Mendidik Generasi, Bukan Sekadar Mengawasi
Senin, 19 Oktober 2026 | 20:44
Ada yang patut kita renungkan dari program 108 polisi yang ditugaskan menjadi “Bapak Asuh” bagi pelajar di Kota Tangerang. Sekilas, program ini terdengar menenangkan.
TANGERANGNews.com-Ratusan peserta aksi 112 sudah mulai tampak berdatangan di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang pada Jumat (10/2/2017) siang. Mereka yang datang kebanyakan berasal dari Padang, Medan dan Pontianak.
Mereka datang secara berkelompok. Dengan diperkirakan akan terus berdatangan hingga esok hari. Terpantau di Terminal domestik bandara itu, mereka yang datang umumnya sudah mengenakan pakaian gamis. Ketika ditanya, soal himbauan dari aparat agar tidak melakukan aksi pada 11 Februari 2017, mereka mengaku tak tak surut untuk melakukan demonstrasi.
"Kami sudah semangat. Sebenarnya ada tiga rombongan pesawat yang datang. Tetapi dari pihak maskapai membatalkan penerbangan. Semangat kami tak surut, saya membawa perlengkapan jika nanti ada hal-hal yang menyebabkan bentrokan karena adanya larangan aksi ini," ujar Nunik penumpang asal Medan.
Sedangkan Ahmad Rizal yang juga berasal dari Medan mengatakan, selain kelompoknya. Rekan-rekan lain juga datang dengan bergelombang. "Dan saya tegaskan ini kita biaya sendiri. Tidak ada bantuan dari donatur. Kalau pun ada dari jemaah masjid yang tidak ikut berangkat," terangnya.
Dia juga mengaku, ada sekitar 700 orang dari Medan yang berangkat untuk melaksanakan aksi bela Islam kali ini.
Ada yang patut kita renungkan dari program 108 polisi yang ditugaskan menjadi “Bapak Asuh” bagi pelajar di Kota Tangerang. Sekilas, program ini terdengar menenangkan.
TODAY TAGSolana memasuki akhir 2026 dengan sejumlah katalis yang dapat menentukan arah harga SOL. Pertumbuhan ekosistem, aktivitas jaringan, pengembangan aplikasi terdesentralisasi, serta kondisi pasar kripto menjadi faktor fundamental yang perlu
Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews