Connect With Us

Sekda Kota Tangerang Bidik Tangsel

| Kamis, 28 Januari 2010 | 17:19

| Dibaca : 124580

Sekda Kota Tangerang Harry Mulya Zein (tangerangnews / dens)

 
TANGERANGNEWS-Pejabat di Kota Tangerang, yakni Sekda Kota Tangerang Harry Mulya Zein mencalonkan diri untuk menjadi Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Harry bertekad meski nantinya sampai tidak ada partai politik yang tidak mau mendukungnya, dirinya akan tetap mencalonkan diri dengan menempuh jalur independen.
 
“Saya tidak takut akan berhadapan dengan siapapun, saya akan buktikan bisa menang tanpa uang,” ujar Harry yang mengaku sudah mendapat dukungan dari sejumlah elemen organisasi masyarakat di Tangerang Selatan, siang ini.
 
Anak dari Muhammad Zein yang juga mantan Bupati Pandeglang di era 1990 itu, mengaku, alasan untuk maju mencalonkan diri di Tangerang Selatan bukan untuk mencari kekuasan.
 
“Kalau mencari kekuasan saya sudah mendapatkannya di sini, tetapi saya tidak melihat itu. Saya ingin Kota Tangerang Selatan minimal maju sebagaimana Kota Tangerang,” ucapnya.
 
 
Apalagi, kata Harry, di Tangerang Selatan seluruh masyarakat memiliki peluang yang sama, karena tidak ada calon incumbent. Dirinya berharap dengan modal pengalaman lulusan S2 di Universitas Indonesia itu bisa terpilih. Dia menuturkan, dirinya sangat berkeinginan maju dengan menggunakan jalur bersih.
 
“Saya yakin masyarakat akan melihat pengalaman saya yang sejak menjadi camat hingga menjadi Sekda serta prestasi membawa Kota Tangerang yang mendapat wajar tanpa pengecualian dari Badan Pemeriksa Keuangan,” tegasnya.
 
Ditanya bagaimana jika tidak terpilih, apakah dia siap menanggalkan jabatannya sebagai Sekda. Dia mengaku, sebelum mencalonkan diri akan melakukan uji petik ke Mahkamah Konstitusi soal Undang-Undang No.12 yang membahas tentang pengawai negeri sipil yang harus mundur dari pegawai negeri sipil jika akan mencalonkan diri sebagai kepala daerah. “Ini kan mengebiri pegawai negeri sipil,” ujarnya. Sementara soal pendamping, dia mengaku, akan menyerahkannya kepada pendukungnya. “Yang terpenting dia harus bersih,” tuturnya yang mengaku sudah mendapat dukungan dari facebooker sebanyak 1.200 orang.
 
Kalangan birokrat lainnya yang juga sudah mencalonkan diri di Tangerang Selatan, adalah staf ahli Wali Kota Bidang Ekonomi dan Keuangan Kota Tangerang Selatan Ayi Ruhiyat. Dia mengatakan, alasan dirinya maju karena sudah diminta oleh sebagian masyarakat di Kota Tangerang Selatan. “Sebab saya kan asli warga sini,” katanya.
 
Akibat diminta oleh warga, dia mengaku, dalam sehari bisa mengunjungi sembilan titik di wilayah Tangerang Selatan. Yang paling dominan meminta dirinya untuk mencalonkan diri, kata Ayi adalah, warga di empat kecamatan, yakni Pondok Aren, Serpong, Serpong Utara dan Setu. “Relawan saya sudah bergerak setiap hari,” tandasnya. (dira)

TEKNO
Ngeri, Sekarang FBI Bisa Retas Semua Komputer di Dunia

Ngeri, Sekarang FBI Bisa Retas Semua Komputer di Dunia

Senin, 2 Mei 2016 | 21:44

Supreme Court AS telah menyetujui perubahan undang-undang federal nomor 41 soal prosedur kriminal. Perubahan ini berisi perizinan bagi hakim di Amerika untuk mengeluarkan surat perintah pencarian informasi elektronik di luar wilayah yuridiksi mereka.

MANCANEGARA
Mantan Tukang Servis Motor Jadi Miliader Baru

Mantan Tukang Servis Motor Jadi Miliader Baru

Minggu, 1 Mei 2016 | 16:00

TANGERANG- Mantan tukang servis motor Li Gauteng telah menjadi miliader baru China setelah saham peralatan rumah tangga perusahaan miliknya loncat dalam perdagangan bursa saham Shanghai.

BANDARA
Ini Penjelasan Pengelola Soal Tabrakan Pesawat di Soekarno-Hatta

Ini Penjelasan Pengelola Soal Tabrakan Pesawat di Soekarno-Hatta

Senin, 2 Mei 2016 | 17:00

TANGERANG-PT Angkasa Pura II sebagai operator Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten juga enggan disalahkan atas insiden bentroknya dua pesawat Lion Air di runway Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten pada Minggu (2/5/2016) malam. Public Relation

"Banyak hal yang bisa menjatuhkanmu. Tapi satu - satunya yang benar - benar dapat menjatuhkanmu adalah sikapmu sendiri."

- R.A. Kartini -