Connect With Us

Uten Senang Kritisi Pembangunan di Tangsel

| Selasa, 6 Desember 2011 | 20:34

Uten Sutendy. (tangerangnews / dira)

Bagi pria yang satu ini, kritis adalah menjadi bagian gaya hidupnya. Tak pelak dirinya bergabung pada sebuah organisasi massa  yang kini juga telah menjadi partai di Indonesia, yakni Partai Nasional Demokrat (Nasdem).

 
Ya, dia adalah Uten Sutendy. Bagi Uten, tidak mudah menjadi seorang yang pengeritik, dirinya kadang mendapat cemoohan. Uten pun mengaku senang mengkritisi pembangunan di Kota Tangsel.

 Salah satu yang dikritiknya adalah keinginannya agar Kota Tangsel segera memiliki Ketua Kadin. Bahkan dirinya mendesak agar ada pemilihan Kadin kembali, dengan menggelar musyawarah kota. “Kadin harus ada, dan dipilih ulang dengan menggelar musyawarah kota,” jelasnya. (DRA)

BANDARA
Komisi VII DPR RI Tegur Pengelola Bandara Soekarno-Hatta Soal Banjir hingga Delay

Komisi VII DPR RI Tegur Pengelola Bandara Soekarno-Hatta Soal Banjir hingga Delay

Jumat, 16 Januari 2026 | 22:13

Komisi VII DPR RI memberikan teguran terkait masalah banjir, kemacetan hingga delay penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kota Tangerang. Masalah klasik ini dinilai dapat menghambat kemajuan pariwisata Indonesia.

KAB. TANGERANG
103 Rumah di Solear Tangerang Rusak Dihantam Puting Beliung

103 Rumah di Solear Tangerang Rusak Dihantam Puting Beliung

Jumat, 23 Januari 2026 | 18:10

Angin puting beliung melanda Desa Cikuya, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang hingga merusak ratusan rumah warga dan sejumlah infrastruktur lingkungan.

SPORT
John Herdman Merasa Pikul Tanggung Jawab Besar Usai dengan Lagu Indonesia Raya

John Herdman Merasa Pikul Tanggung Jawab Besar Usai dengan Lagu Indonesia Raya

Selasa, 20 Januari 2026 | 08:25

Pelatih baru Tim Nasional (Timnas) Indonesia mengungkapkan kesannya usai mendengar pemutaran lagu kebangsaan Indonesia Raya, Selasa, 13 Januari 2026, lalu.

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill