Sinar Mas Land Hadirkan Hunian Sekaligus Tempat Usaha Seharga Rp1,9 Miliar
Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:00
Permintaan terhadap hunian dan ruang komersial berkonsep loft di wilayah Bogor terus menunjukkan potensi pertumbuhan yang kuat.
TANGERANGNEWS.com- Masyarakat Provinsi Banten boleh berbangga. Terpilihnya H Surta Wijaya menjadi Ketua Umum DPP Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) menjadi sejarah baru bagi masyarakat Banten.
Surta Wijaya yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Apdesi Banten, baru saja terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Umum DPP Apdesi periode 2021-2026, di Jakarta pada Minggu 19 September 2021.
Surta Wijaya menjadi orang Banten pertama yang menjadi pucuk pimpinan DPP Apdesi. “Alhamdulillah, saya mengucapkan syukur tak terhingga. Ini berkat doa dan dukungan semua pihak, saya tepilih menjadi Ketum DPP Apdesi,” ujar Surta Wijaya seperti dikutip dari kanaltangerang.
SurtaWijaya yang merupakan Kepala Desa Babakan Asem, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, ini menuturkan bahwa setelah diberikan amanah untuk memimpin DPP Apdesi, dirinya beserta jajaran pengurus akan segera melakukan konsolidasi organisasi.
Menurut dia, hal ini dimaksudkan agar mesin oganisasi bisa langsung bergerak untuk melakukan konsolidasi hingga kepengurusan tingkat kecamatan di seluruh Indonesia.
Surta Wijaya mengakui tugas tersebut tidak mudah karena menyangkut urusan kemajuan nasional bangsa Indonesia. “Ini memang bukan tugas ringan. Insya Allah Apdesi akan memberikan kontribusi pemikiran dan tenaganya untuk kemajuan bangsa dan negara,” kata Surta Wijaya menjelaskan.
Permintaan terhadap hunian dan ruang komersial berkonsep loft di wilayah Bogor terus menunjukkan potensi pertumbuhan yang kuat.
TODAY TAGDi tengah keterbatasan akses akibat kondisi geografis kepulauan, SD Negeri Pulo Panjang 2, Kabupaten Serang, mendapat tambahan fasilitas pendidikan melalui program Bridge Banten dari PT PLN (Persero) UID Banten.
Orang tua mana yang tidak hancur hatinya, ketika melihat anaknya tersakiti? Terlebih jika peristiwa menyakitkan itu terjadi di lingkungan sekolah, tempat yang semestinya menjadi ruang aman bagi anak untuk belajar, bertumbuh
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews