Camat Jatiuwung Ajak 6 Perusahaan Bedah 4 Rumah Warga Senilai Rp 200 Juta
Jumat, 9 Oktober 2026 | 21:12
Percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat membutuhkan keterlibatan banyak pihak.
TANGERANGNEWS.com-Sosok Arsid, tidak hanya dikenal sebagai tokoh masyarakat Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Di kalangan birokrat, ia juga sudah tidak asing karena lebih dari 30 tahun menjalani profesi di pemerintahan.
Pria kelahiran 25 Agustus 1964 ini merupakan lulusan tahun 1989 APDN Bandung. Ia mulai berkarir pada tahun 1992, sebagai Kepala Kaur Pemerintahan Kecamatan Pamulang Tangerang, seperti dikutip dari Kabar Tangsel, Minggu 30 Oktober 2022.
Arsid merintis karirnya dari bawah hingga berhasil mencapai jabatan sebagai Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Tangerang pada 2014. Namun jabatan itu hanya dijalani sampai 2015, karena ia mengundurkan diri lantaran maju menjadi Calon Wali Kota Tangsel.
Arsid yang meraih gelar Doktor Administrasi Publik di Universitas Padjajaran pada tahun 2018 ini, juga mengajar sebagai dosen S1 maupun Pascasarjana di Universitas Pamulang (Unpam) sejak tahun 2011.
Di dunia politik, Arsid sempat maju pada Pilkada Kota Tangsel tahun 2010 dan 2015. Debut pertamanya menjadi Calon Wali Kota Tangerang Selatan berpasangan dengan Andre Taulany. Namun ia kalah suara dari pasangan Airin Rachmi Diany-Benyamin Davnie.
Di pilkada selanjutnya, dia kembali maju berpasangan Elvier Ariadiannie, meski akhirnya, harus kalah lagi dari pasangan petahana.
Kini ia dikabarkan telah berpulang ke Rahmatullah pada Minggu 30 Oktober 2022. Rekan perjuangannya di Pilkada 2010, Andre Taulany juga mengucapkan duka cita terhadap kepergian Arsid.
Percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat membutuhkan keterlibatan banyak pihak.
TODAY TAGRencana pemerintah menggratiskan biaya pendidikan negeri dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi masih dalam tahap penyusunan.
Bagi sebagian besar orang, dunia akademik dan politik adalah dua kutub yang berbeda. Yang satu adalah menara gading tempat para pemikir memburu kebenaran, sementara yang lain adalah arena berlumpur tempat kekuasaan diperebutkan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews