Connect With Us

Dengan Alat Sederhana Hamidi Ubah Sampah Jadi BBM Sintetis

Dena Perdana | Selasa, 12 Januari 2016 | 15:08

Hamidi (Dena Perdana / Tangerangnews)



TANGERANG
-Hamidi,37, warga Kecamatan Benda, Kota Tangerang dengan alat sederhana berhasil mengubah sampah menjadi bahan bakar minyak (BBM) sintetis. Dirinya mengaku mengawalinya dari hasil berselancar didunia maya, kemudian rasa penasaran dikala 2008 lalu itu akhirnya berhasil.


"Saya awalnya browsing-browsing saja di Google, penasaran, gimana sih cara ngubahnya. Kan ada yang sederhana, pakai kaleng, coba-coba sendiri," kata Hamidi saat ditemui di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Rawa Kucing, Kota Tangerang, Selasa (12/1/2016) siang.

Dari beberapa kali percobaan yang dilakukan, Hamidi semakin penasaran dan mencoba terus bagaimana caranya agar semua sampah plastik bisa dia ubah menjadi bahan bakar minyak sintetis.

Dalam perjalanannya, Hamidi mengakui, dirinya banyak menemui kesulitan saat mencoba, sebab dirinya tak memiliki latar belakang pendidikan maupun ilmu tentang hal-hal kimia seperti yang sering dilakukan praktisi di laboratorium. Dia hanya melakukan berbagai percobaan berbekal pengetahuan seadanya.

"Saya enggak pernah belajar soal itu. Kuliah saya dulu jurusan agama, SMA ambil (jurusan) sosial, kerja saya juga jadi housekeeping di hotel," tutur Hamidi.

Keingintahuan Hamidi tentang sampah juga sempat tidak disetujui oleh orangtuanya. Menurut ayah dan ibunya, Hamidi sudah memiliki pekerjaan yang baik di hotel yang ada Jakarta saat itu. Sedangkan untuk mencari cara mengubah sampah menjadi BBM sintetis dinilai bukan kegiatan yang menguntungkan.

Hamidi sempat kembali fokus ke pekerjaannya sebagai housekeeping hotel dan meninggalkan sejenak kegiatannya mengubah sampah. Namun, setelah melalui pertimbangan yang matang, Hamidi akhirnya memutuskan untuk benar-benar meninggalkan pekerjaannya di hotel dan fokus kembali mencari tahu cara mengubah sampah plastik menjadi BBM sintetis.

Upaya Hamidi bukannya tanpa hambatan. Selama mencari cara yang pas, cukup banyak kegagalan yang dialami, seperti minyak yang sudah selesai diolah kembali mengeras menjadi plastik, berubah menjadi bubuk, dan kendala lainnya. Tetapi, percobaan tetap dilakukan sampai pada tahun 2013, untuk pertama kalinya, Hamidi berhasil mengubah sampah plastik menjadi minyak yang memiliki nilai ekonomis.

Cara Hamidi untuk mengecek minyak hasil olahan mesin buatannya sendiri pun sederhana. Hamidi hanya membaca informasi di internet tentang bahan bakar minyak jenis bensin dan solar.

 Dari sana, minyak yang dia hasilkan dari sampah plastik dites bersamaan dengan bensin dan solar yang dibeli di pom bensin.

"Kalau ngecek bensin premium, masukkin sterofoam saja. Kalau hancur, itu premium. Kalau solar, dimasukkin sterofoam itu enggak hancur. Begitu saja ngeceknya," ujar Hamidi.

Setelah dites secara sederhana, Hamidi pun mencoba BBM tersebut sebagai bahan bakar sepeda motornya menggunakan bensin jenis premium dan mobil bermesin menggunakan bensin jenis solar. Hasilnya, sepeda motor maupun mobil diesel itu bisa jalan seperti biasanya.

Selama mencari cara mengubah sampah plastik menjadi BBM sintetis, Hamidi banyak mengubah alat atau mesinnya yang dia buat sendiri sampai saat ini. Menurut dia, alatnya itu belum sempurna, masih harus diperbaiki di beberapa bagian.

Hamidi sekarang menjadi Pekerja Harian Lepas (PHL) Pemerintah Kota Tangerang di bawah Dinas Kebersihan, Pertamanan, dan Pemakaman (DKPP) dan diberi ruang bekerja di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Rawa Kucing. Kedepannya, ilmu dari Hamidi akan digunakan untuk pemanfaatan sampah rumah tangga di tingkat komunitas RW atau RT wilayah Kota Tangerang.

KOTA TANGERANG
Pemkot Tangerang Bongkar Bangli di Sepanjang Saluran Irigasi Sipon

Pemkot Tangerang Bongkar Bangli di Sepanjang Saluran Irigasi Sipon

Kamis, 15 Oktober 2026 | 18:07

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang menertibkan sejumlah bangunan liar di sepanjang Saluran Irigasi Sipon, Kelurahan Buaran Indah, Kecamatan Tangerang, Kamis 15 Oktober 2026.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

TEKNO
Fundamental dan Teknikal Solana di Akhir Tahun 2026

Fundamental dan Teknikal Solana di Akhir Tahun 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:16

Solana memasuki akhir 2026 dengan sejumlah katalis yang dapat menentukan arah harga SOL. Pertumbuhan ekosistem, aktivitas jaringan, pengembangan aplikasi terdesentralisasi, serta kondisi pasar kripto menjadi faktor fundamental yang perlu

TANGSEL
Amankan 18 CCTV dan Tabung Gas 50 Kg, Polisi Selidiki Unsur Kesengajaan Ledakan di Pasar Cimanggis

Amankan 18 CCTV dan Tabung Gas 50 Kg, Polisi Selidiki Unsur Kesengajaan Ledakan di Pasar Cimanggis

Kamis, 15 Oktober 2026 | 17:13

Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya bersama Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri terus bergerak cepat mengusut tuntas insiden ledakan maut di Komplek Ruko Pasar Cimanggis, Kecamatan Ciputat

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill