2 Penerbangan Dibatalkan Dampak Kabut Asap Karhutla, Bandara Soetta Siapkan Langkah Mitigasi
Jumat, 16 Oktober 2026 | 19:40
Bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia berdampak langsung pada sektor penerbangan.
TANGERANG – Liburan bisa menjadi godaan bagi Anda untuk menyantap berbagai makanan. Apalagi bagi Anda yang berlibur ke tempat dengan banyak kuliner khas.
Namun, Anda juga perlu hati-hati. Alih-alih bersenang-senang saat berlibur, kesehatan Anda bisa terganggu jika makan tak sesuai porsi normal. Berat badan pun terancam naik.
Lakukan hal-hal ini agar berat badan Anda tetap ideal selama liburan.
1. Perhatikan porsi
Tidak ada salahnya mencoba berbagai jenis kuliner yang ada di daerah yang Anda kunjungi. Namun, Anda perlu membatasi porsinya. Caranya bisa dengan memesan beberapa makanan sekaligus namun dalam porsi-porsi kecil.
Jadi Anda bisa mencicipi semua makanan sambil tetap menjaga porsi sesuai kemampuan tubuh.
2. Kunyah secara perlahan
Saat beberapa kuliner tersaji di atas meja, Anda pasti sudah tak sabar ingin melahap semuanya. Namun, tak perlu buru-buru.
Tips lainnya adalah mengunyah makanan pelan-pelan. Selain mencegah Anda makan dalam jumlah yang banyak, mengunyah pelan-pelan juga bisa membuat sistem pencernaan lebih siap menerima makanan yang masuk.
3. Batasi minuman bersoda dan alkohol
Soda dan minuman beralkohol merupakan minuman yang berkalori tinggi.
Minuman jenis ini juga dapat mempersulit Anda untuk mengendalikan nafsu makan. Jadi sebaiknya hindari minuman tersebut dan pilihlah minuman yang lebih sehat seperti jus buah atau es kelapa muda.
Baca selengkapnya di sini.
Bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia berdampak langsung pada sektor penerbangan.
TODAY TAGKematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
Orang tua mana yang tidak hancur hatinya, ketika melihat anaknya tersakiti? Terlebih jika peristiwa menyakitkan itu terjadi di lingkungan sekolah, tempat yang semestinya menjadi ruang aman bagi anak untuk belajar, bertumbuh
Solana memasuki akhir 2026 dengan sejumlah katalis yang dapat menentukan arah harga SOL. Pertumbuhan ekosistem, aktivitas jaringan, pengembangan aplikasi terdesentralisasi, serta kondisi pasar kripto menjadi faktor fundamental yang perlu
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews