Camat Jatiuwung Ajak 6 Perusahaan Bedah 4 Rumah Warga Senilai Rp 200 Juta
Jumat, 9 Oktober 2026 | 21:12
Percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat membutuhkan keterlibatan banyak pihak.
TANGERANGNEWS.com-Kabar duka datang dari dunia pers Indonesia, wartawan senior Jakob Oetama meninggal dunia hari ini, Rabu (9/9/2020).
Pendiri Kompas Gramedia Group ini wafat pada usia 88 tahun.
Dilansir dari Kompas TV, Jakob Oetama tutup usia setelah sempat dirawat di Rumah Sakit Mitra Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Beragam kesan disampaikan oleh rekan seprofesi, salah satunya dari ST Sularto, mantan Wakil Pemimpin Umum Harian Kompas.
Jakob Oetama dikenal sebagai sosok yang gigih menanamkan nilai-nilai yang harus tertanam pada kepribadian seorang wartawan.
“Beliau selalu hadir untuk rapat-rapat pimpinan (Kompas). Dalam rapat pimpinanlah nilai-nilai itu disampaikan,” ungkap Sularto.
“Dalam hal keteladanan, (Jacob Oetama) selalu memberi martabat bagi seseorang. Sehingga orang itu merasa dihargai. Hal itulah yang membuat orang bertahun-tahun tetap bekerja di Kompas,” tambahnya.
Jakob Oetama lahir di sebuah desa bernama Desa Jowahan, 500 meter sebelah timur Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, 27 September 1931.
Jakob merupakan putra pertama dari 13 bersaudara.
Ayahnya bernama Raymundus Josef Sandiyo Brotosoesiswo seorang pensiunan guru Sekolah Rakyat di Sleman, Yogyakarta dan ibunya bernama Margaretha Kartonah.
Cita-cita awal Jakob adalah menjadi pastor. Namun pekerjaan ayahnya sebagai guru membuat Jakob untuk tidak melanjutkan cita-cita awalnya.
Kepergian Jakob untuk selama-lamanya juga menjadi trending topik di Twitter. Beragam ucapan berbelasungkawa atas kepergian salah satu insan pers terbaik di Tanah Air itu bukti sosok Jakob begitu dicintai oleh masyarakat Indonesia. (RMI/RAC)
Percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat membutuhkan keterlibatan banyak pihak.
TODAY TAGSebanyak 16 lokasi di Banten masih dalam proses pembangunan jaringan listrik perdesaan. PLN UID Banten menargetkan seluruh jaringan tersebut dapat selesai dan mulai menyala pada akhir Desember 2026.
Sejumlah pimpinan media lokal menolak wacana sentralisasi kompensasi penggunaan konten berita melalui Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) dalam pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews