Dari Hobi Berujung Rezeki, Ratusan Kicau Mania Padati Talaga Bestari Tangerang
Minggu, 14 Juni 2026 | 21:59
Hobi memelihara burung berkicau ternyata tak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga membuka peluang rezeki yang menjanjikan.
TANGERANG-Kota Tangerang memiliki banyak makanan khas. Namun karena keberadaannya yang semakin langka, tidak banyak yang tahu makanan khas kota akhlakul karimah tersebut.
Untuk mewadahi masyarakat yang gemar dengan kuliner daerah, Warung Alkulturasi Tangerang (Wartang) menyajikan bermacam makanan khas Kota Tangerang. Wartang berada di Jalan Kalipasir Raya No 148 A, Pasar Lama, Kota Tangerang. Letaknya berada persis di seberang Sungai Cisdane.
Makanan yang disediakan di Wartang ini memiliki perpaduan tujuh budaya, diantaranya Banten, Betawi, Arab, China, Sunda, Jawa dan Eropa. Hal ini tak lepas dari sejarah masyarakat Kota Tangerang yang multikulur dan multietnis.
Berbagai makanan tersebut seperti Nasi Bakar Cisadane yang terdiri dari berbagai rasa, Nasi Ulam, Mie Nyemek, Ayam Bakar Madu, Ayam Penyet dan Kremes. Untuk minumannya, seperti es Kuwut, Es Jelly Pelangi dan Es Campur Wartang.
Tak hanya itu, berbagai makanan ringan pun tersedia, seperti Ondar-andir, Roti Konde, Empleng Susu Keju, Kue Keranjang Goreng , Macaroni Cece, dan Lidi-lidian.
Owner Wartang Faiz Alatas mengatakan, Wartang didirikan sejak tahun 2011. Menu-menu makanan khas yang ada, dia peroleh dari survey ke pelosok-pelosok kampung di Kota Tangerang selama tiga bulan. “Semua makanan saya pelajari langsung dari pembuatnya, bahannya pun pakai produk khas Kota Tangerang, seperti Kecap Benteng,” jelasnya, Senin (21/12).
Menurut pria yang tinggal di Kelurahan Suka Sari, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang ini, dibentuknya Wartang tak lepas dari silsilah keluarganya yang berasal dari berbagai budaya. Selain itu juga karena kecintaannya kepada Kota Tangerang.
“Di keluarga saya campuran antara Arab dan China, ini secara genetik mengalir ke saya. Dan saya membuat Wartang ini untuk menjelaskan Kota Tangerang dalam satu kata,” katanya.
Faiz menjelaskan, rumah makannya ini sering menjadi tempat kegiatan Kang Nong Kota Tangerang. Dia juga kerap diundang Wali Kota Tangerang untuk menyajikan makanan kepada tamu-tamu daerah ataupun festival kuliner yang digelar Pemerintah setempat.
“Pengunjung kami juga tidak hanya dari luar daerah, tapi juga dari mancanegara seperti Australia, Singapura, Brunei dan Skotlandia,” katanya.
Hobi memelihara burung berkicau ternyata tak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga membuka peluang rezeki yang menjanjikan.
TODAY TAGSlamet Suradio, masinis yang selamat dari peristiwa tabrakan kereta api dalam Tragedi Bintaro 1987, meninggal dunia pada Rabu, 3 Juni 2026, dini hari.
Sebanyak 10 orang warga negara Indonesia (WNI) yang baru kembali dari Bangkok, Thailand, langsung ditangkap aparat Badan Narkotika Nasional (BNN) di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang.
Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Banten bersama Bea Cukai Merak menggagalkan upaya peredaran 8.262.000 batang rokok ilegal bernilai miliaran rupiah di kawasan Pelabuhan Penyeberangan Merak-Bakauheni, Kamis 11 Juni 2026.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews