Dapat Subsidi Rp3 Juta, Pelunasan Haji Reguler 2027 Cuma Rp23,2 Juta
Rabu, 7 Oktober 2026 | 21:41
Komisi VIII DPR RI bersama Pemerintah resmi menyepakati Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Tahun 1448 H/2027 M.
TANGERANGNEWS.com-Di tengah hiruk pikuk Kota Tangerang Selatan (Tangsel), ternyata terdapat ruang terbuka hijau yang menjadi tempat favorit warga untuk menikmati suasana.
Dilansir dari Wartakota, tempat tersebut bernama Situ Lengkong. Berlokasi di Kecamatan Serpong yang berada di antara dua kelurahan, yakni Kelurahan Lengkong Karya dan Lengkong Wetan.
Situ lengkong merupakan bekas galian pasir. Tempat ini kerap dijadikan warga untuk menghabiskan waktu seperti memancing, olahraga dan bermain air.
Pantauan di lokasi, warga berdatangan dari berbagai wilayah Tangsel hanya untuk sekadar menikmati asrinya pemandangan sekitar.
Adanya air terjun yang dihasilkan dari turunan daerah aliran sungai (das) kawasan Lengkong, Serpong, menambah keceriaan warga.
Nani, 40, warga Jombang, Ciputat, Kota Tangsel sengaja mengunjungi tempat tersebut bersama temannya.
Alasannya, Situ Lengkong memiliki daya tarik menjadi tempat wisata lokal bagi warga Tangsel.
"Bagus sih, tapi kurang bersih. Ini kan alam asri, jadi butuh perawatan lah," kata Nani saat ditemui di lokasi, Serpong, Rabu (10/6/2020) lalu.
Menurutnya jika kawasan itu dapat dipercantik dengan penataan kawasan yang tepat, akan dapat menarik minat warga luas untuk berkunjung.
"Bagus sebenarnya dari atas, tapi enggak ada apa-apa cuman kebun saja. Kalau ada saung untuk jualan makin bagus," jelasnya.
Komisi VIII DPR RI bersama Pemerintah resmi menyepakati Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Tahun 1448 H/2027 M.
TODAY TAGPemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) terus melengkapi aplikasi Tangsel One dengan berbagai layanan.
Memasuki usianya yang ke-39 di industri properti Tanah Air, LippoLand terus memperluas perannya dari pengembang kawasan menjadi property enabler.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews