Connect With Us

Iwan Fals Akui Gagal Mendidik Anak

| Rabu, 22 Juli 2009 | 12:45

TANGERANGNEWS-Khusus dalam rangka menyambut Hari Anak Nasional, Iwan mengundang Kak Seto bersama program homeschooling untuk anak jalanan dan kurang beruntung. Mereka disumbang dan dihibur. Iwan juga menyelenggarakan konser rutin di kediamannya di Leuwinanggung, Depok. Suami Rosana Listanto itu jadi teringat kepedihan sepeninggal Galang dan menganggap dirinya ayah yang gagal. Berikut petikan wawancara dari Ayah Galang Rambu Anarki (almarhum), Annisa Cikal Rambu Bassae, 24, dan Raya Rambu Rabbani, 6, Rabu (22/7) Mengapa membuat acara seperti ini? Anak masa depan kita semua. Saya ingin sekali menghibur, tapi nggak ada lagu-lagu saya yang cerah tentang anak-anak. Ada sisi yang belum terang dari lagu anak-anak tahun 80-an. Tapi, di bawah sadar, terus terang, saya merindukan anak saya yang mempunyai mimpi indah, harapan, dan mewujudkannya. Kebetulan saya juga ayah yang merasa tidak mampu memberikan dua hal, nutrisi dan lingkungan yang sehat buat anak saya sampai meninggal (Galang Rambu, anak pertamanya, meninggal dunia, Red). Tapi, alhamdulillah saya diberi kesempatan mengalami badai itu," bebernya. Maksudnya? Saya termasuk ayah yang gagal. Saya merasa gagal dalam mendidik anak, terutama almarhum Galang. Kesulitan memberikan pendidikan yang baik dan memengaruhi lingkungan untuk sehat. Begitu di luar rumah, saya tidak bisa menjaga dia. Bergantung sama lembaga yang ada, tapi lembaga yang ada sibuk sama diri sendiri. Perhatian terhadap anak berkurang. Jadi, ini adalah koreksi? Sekarang belum tentu benar. Kita menjaga di rumah setengah mati terus menyekolahkan ke yang punya standar bagus, tapi lingkungannya nggak bagus. Kita tahu sendiri ada permen narkoba. Belum lagi soal internet. Sudah menemukan pola asuh yang pas? Saya nggak paham soal itu. Hanya naluri. Saya merasa kesulitan untuk melindungi anak. Kesulitan mencari teman bergaulnya, sekolahnya, dan tempat bermain. Tapi, bukan berarti saya nggak berusaha. Saat kesulitan itu, solusinya bagaimana? Saya nggak tahu. Tapi, jarang menemukan sekolah dengan guru yang ceria. Masuk ke kelas, gurunya sudah merengut. Persoalan di rumah mungkin terbawa masuk ke kelas. Sementara, anak itu fotokopi yang dewasa. Saya akan tetap berusaha, kewajiban sebagai orang tua "membongkar" untuk mendapatkan lingkungan yang sehat. Saat ini, seberapa besar Raya dan Cikal memberikan inspirasi? Anak itu energi yang tidak habis-habisnya. Cikal juga ibunya. Keluarga saya. Juga keponakan saya. Saya kebetulan senang karate. Di karate itu, ada tujuan; kembali seperti bayi, murni dan kosong. Saya juga sedang mencari makna tersebut dalam kehidupan saya. (jpnn)
OPINI
Menakar Tuan Baru Mesin Birokrasi

Menakar Tuan Baru Mesin Birokrasi

Jumat, 18 September 2026 | 20:40

Pergantian pimpinan di kementerian keuangan selalu menjadi diskursus publik yang sangat didominasi oleh analisis terkait stabilitas ekonomi makro dan fluktuasi pasar modal.

BANTEN
Meski Abu Vulkanik Anak Krakatau Mereda, Dokter Ingatkan Risiko yang Mengintai Kesehatan Pernapasan 

Meski Abu Vulkanik Anak Krakatau Mereda, Dokter Ingatkan Risiko yang Mengintai Kesehatan Pernapasan 

Selasa, 29 September 2026 | 08:37

Erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda yang berlangsung sejak awal September 2026 mulai mereda. Namun, paparan abu vulkanik yang sebelumnya menyebar ke sejumlah wilayah tetap perlu menjadi perhatian karena dapat berdampak pada kesehatan

AYO! TANGERANG CERDAS
Menkeu Suahasil Sebut Rencana Pendidikan Gratis SD hingga Perguruan Tinggi Belum Punya Anggaran Khusus

Menkeu Suahasil Sebut Rencana Pendidikan Gratis SD hingga Perguruan Tinggi Belum Punya Anggaran Khusus

Jumat, 25 September 2026 | 10:54

Rencana pemerintah menggratiskan biaya pendidikan negeri dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi masih dalam tahap penyusunan.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill