Connect With Us

Mengenal Seluk Beluk Kode Rahasia di Museum Sandi Yogyakarta

Rangga Agung Zuliansyah | Rabu, 21 Maret 2018 | 13:00

| Dibaca : 1290

Museum Sandi Yogyakarta. (Istimewa / Istimewa)


TANGERANGNEWS.com-Yogyakarta bukan cuma terkenal dengan budaya Jawa yang kental. Tapi ternyata, di kota ini terselip destinasi unik berupa sebuah museum yang mengoleksi peralatan untuk berkirim pesan rahasia. Keren, kan? Terletak di Kotabaru, bangunan museum ini masih bergaya kolonial, namanya Museum Sandi atau yang disebut juga dengan Code Museum.

Konon, museum ini adalah satu-satunya museum kriptografi yang ada di Indonesia. Kalau selain di Indonesia, kita juga bisa menemukan museum kriptografi di Belanda dan Amerika Serikat. So, kita coba jelajahi Museum Sandi yang ada di Yogyakarta, yuk!

TOKOH
Jurnalis Tangerang ini Mendongeng hingga ke Lampung Selatan

Jurnalis Tangerang ini Mendongeng hingga ke Lampung Selatan

Minggu, 13 Mei 2018 | 19:00

TANGERANGNEWS.com-Budi Sabarudin, salah satu jurnalis Tangerang selain berprofesi sebagai pewarta juga dikenal sebagai pendongeng. Bahkan kiprah pria yang akrab disapa Budi Euy ini telah merambah hingga ke Lampung Selatan.

KAB. TANGERANG
249 Warga Binaan Klas I Tangerang Dapat Remisi Kemerdekaan

249 Warga Binaan Klas I Tangerang Dapat Remisi Kemerdekaan

Jumat, 17 Agustus 2018 | 14:26

TANGERANGNEWS.com-Ratusan warga binaan pemasyarakatan Rumah Tahanan (rutan) Klas 1 Tangerang mendapatkan remisi saat

MANCANEGARA
Sadis, Wanita Ini Diperkosa Lalu Dibakar Hingga Tewas

Sadis, Wanita Ini Diperkosa Lalu Dibakar Hingga Tewas

Senin, 16 Juli 2018 | 19:00

TANGERANGNEWS.com-Seorang wanita diperkosa dan dibakar hidup-hidup hingga tewas oleh sekelompok pria di India. Dari lima pelaku, dua diantaranya telah ditangkap kepolisian setempat.

OPINI
Tantangan Profesi Polisi Zaman Now

Tantangan Profesi Polisi Zaman Now

Rabu, 18 Juli 2018 | 18:00

TANGERANGNEWS.com-Anak saya yang baru menapaki usia lima tahun terpesona tayangan di sebuah televisi swasta. Di usia yang belum dapat menggunakan nalar sebagai kelengkapan berfikir itu, ia justru telah hapal slogan yang

"Kita tidak boleh menerima nasib buruk dan pasrah menerimannya sebagai kutukan. Kalau kita mau hidup bebas, kita harus belajar untuk terbang"

Gie