Connect With Us

Menilik Kisah Malin Kundang di Pantai Air Manis Padang

Mohamad Romli | Rabu, 26 September 2018 | 12:00

Pantai Air Manis. (kincialincia / kincialincia)

TANGERANGNEWS.com-Kalau kamu orang Indonesia asli, pasti sudah nggak asing ya dengan legenda Malin Kundang. Cerita rakyat dari Sumatera Barat ini sudah diperkenalkan kepada anak-anak sejak kecil. Nggak heran sih, mengingat pesan moral yang disampaikan dalam kisah ini memang sangat perlu ditanamkan kepada setiap individu sedini mungkin.

Puncak cerita Malin Kundang ada pada bagian akhirnya, yakni ketika sang ibu mengutuknya karena durhaka. Dengan kecamuk amarah, air mata, dan kekecewaan sang ibu, di tepi pantai itu, Malin Kundang berubah menjadi  batu berbarengan petir yang menyambar. 

Walaupun tahu itu sebuah dongeng, tetapi nggak lantas membuat saya terkadang masih bertanya-tanya kebenaran kisah Malin Kundang. Pertanyaan soal kira-kira di mana lokasi yang digunakan juga sering menghampiri saya versi anak kecil. Barulah selepas SMA, saya mendengar ada sebuah pantai di Padang yang mempunyai batu menyerupai wujud si Malin.

Namanya Pantai Air Manis. Saya akhirnya baru sempat berkunjung ke pantai ini—sekaligus menjejakkan kaki di Padang untuk kali pertama—sekitar empat bulan silam. Berbekal tiket penerbangan hemat yang saya dapat di website Airy, saya pun berkesempatan ke ibukota Sumatera Barat ini selama empat hari.

Saat itu saya mengambil penerbangan Padang dengan jadwal sore. Ternyata cukup banyak penerbangan yang dibuka untuk jalur ini. Maskapainya juga banyak kok, mulai dari Garuda Indonesia, Citilink, Batik, Lion, dan Sriwijaya. Saya memilih menggunakan tiket Lion Air karena tentu saja paling hemat.

Source : tripadvisor

 

Oke, langsung ke pembahasan soal Pantai Air Manis saja, ya. Pantai ini sendiri lokasinya nggak terlalu jauh dari pusat kota Padang, yakni sekitar 25 menit perjalanan. Tepatnya, objek wisata ini ada di Kelurahan Air Manis (maka dari itu pantainya dinamakan demikian). Saya menggunakan motor sewaan untuk sampai ke sana. Harga sewanya Rp50.000,00 per hari.

Begitu tiba... rupanya cukup ramai oleh pengunjung. Yah, wajar saja, sih. Pantai ini sepertinya memang jadi destinasi wisata populer baik di kalangan masyarakat lokal maupun wisatawan. Selain wajah khas nusantara, saya juga menemukan beberapa turis asing yang ada di Pantai Air Manis. 

Soal fasilitas di Pantai Air Manis pun nggak tanggung-tanggung, lho. Pengunjung bisa makan santai di warung, menyewa papan seluncur dan bersaing dengan bule yang surfing, belanja suvenir karang yang cantik-cantik, sampai bermain ATV. Karena nggak bisa berselancar dan bosan sekadar duduk-duduk, saya sempat mencoba ATV. Tarifnya Rp100.000,00 per jam. Lalu di mana hubungannya pantai ini dengan sejarah si Malin?

Source : detik

 

Sabar, sabar. He he. Jadi, di pantai berpasir putih kecokelatan ini ada bebatuan yang menyerupai tubuh seorang lelaki dalam posisi bersujud. Di sekitarnya, bebatuan lain pun seolah berwujud pecahan kapal. Begitu melihat bebatuan ini, saya menelan ludah. Wujudnya sangat mirip dan membuat saya jadi bertanya-tanya kembali : apakah kisah Malin Kundang memang sebatas legenda, atau sesungguhnya memang kenyataan? 

Walapun pemandangan di Pantai Air Manis cukup menarik dan pengalaman menjelajahi sekitar pantai dengan ATV menyenangkan, hal paling berkesan buat saya tetaplah si batu Malin itu. Saya agak skeptis awalnya, tetapi begitu melihatnya sendiri, ada sedikit harapan untuk percaya bahwa kisah itu nyata. Ah, entah, lah.

Mungkin kamu bisa datang langsung ke tempat ini untuk membuktikannya. Oh ya, harga tiket masuk Pantai Air Manis Rp5.000,00 saja kok. Murah banget, kan? Kalau nggak salah, ada juga angkutan umum yang bisa mengantarmu untuk sampai sini sehingga lebih mudah.

Nah kalau kamu penasaran dengan tempat ini, jangan lupa untuk memesan tiket pesawat ke Padang untuk liburan kamu selanjutnya ya. Kalau sudah berkunjung, jangan lupa bagikan pendapatmu soal kebenaran kisah ini! Siapa tahu ada yang awalnya skeptis jadi mulai goyah keyakinannya seperti saya. Selamat berlibur!

 

 

KOTA TANGERANG
Sky Bridge Penghubung Stasiun Batuceper-Terminal Poris Plawad Bakal Dibangun 2027

Sky Bridge Penghubung Stasiun Batuceper-Terminal Poris Plawad Bakal Dibangun 2027

Senin, 15 Juni 2026 | 17:25

Pembangunan jembatan penyeberangan layang (Sky Bridge) yang akan menghubungkan langsung Stasiun Batuceper dengan Terminal Poris Plawad, Kota Tangerang ditargetkan mulai realisasi tahun 2027.

WISATA
BSD Bakal Punya Destinasi Wisata Baru Bertema Peternakan Seluas 3,8 Hektare

BSD Bakal Punya Destinasi Wisata Baru Bertema Peternakan Seluas 3,8 Hektare

Kamis, 11 Juni 2026 | 17:59

Destinasi wisata peternakan pertama dan satu-satunya di kawasan BSD City bernama bernama Dairyland at Hiera BSD segera hadir untuk memenuhi kebutuhan bermain keluarga modern di Jabodetabek.

BANTEN
Update Klasemen Sementara POPDA XII Banten 2026, Kota Tangerang Kantongi 65 Medali Emas

Update Klasemen Sementara POPDA XII Banten 2026, Kota Tangerang Kantongi 65 Medali Emas

Selasa, 16 Juni 2026 | 07:13

Kontingen Kota Tangerang masih kokoh di puncak klasemen sementara Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) XII Banten 2026 yang berlangsung di Kota Cilegon.

TEKNO
Pelanggan Telkomsel di Jabotabek-Jabar Bisa Nobar Piala Dunia Cuma Modal Paket Rp25 Ribu

Pelanggan Telkomsel di Jabotabek-Jabar Bisa Nobar Piala Dunia Cuma Modal Paket Rp25 Ribu

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:05

Menyambut momentum Piala Dunia 2026, Telkomsel bersama TVRI menghadirkan ‘Bola Gembira MAXStream TV’ sebagai solusi agar masyarakat Indonesia di berbagai wilayah, tetap dapat menikmati setiap pertandingan secara lebih fleksibel.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill