Connect With Us

Upaya Bandara Soekarno-Hatta menjadi digital

Denny Bagus Irawan | Minggu, 21 Mei 2017 | 08:00

PT Angkasa Pura II (Persero) menyelenggarakan Seminar dengan tema “Kebangkitan Bandara Digital Indonesia”, dihadiri pula oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan President Director PT AP II Muhammad Awaluddin, (@TangerangNews2017 / Denny Bagoes Irawan)

TANGERANGNEWS.com– Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional, PT Angkasa Pura II (Persero) menyelenggarakan Seminar dengan tema “Kebangkitan Bandara Digital Indonesia”.

Seminar ini dilaksanakan dengan mengusung pendekatan Penta Helix yaitu melibatkan ABCGM yang terdiri dari Academician, Business, Community, Government,  and Media dengan tujuan untuk mencari solusi dan format tentang Resources Collaboration Model, Operation Platform Model,  dan Infrastructure Sharing Model.

Seminar ini terbagi dalam dua sesi dimana Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi membuka seminar sekaligus bertindak sebagai Keynote Speaker.

Kemudian pada sesi-sesi berikutnya seminar ini diisi oleh panelis-panelis yang handal di bidangnya antara lain yaitu Direktur Marketing & Teknologi Informasi Garuda Indonesia Nina Sulistyowati, Direktur Niaga Citilink Indonesia Andy Adrian F, Direktur Bandar Udara Kementerian Perhubungan Bintang Hidayat, Staff Khusus Menteri Pariwisata Bidang Infrastruktur Judi Rifajantoro, Guru Besar ITB Suhono Harso Supangkat, Jurnalis Kompas.com Wahyu Adityo Projo, Travel Blogger Dinni Septianingrum serta Travel Blogger Febrian.

President Director PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin menjelaskan, Resource Collaboration  yang menjadi tema dalam sesi pertama seminar ini merupakan upaya kerjasama atau kolaborasi sumber daya dari pihak terkait dalam suatu supply chain yang tujuan akhirnya adalah untuk meningkatkan experience dari pelanggan di bandara.

"Kami mengharapkan berbagai pihak untuk terlibat dalam pelayanan kepada penumpang agar lebih baik dan tidak saling ‘melempar’ tanggung jawab ke pihak-pihak tertentu karena kita semua adalah kesatuan dalam melakukan pelayanan di bandara," katanya.

Kemudian pada sesi kedua, mengangkat tema Operation Platform dengan mengusung ide keterbukaan informasi yang bertujuan mendukung proses operasi demi memenuhi tingkat ekspektasi dari para pengguna jasa bandar udara.

Dalam hal ini para stakeholders diharapkan dapat saling berbagi informasi secara transparan dan real time dengan menggunakan teknologi berbasis digital.

Pada seminar ini diharapkan masing-masing panelis ABCGM dapat memberikan masukan dan saran untuk tindak lanjut dalam mendukung upaya AP II mengembangkan bandara digital di Indonesia.

Dari sisi Akademisi (Academician) diharapkan dapat memberikan input bagaimana memenuhi kebutuhan sumber daya manusia yang diperlukan dan cara merekrut talent-talent terbaik untuk mendukung perkembangan bandara digital.

Kemudian partner bisnis (Business) dapat memberikan saran bagaimana mengembangkan infrstruktur ICT bandara, mengefisiensikan proses bisnis, mengembangkan produk digital bandara, dan bagaimana menghasilkan strategic partnership  terkait dengan perangkat jaringan, aplikasi, big data, dan lain-lain.

Selain itu Komunitas (Community) diharapkan dapat memberikan masukan yang mampu mengakselerasi penerimaan proses tranformasi digital sekaligus sebagai penghubung antar seluruh stakeholder.

Peran pemerintah (Government) sebagai regulator dapat memberikan masukan dan dukungan dalam hal penyediaan regulasi, deregulasi, infrastruktur, dan sertifikasi operasional untuk mendukung pengembangan bandara digital.

"Terakhir, peran Media sebagai expander  dapat memberikan dukungan dalam membangun awareness publik  serta mengedukasi masyarakat secara luas terhadap implementasi bandara digital," katanya.

Adapun dalam upaya mewujudkan bandara digital di Indonesia, Angkasa Pura II juga akan mengadakan event yaitu Airport Hackathon  pada bulan Agustus 2017, dimana pada event ini AP II akan mengundang dan melibatkan seluruh komunitas IT di Indonesia untuk memberikan masukan dalam rangka meningkatkan pelayanan atau fasilitas digital di bandara.

Pada kesempatan yang sama, dalam seminar ini AP II juga akan meluncurkan secara resmi aplikasi Indonesia Airports.

Aplikasi yang didesain khusus untuk membantu travellers agar dapat memanfaatkan waktu sebaik-baiknya di bandara-bandara Angkasa Pura II. Indonesia Airports hadir sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat luas akan aplikasi di smartphone yang kini telah menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari.

Berawal dari smartphone berbasis android, kini aplikasi ini sudah dapat diunduh di handphone berbasis iOS dengan total pengguna saat ini 2.305 pengguna iOS dan sebanyak lebih dari 15.000 untuk pengguna Android.

SPORT
Boyong Shin Tae-yong, Persija Siapkan Dana Rp545 Miliar untuk Belanja Pemain Musim 2026/2027 

Boyong Shin Tae-yong, Persija Siapkan Dana Rp545 Miliar untuk Belanja Pemain Musim 2026/2027 

Senin, 8 Juni 2026 | 17:38

Persija Jakarta menyiapkan anggaran besar mencapai Rp545 miliar untuk mendukung proyek pembangunan tim bersama pelatih anyar Shin Tae-yong menghadapi kompetisi Super League 2026/2027.

BANTEN
Fasilitas Belajar Makin Lengkap, Program BRIDGE PLN Banten Ubah Wajah SD Negeri Pulo Panjang 2 

Fasilitas Belajar Makin Lengkap, Program BRIDGE PLN Banten Ubah Wajah SD Negeri Pulo Panjang 2 

Senin, 8 Juni 2026 | 23:13

SD Negeri Pulo Panjang 2 di Kecamatan Pulo Ampel, Kabupaten Serang, mulai merasakan perubahan sarana pendidikan melalui program BRIDGE (Banten Renewable Island Development for Global Education).

BISNIS
Dampak Rupiah Melemah, Industri Minuman Kemasan Tertekan Biaya Produksi dan Daya Beli

Dampak Rupiah Melemah, Industri Minuman Kemasan Tertekan Biaya Produksi dan Daya Beli

Jumat, 5 Juni 2026 | 23:57

Industri makanan dan minuman nasional, khususnya sektor minuman kemasan, terus menunjukkan resiliensinya sebagai salah satu tulang punggung manufaktur di Indonesia.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill