Meritokrasi Tanpa Jiwa
Senin, 17 Agustus 2026 | 19:33
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TANGERANGNews.com-PT Angkasa Pura II menyatakan, progress pembangunan rel kereta di Bandara Internasional Soekarno-Hatta saat ini telah mencapai 65 persen.
Public Relation Manager PT Angkasa Pura II Yado Yarismano mengatakan, pembangunan rel kereta sejalan dengan pembangunan Integrated Building sebuah tempat di mana moda transportasi di seluruh area Bandara Soekarno-Hatta terkoneksi di gedung itu. “Dan saat ini, progressnya sudah mencapai 65 persen sampai dengan tanggal 20 November 2016,” ujar Yado, hari ini.
Pembangunan integrated building terlihat dari luar sudah terpasang rangkanya. Terlihat tiang tinggi dan lapisan beton yang membagi antara bagian dasar dengan bagian di sebelah atas bangunan. Disisi sebelahnya terlihat susunan bantalan rel kereta api dan beberapa peron yang telah dibangun di dalam Integrated Building tersebut.
“Semua akan terkoneksi melalui integrated building, tidak hanya kereta bandara tetapi juga kereta tanpa awak atau Automatic People Mover System,” ujarnya.
Proyek kereta Bandara Soekarno-Hatta dan Integrated Building sedianya disiapkan dalam rangka menyambut pagelaran Asian Games tahun 2018. Nantinya, pengguna jasa bandara dapat menuju Bandara Soekarno-Hatta menggunakan kereta dari Stasiun Manggarai dan sebaliknya dari bandara ke Jakarta.
Peringatan kemerdekaan republik ini sejatinya memanggil kembali janji emansipasi yang paling mendasar, yakni pembebasan nalar manusia dari segala bentuk perhambaan feodal.
TODAY TAGSinar Mas Land kembali menorehkan prestasi gemilang di industri properti nasional dengan menyabet empat penghargaan bergengsi sekaligus dalam ajang Golden Property Awards (GPA) People's Choice 2026
Kota Tangerang kembali dipercaya menjadi tuan rumah ajang olahraga nasional dengan menggelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Hockey Indoor 2026 yang diikuti oleh atlet-atlet dari 12 provinsi di GOR Nambo.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews