Connect With Us

Nasi Uduk Mama Dari Medang Gading Serpong 

Dena Perdana | Rabu, 9 Desember 2020 | 13:00

Nasi Uduk Mama Dari di Medang Lestari, Gading Serpong, Pagedangan, Kabupaten Tangerang. (Denny Bagoes Irawan / TangerangNews.com@2020)

 

TANGERANGNEWS.com-Nasi uduk, satu komponen terpenting dalam keseharian orang Indonesia dari sarapan hingga makan malam. 

Rasanya yang gurih dan menyenangkan ini begitu tepat dipadukan dengan bermacam-macam lauk pauk. Dari telur, ayam, gorengan, bihun, mie,  hingga tempe, nasi uduk adalah pemersatunya.

Tambahkan lalapan dan sambal, maka lengkap sudah pengalaman makan kita. 

 

 

Terlebih di saat begitu banyak berkumpul lauk pauk dari ayam hingga daging ataupun ikan. Nasi uduk tak terelakkan adalah pilihan tepat agar keluarga tercinta lebih menikmati lagi waktu makannya.

Kali ini redaksi merekomendasikan nasi uduk ‘Mama Dari’ di Medang Lestari, Gading Serpong, Pagedangan, Kabupaten Tangerang. Ya, bagi yang dekat di daerah sana dapat merapat. 

Selain murah juga menurut TangerangNews.com enak. Yuk rasakan sediri deh!

 

HIBURAN
Mulai Maret 2026 Bakal Ada Bioskop Mini di Alfamart, Lokasi Pertamanya di Gading Serpong

Mulai Maret 2026 Bakal Ada Bioskop Mini di Alfamart, Lokasi Pertamanya di Gading Serpong

Jumat, 20 Februari 2026 | 11:15

Jejaring retail PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk atau Alfamart akan menghadirkan inovasi gerai yang tak hanya sebagai tempat belanja kebutuhan harian, namun juga sarana hiburan bioskop mini bernama “Layar Digi”.

BISNIS
Atasi Sampah Kemasan, ALVAboard Gandeng Rekosistem Beri Warga Insentif dari Setoran Limbah

Atasi Sampah Kemasan, ALVAboard Gandeng Rekosistem Beri Warga Insentif dari Setoran Limbah

Rabu, 25 Februari 2026 | 16:20

Meledaknya tren belanja online (e-commerce) dan logistik di Indonesia menyisakan tumpukan sampah kemasan yang kini menjadi masalah besar.

OPINI
Antara Ibadah dan Konsumerisme Ramadhan yang Semakin Komersial

Antara Ibadah dan Konsumerisme Ramadhan yang Semakin Komersial

Jumat, 27 Februari 2026 | 17:02

Ramadhan secara teologis dimaknai sebagai bulan penyucian diri, penguatan ketakwaan, dan peneguhan solidaritas sosial. Puasa tidak sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan juga latihan spiritual untuk membangun empati dan keadilan sosial.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill