Connect With Us

Polemik Lahan Bandara, Warga Benda Gotong Keranda Mayat ke Pengadilan

Achmad Irfan Fauzi | Selasa, 11 Februari 2020 | 12:52

| Dibaca : 1262

Warga yang terdampak saat menunjukan poster penolakannya terhadap proyek pembebasan lahan dalam proyek jalan Tol Serpong, Kunciran-Bandara Soekarno-Hatta. (TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi)

 

TANGERANGNEWS.com–Pembebasan lahan dalam proyek jalan Tol Serpong, Kunciran-Bandara Soekarno-Hatta ternyata belum tuntas.

Warga terdampak proyek jalur cepat yang berlokasi di Kampung Baru, Benda, Kota Tangerang pun bakal menggelar aksi menggotong keranda mayat dan kitab Al-Quran ke gedung Pengadilan Negeri (PN) Tangerang.

Bawaan tersebut untuk menyaksikan dan mendengarkan keputusan hakim dalam sidang perkara konsinyasi yang rencananya digelar pada 5 Maret 2020.

"Kami sepakat akan datang membawa Al-Qur'an dan juga keranda mayat ke PN Tangerang untuk menyaksikan keputusan yang mulia Hakim," ujar Dedi, warga terdampak, Selasa (11/2/2020). 

Pembangunan jalur cepat ini sudah berlangsung sejak 2013 lalu. Namun, hingga kini masih terdapat beberapa bidang lahan yang masih belum terselesaikan dan dihadapkan dengan konsinyasi di pengadilan. 

Semulanya terdapat 72 bidang lahan di lokasi yang terdampak akan proyek nasional ini. Tetapi, tersisa 27 bidang dari ratusan jiwa yang diklaim belum mendapatkan haknya. 

Dedi mengatakan, warga tidak keberatan atas pembangunan proyek ini. Namun, dia meminta pemerintah dapat mengganti untung lahan mereka bukan malah mengganti rugi. 

"Kami tidak pernah menghalangi proyek dari pemerintah pusat ini. Tapi tolong manusiakan kami dalam pembayaran lahan yang sudah kami beli dengan keringat kami," katanya. 

Menurutnya, sebagian warga yang telah menerima pembayaran dikarenakan tidak ingin pusing dengan harga yang ditetapkan saat ini. Tetapi sebagian orang lagi justru mendapat angka yang cukup besar atas lahan mereka. 

"Awalnya tahun 2013 kami mau dibayar Rp1,8 juta dan sekarang hanya Rp2,6 juta. Tapi sebagian orang yang justru memiliki lahan kosong di persawahan malah mendapat Rp10 juta kurang lebih per meternya, ini jelas tidak adil," ungkapnya.(RMI/HRU)

NASIONAL
Nilai Ekspor Indonesia Catat Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah

Nilai Ekspor Indonesia Catat Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah

Kamis, 16 September 2021 | 19:33

TANGERANGNEWS.com-Neraca perdagangan Indonesia pada Agustus 2021 menunjukkan performa yang meningkat dibanding bulan lalu

KOTA TANGERANG
Lumpia Basah Khas Kota Tangerang, Jajanan Kaki Lima yang Bikin Ngiler

Lumpia Basah Khas Kota Tangerang, Jajanan Kaki Lima yang Bikin Ngiler

Kamis, 16 September 2021 | 20:12

TANGERANGNEWS.com-Lumpia Basah Terletak di Jalan Poris Indah Jaya, Kecamatan Batu Ceper, Kota Tangerang tepatnya di depan Gang Blok Ambon, pedagang lumpia basah sudah kembali didatangi oleh pembeli

BANTEN
Kanwil DJP Banten Ungkap Pidana Pajak Rugikan Negara Rp20 Miliar Lebih

Kanwil DJP Banten Ungkap Pidana Pajak Rugikan Negara Rp20 Miliar Lebih

Kamis, 16 September 2021 | 12:00

TANGERANGNEWS.com- Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Banten mengungkap tindak pidana modus penggunaan faktur pajak yang Tidak Berdasarkan Transaksi yang Sebenarnya (TBTS) dilakukan terdakwa Sepi Muharam

MANCANEGARA
WNA Portugal Korban Kebakaran Lapas Tangerang Batal Dikremasi karena Beragama Islam

WNA Portugal Korban Kebakaran Lapas Tangerang Batal Dikremasi karena Beragama Islam

Rabu, 15 September 2021 | 19:48

TANGERANGNEWS.com-Jenazah narapidana warga negara asing (WNA) asal Portugal, Ricardo Ussumane Embalo bin Antonio Embalo, 51, yang menjadi korban kebakaran Lapas Kelas I Tangerang batal Dikremasi

"Membuat Janji dan Menepatinya adalah cara terbaik membangun merek"

Seth Godin