Connect With Us

Festival Cisadane Tangerang Pukau Jutaan Mata

Denny Bagus Irawan | Senin, 25 Mei 2015 | 09:07

Festival Cisadane 2015 (Dira Derby / TangerangNews)

TANGERANG-Atraksi rampag bedug, tarian tradisional dan parade 100 perahu mengawali dibukanya Festival Cisadane 2015,  Sabtu (23/05) di Bantaran Sungai Cisadane. Pesonanya kembali menarik jutaan pasang mata pengunjung, tak hanya dalam kota namun luar kota.

 
Keramaian dan kegembiraan itu tersaji saat Walikota Tangerang H. Arief R. Wismansyah membuka hajatan tahunan Kota Tangerang yang turut didampingi Ketua DPRD Kota Tangerang, unsur Muspida serta para pejabat di lingkup Pemkot Tangerang dan para tokoh budaya.   
 

“Saya senang semuanya terlihat antusias  dan penuh suka cita dalam menyambut festival ini”, ujar Walikota.

Cisadane
 
Walikota menuturkan acara ini tentunya tidak hanya digelar untuk mempromosikan budaya daerah dan pariwisatanya, tapi juga untuk memaksimalkan potensi daerah dan memberikan semangat kepada masyarakat untuk bersama-sama membangun Kota Tangerang.
 

Potensi dan nilai eksotisme Sungai Cisadane maupun bangunan tua, yang berada di Kawasan Pasar Lama seperti Benteng Heritage, Rumah Burung,  Boen Tek Bio, Mesjid Kali Pasir, dan sebagainya tentu menjadi pemandangan yang khas di Kota Tangerang yang harus terus dijaga karena selain mempunyai nilai historis juga sebagai aset kota yang dapat turut berdampak positif pada kemajuan masyarakat dan Kota Tangerang.


“Kota ini akan LIVE atau hidup karena kepedulian semua. Mari bersama kita jadikan kota ini semakin baik,” serunya dihadapan para tamu serta masyarakat yang memadati kawasan Bantaran Sungai Cisadane.
 

Melalui Festival Cisadane ini, selainuntuk melestarikan budaya juga untuk meningkatkan kualitas lingkungan, termasuk  kualitas kebersihan sungai dan air. 
 

Sehingga keberadaan Sungai Cisadane tak hanya sebagai ikon atau landmark kota akan tetapi juga sebagai sumber daya alam yang mampu menjadi potensi ekonomi bagi masyarakat dan Kota Tangerang. Layaknya kota-kota lain di Negara maju seperti Singapura dan Malaka yang memaksimalkan potensi keberadaan sungai-sungainya.

 

Seperti halnya upaya Kota Tangerang yang tengah dan terus berbenah untuk mewujudkan kota semakin baik dan layak dengan memaksimalkan segala potensi yang ada. Salah satunya keberdaan Sungai Cisadane. Untuk itu, ajak Walikota mari kita bersama-sama menjaga kualitas air di Sungai Cisadane dengan tidak membuang sampah sembarangan dan menjaga lingkungan agar selalu bersih dan hijau..

 

Selain itu, Walikota juga mengatakan beberapaevent baru sengaja digelar untuk mengakomodasi berbagai potensi lokal agar semakin terangkat, sekaligus menumbuhkan partisipasi dan kepedulian masyarakat akan daerahnya. Diantaranya Cisadane Fashion Carnival, Lomba Permainan Tradisional Egrang, Lomba Gebug Bantal, Parade 100 Perahu serta Food Truck yang baru pertama kali digelar.

 
Bahkan Walikota dan Wakil Walikota turut menikmati asyiknya berolahraga air di Sungai Cisadane dengan melakukan Jetski bersama dengan unsur Muspida.

HIBURAN
Mulai Maret 2026 Bakal Ada Bioskop Mini di Alfamart, Lokasi Pertamanya di Gading Serpong

Mulai Maret 2026 Bakal Ada Bioskop Mini di Alfamart, Lokasi Pertamanya di Gading Serpong

Jumat, 20 Februari 2026 | 11:15

Jejaring retail PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk atau Alfamart akan menghadirkan inovasi gerai yang tak hanya sebagai tempat belanja kebutuhan harian, namun juga sarana hiburan bioskop mini bernama “Layar Digi”.

TOKOH
Deretan Kasus dan Kontroversi Habib Bahar Bin Smith, Terbaru Diduga Ikut Aniaya Anggota Banser di Cipondoh

Deretan Kasus dan Kontroversi Habib Bahar Bin Smith, Terbaru Diduga Ikut Aniaya Anggota Banser di Cipondoh

Selasa, 3 Februari 2026 | 21:28

Nama Habib Bahar bin Smith kembali muncul dalam kasus perkara hukum. Ulama kontroversial ini ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di wilayah Cipondoh,

OPINI
Antara Ibadah dan Konsumerisme Ramadhan yang Semakin Komersial

Antara Ibadah dan Konsumerisme Ramadhan yang Semakin Komersial

Jumat, 27 Februari 2026 | 17:02

Ramadhan secara teologis dimaknai sebagai bulan penyucian diri, penguatan ketakwaan, dan peneguhan solidaritas sosial. Puasa tidak sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan juga latihan spiritual untuk membangun empati dan keadilan sosial.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill