat disposisi," ujar Edy.


Setelah kembali dari Malaysia, Edy kembali menanyakan kelanjutan proposal yang ia ajukan kepada staf di Pemkot Tangsel."Kalau tidak dibantu sih kita mah tak apa-apa, asal ada informasi dan kepastiannya. Jadi kita kan enggak harus bolak-balik ke sana," tegas Edy.

Edy menceritakan, dirinyan diarahkan untuk bertemu dengan Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany pada hari Rabu (20/5) pada acara open office, dimana Wali kota Tangsel menerima masyarakat yang memiliki keluhan atau pun saran.

"Akhirnya saya kesana, sesuai hari yg diberitahukan dengan membawa proposal yang ada waktu itu saya kirim untuk ibu Airin," tutur Edy.

Akhirnya, Edy pun diterima Airin. "Ibu hanya memberikan apresiasi atas terpilihnya kami dari kategori tingkat sosial best idea. Ibu sih hanya memberikan selamat. Ketika saya bicara tentang support lain,  jika ada kegiatan yang berkaitan dengan lingkungan saya kira-kira bisa enggak kita kerja sama dengan pemkot Tangsel, Airin bilang bisa, dan langsung berkata coba kordinasi dengan Pak Pane," tuturnya.

Edy menceritakan, Pane itu sebagai Ketua CSR di Kota Tangsel. "Setalah itu saya langsung minta ke ajudan ibu Pak Slamet untuk minta nomor Pak Pane, kata Pak Slamet nanti akan dikirim nomornnya . Tapi sampai sekarang belum. Saya sudah SMS bahkan telepon, tapi belum dapat respons dari beliau. Entah dia itu ajudan atau staf dia bilang sih, ingin bantu memediasikan tapi sampai sekarang belum ada kabar," keluh Edy.

Edy hanya bisa berpikiran mungkin karena banyaknya kesibukan dan acara di Tangsel, pemerintah daerah menjadi kurang perhatian terhadap aktivitas mereka.

"Tapi kan saya berharap, sekiranya ada peluang untuk kita berkolaborasi dengan Pemkot Tangsel, ya kenapa enggak?" tutur Edy.

Kabag Humas Tangsel Dedi Rafidi mengatakan, bahwa ia tidak tahu apa-apa tentang permasalahan itu. "Kalau untuk surat-menyurat ibu (Airin) itu bagian Umum jadi Humas tidak tau apa-apa. Jika memang ibu mengarahkan untuk koordinasi ke Pak Slamet sebaiknya terus hubungi beliau (Slamet) saja," ujar Dedi.

PROPERTI
Rangkul UKM, Dua Factory Outlet Terbesar Buka di QBig BSD

Rangkul UKM, Dua Factory Outlet Terbesar Buka di QBig BSD

Jumat, 3 Februari 2017 | 16:00

TANGERANGNews.com-Dua factory outlet terbaru besar dan terbesar di Qbig BSD City, Tangsel, yakni Factory outlet tersebut adalah Truly premiun Outlet (TPO) dan FAMOGAL (Fashionable Moslem Gallery, mulai dibuka.

HIBURAN
5 Monumen Ikon Kota di Indonesia Paling Dikenal yang 'Dilewati' oleh Citilink

5 Monumen Ikon Kota di Indonesia Paling Dikenal yang 'Dilewati' oleh Citilink

Senin, 23 Januari 2017 | 08:00

Hampir setiap kota memiliki landmark tersendiri, termasuk kota-kota di Indonesia. Nah, salah satu landmark tersebut berbentuk monumen atau tugu sebagai ikon kota.

MANCANEGARA
7 Makanan Daging Hewan sadis di Dunia

7 Makanan Daging Hewan sadis di Dunia

Senin, 28 November 2016 | 19:00

Sebab, cara penyajian gurita hidup tersebut dianggap kejam. Sebenarnya bukan hanya gurita hidup, beberapa restoran dunia juga terkenal dengan penyajian hidangan yang anti-mainstream dan kontroversial. Berikut tujuh cara penyajian hidangan yang dianggap ke

"KEBAHAGIAAN TIDAK BERASAL DARI MEMILIKI, MENGUASAI, ATAU BAHKAN MENINGGALKAN HARTA BENDA, KARNA IA BERASAL DARI MANFAAT HARTA BENDA KITA BAGI SESAMA MANUSIA "

#Unstoppable