Connect With Us

Ita Nurhayati, Komisioner KPU Perempuan Pertama di Kabupaten Tangerang

Maya Sahurina | Senin, 3 September 2018 | 15:22

Ita Nurhayati, Komisioner KPU Kabupaten Tangerang Divisi Program dan Data. (TangerangNews.com/2018 / Maya Sahurina)

TANGERANGNEWS.com-Kaum perempuan semakin memantapkan kiprahnya di ruang publik, salah satunya Ita Nurhayati, Komisioner KPU Kabupaten Tangerang Divisi Program dan Data. Ia tercatat sebagai komisioner perempuan pertama di KPU Kabupaten Tangerang setelah sekian waktu didominasi kaum adam.

Dalam perbincangan dengan TangerangNews.com, Senin (3/9/2018), Ita, demikian ia akrab disapa mengisahkan perjalanan hidupnya hingga akhirnya berkiprah sebagai salah satu penyelenggara Pemilu.

"Awalnya saya menjadi PPS (Panitia Pemungutan Suara) di Desa Cireundeu, tempat saya tinggal, itu pengalaman saya di tahun 2012 saat pemilihan Bupati Tangerang," kisahnya.

Usai menjadi PPS, Ita kemudian memantapkan pilihannya untuk terus menjadi penyelenggara Pemilu. Di tahun 2014, ia menjadi Panitia Pemilihan tingkat Kecamatan (PPK) di Solear. 

Saat itu berlangsung perhelatan demokrasi prosedural Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres).

"Kemudian berlanjut masih sebagai PPK di Tahun 2017 untuk Pemilhan Gubernur Banten dan 2018 untuk Pemilhan Bupati Tangerang," bebernya.

Ita, demikian ia biasa akrab disapa, kemudian mencoba ikut berkontestasi saat ada kesempatan pergantian komisioner KPU Kabupaten Tangerang di tahun 2018 dan dilantik 16 Juni 2018. 

"Saat pendaftaran, ada tiga orang perempuan yang mendaftar, kemudian setelah proses seleksi administasi tinggal tersisa dua orang, lalu di 10 besar tinggal saya seorang," bebernya.

Ia pun tak menyangka, karena setelah diumumkan, salah satu nama yang lolos menjadi komisioner KPU Kabupaten Tangerang adalah dirinya.

"Alhamdulilah, saat diumumkan hasilnya, salah satunya saya yang terpilih," imbuhnya.

Ia juga bertutur tidak mengalami kendala ketika harus menjalankan tugasnya saat ini, karena pengalamannya selama lima tahun berkiprah sebagai penyelenggara pemilu, menjadi bekal yang cukup untuknya.

"Pekerjaannya sama saja dengan PPK, hanya bobotnya yang beda. Ya dinikmati saja," katanya.

Ditanya soal dukungan keluarga, ibu dari dua anak ini mengatakan mendapatkan dukungan penuh dari suami maupun anak-anaknya, sehingga tidak ada kendala baginya yang kerap harus banyak kehilangan waktu untuk keluarga.

"Anak-anak juga sudah lumayan besar, mereka paham dengan kegiatan saya, sehingga tidak ada kendala," ujarnya lagi.

Sebagai salah satu punggawa di divisi program dan data pemilih, Ita berharap kesadaran dari masyarakat sebagai pemilih untuk bersikap aktif. Karena, kerap terjadi ada penduduk yang tidak masuk di daftar pemilih namun baru memprotes saat data telah ditetapkan.

"Sebenarnya kita kan sudah bekerja sesuai tahapan, sesuai program. Nah, soal kualitas data pemilih, kita juga butuh dukungan aktif dari masyarakat, sehingga tidak ada mereka yang punya hak pilih tidak masuk dalam data," terangnya.

Untuk Pemilu 2019, ia juga berharap peran aktif masyarakat tersebut, sehingga pemilu dapat terlaksana sebaik-baiknya.

"Peran aktif masyarakat sangat penting untuk pemilu yang berkualitas," tukasnya.(RAZ/HRU)

HIBURAN
Mulai Rp70 Ribu, Anak-Anak Bisa Rasakan Sensasi Main Salju Mal Ciputra Tangerang

Mulai Rp70 Ribu, Anak-Anak Bisa Rasakan Sensasi Main Salju Mal Ciputra Tangerang

Minggu, 21 Juni 2026 | 17:54

Main salju untuk mengisi waktu libur sekolah tidak selalu harus dengan berwisata ke luar negeri. Kini, wahana bermain salju interaktif bertajuk "Snow Fantasy with Pororo" hadir dri Mal Ciputra Tangerang.

BANDARA
Ngaku Mau Liburan ke Kamboja, 3 WNI Digagalkan Berangkat Kerja Secara Ilegal di Bandara Soetta

Ngaku Mau Liburan ke Kamboja, 3 WNI Digagalkan Berangkat Kerja Secara Ilegal di Bandara Soetta

Jumat, 19 Juni 2026 | 20:08

Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta (Soetta) berhasil mencegah keberangkatan tiga warga negara Indonesia (WNI) yang diduga hendak bekerja secara ilegal atau nonprosedural di Kamboja.

KAB. TANGERANG
Terancam 3 Pasal Pidana, Ini Deretan Pencemaran Pabrik Oli Bekas yang Disegel KLH di Panongan

Terancam 3 Pasal Pidana, Ini Deretan Pencemaran Pabrik Oli Bekas yang Disegel KLH di Panongan

Minggu, 21 Juni 2026 | 17:21

Penyegelan PT BPE, pabrik pemanfaatan oli bekas di Desa Ciakar, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang oleh Kementerian Lingkugan Hidup (KLH), pada Sabtu 20 Juni 2026, mengungkap bobroknya tata kelola limbah di perusahaan tersebut.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill