Connect With Us

Bea Cukai Soekarno-Hatta Perketat Barang Mewah

Rangga Agung Zuliansyah | Kamis, 12 Februari 2015 | 17:19

Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Dira Derby / TangerangNews)

 
TANGERANG-Kantor Bea Cukai Bandara Internasional Soekarno-Hatta memperketat pengawasan tehadap barang mewah yang dibawa penumpang pesawat dari luar negeri.

Pasalnya, penumpang kerap tidak memberitahukan barang mewah yang dibelinya kepada petugas untuk mengindari bea masuk dan pajak.
 
“Jadi kita akan lebih meningkatkan lagi pengawasan lalu lintas penumpang yang membawa bawa barang mewah. Seperti tas, jam tangan, permata yang harganya diatas Rp50 juta bahkan miliaran,” jelas Kepala Kantor Bea Cukai Bandara Internasional Soekarno Hatta Okto Irianti, Kamis (12/2).
 
Okto mengindikasi banyak penumpang pesawat yang tidak melaporkan barang mewah yang dibawanya. Padahal barang mewah tersebut bisa menjadi potensi penerimaan bea masuk dan pajak yang cukup besar.
 
“Kita pernah beberapa kali menindak penumpang yang ketahuan membawa barang mewah, seperti jam tangan. Kotaknya ada di tas, tapi barangnya tidak ada. Kita curiga, kemudian penumpang tersebut diperiksa. Akhirnya ketahuan kalau jamnya disimpan di kantong bajunya. Lalu kita minta untuk membayar pajaknya,” jelasnya.
 
Menurut  Okto, masyarakat Indonesia yang kerap membeli barang mewah dengan merek ternama di luar negeri merupakan fenomena yang tidak masuk akal. Pasalnya, saat ini ada banyak butik dan toko dari merk tersebut yang buka di Indonesia.
 
“Sebenarnya bisa beli juga di Indonesia, seperti tas Louis Vuttion. Barangnya sama dan selisih harganya juga tidak banyak. Cuma kadang masyarakat Indonesia terlalu gengsi,” katanya.
 
Untuk itu, Okto menghimbau kepada masyarakat agar membeli barang-barang tersebut di Indonesia. Kalaupun memang beli barangnya di luar negeri, dia meminta agar bea masuk dan pajaknya dibayar.
 
“Target kita tahun 2015 ini, peneriman bea masuk dan pajak bisa mencapai Rp20 triliun. Salah satu potensi yang besar adalah dari barang mewah. Kita akan fokuskan pada hal itu,” katanya.
 
NASIONAL
Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:45

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.

TANGSEL
Warga Serpong Lagoon Muntaber Massal, Hasil Lab: WTP Tercemar Bakteri E. coli Lebihi Ambang Batas

Warga Serpong Lagoon Muntaber Massal, Hasil Lab: WTP Tercemar Bakteri E. coli Lebihi Ambang Batas

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:46

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengambil langkah tegas menyusul merebaknya kasus gangguan pencernaan dan muntaber yang menimpa warga Perumahan Serpong Lagoon, Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu.

OPINI
Darurat Perundungan, Saatnya Islam Menjadi Solusi Hakiki

Darurat Perundungan, Saatnya Islam Menjadi Solusi Hakiki

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:02

Orang tua mana yang tidak hancur hatinya, ketika melihat anaknya tersakiti? Terlebih jika peristiwa menyakitkan itu terjadi di lingkungan sekolah, tempat yang semestinya menjadi ruang aman bagi anak untuk belajar, bertumbuh

KAB. TANGERANG
Gadis 16 Tahun yang Kabur ke Apartemen PIK 2 Diduga Korban Kekerasan Seksual Modus Pengantin Pesanan

Gadis 16 Tahun yang Kabur ke Apartemen PIK 2 Diduga Korban Kekerasan Seksual Modus Pengantin Pesanan

Jumat, 16 Oktober 2026 | 20:46

Seorang siswi SMK berusia 16 tahun asal Tasikmalaya, Jawa Barat (Jabar) yang dilaporkan kabur ke apartemen kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Kabupaten Tangerang, diduga korban kekerasan seksual warga negara China.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill