Connect With Us

Menyibak Keindahan Air Terjun Mata Jitu di Pulau Moyo

Denny Bagus Irawan | Minggu, 24 April 2016 | 14:00

Air Terjun Mata Jitu (Bello.id / (Foto : pulaumoyo.com))

Pulau Moyo terkenal sebagai surga para traveler di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Lanskap alam, pantai yang sepi dengan lautnya yang jernih menjadi daya tarik tersendiri bagi Anda saat traveling ke sini.

Akan tetapi, tak hanya terkenal dengan pantainya saja. Di salah satu sudutnya, Pulau Moyo ternyata juga menyimpan air terjun yang sangat eksotis.

Air terjun tersebut dikenal dengan nama Mata Jitu. Nama Air Terjun Mata Jitu kian tersohor karena konon air terjun ini pernah dikunjungi oleh Putri Diana.  

Baca Selanjutnya :  Menyibak Keindahan Air Terjun Mata Jitu di Pulau Moyo

BANDARA
AirNav Indonesia Perkuat Kualitas Layanan Navigasi dengan Australia Lewat Program ITSAP

AirNav Indonesia Perkuat Kualitas Layanan Navigasi dengan Australia Lewat Program ITSAP

Jumat, 3 Juli 2026 | 18:31

AirNav Indonesia dan Airservices Australia (ASA) resmi menutup rangkaian program Indonesia Transport Safety Assistance Package (ITSAP) di Kantor Pusat AirNav Indonesia, Kota Tangerang.

TOKOH
Masinis Penyintas Tragedi Bintaro 1987 Slamet Suradio Tutup Usia di Umur 87 Tahun

Masinis Penyintas Tragedi Bintaro 1987 Slamet Suradio Tutup Usia di Umur 87 Tahun

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:53

Slamet Suradio, masinis yang selamat dari peristiwa tabrakan kereta api dalam Tragedi Bintaro 1987, meninggal dunia pada Rabu, 3 Juni 2026, dini hari.

NASIONAL
Jaga Daya Beli Masyarakat, Pemerintah Putuskan Tarif Listrik PLN Tidak Naik hingga September 2026

Jaga Daya Beli Masyarakat, Pemerintah Putuskan Tarif Listrik PLN Tidak Naik hingga September 2026

Jumat, 3 Juli 2026 | 21:48

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan tarif listrik PT PLN (Persero) untuk periode Juli hingga September 2026 tetap berlaku tanpa kenaikan.

OPINI
Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Sabtu, 4 Juli 2026 | 22:29

Dalam khazanah sosiologi organisasi, Muhammadiyah sedianya merupakan antitesis bagi tradisi patrimonial. Persyarikatan ini berdiri di atas fondasi otoritas legal-rasional, di mana legitimasi kepemimpinan berakar pada kompetensi dan kaderisasi

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill