Connect With Us

Pekerja Bandara Soekarno Hatta Jual 200 Surat Keterangan Bebas COVID-19 Palsu

Achmad Irfan Fauzi | Senin, 18 Januari 2021 | 13:53

Anggota Polresta Bandara Soekarno-Hatta beserta jajaranya menunjukan barang bukti insiden pemalsuan surat keterangan bebas COVID-19 dalam jumpa pers, di Mapolresta Bandara Soekarno-Hatta, Senin (18/1/2021). (@TangerangNews / Achmad Irfan Fauzi )

TANGERANGNEWS.com—Jajaran Polresta Bandara Soekarno-Hatta membongkar kasus pemalsuan surat keterangan bebas COVID-19. 

Komplotan ini merupakan sindikat yang sama dengan pelaku yang diungkap oleh Polda Metro Jaya pada Desember lalu 2020. 

Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta Kombes Pol Adi Ferdian Saputra menerangkan ada 15 pelaku yang saat ini sudah diamankan. 

Masing-masing pelaku memiliki peran yang berbeda, mulai dari mencari penumpukan yang membutuhkan surat keterangan bebas COVID-19, hingga membuat surat palsu tersebut. 

"Ada 15 orang yang diamankan, semuanya ini satu komplotan. Mereka punya tugas masing, dan mereka ini juga sebetulnya saling mengenal di lingkungan bandara," ujar Adi dalam jumpa pers di Mapolresta Bandara Soekarno-Hatta, Senin (18/1/2021). 

Komplotan ini rupanya sudah melakukan aksi tersebut sejak Oktober 2020. Diperkirakan jumlah pemesanan surat palsu tersebut mencapai 200 orang. 

"Namun jumlah tersebut kemungkinan bertambah mengingat dalam satu hari jumlah pemesanan bisa mencapai 20 hingga 30 orang," ujarnya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus menambahkan ke-15 tersangka tersebut adalah MHJ, M, ZAP, DS, U alias B, AA, U, YS, SB, S, IS, CY, RAS, dan PA. 

Mereka merupakan pekerja di Bandara Soekarno-Hatta atau pun pernah bekerja di bandar udara terbesar di Indonesia tersebut. 

Menurutnya, para tersangka mengetahui alur dan administrasi soal pemeriksaan kartu sehat bebas COVID-19 kepada penumpang. 

"Pelaku utama atau otaknya adalah mantan relawan berinisial DS yang merupakan relawan validasi KKP Bandara Soekarno-Hatta dan memang relawan pakai kontrak kerja. Rupanya dia belajar dari dalam dan coba bermain," jelas Yusri. 

Untuk meyakinkan para petugas validasi dokumen di Bandara Soekarno-Hatta, DS sampai membuat cap palsu, kop surat palsu, sampai mempunyai PDF asli untuk dipalsukan.

"DS punya PDF sebagai contoh, kop surat farma tex dan dokter-dokter lain. PDF nanti DS ketik sesuai pesanan orang pesan rapid test antibody dan diketik sesuai dengan data pribadi penumpang. Bisa antigen sama PCR," ungkap Yusri. 

Atas perbuatannya tersebut, para tersangka akan disangkakan pasal berlapis yaitu UU nomor 6 tentang Kekarantinaan Kesehatan, UU Nomor 4 tentang wabah penyakit menular,  pasal 263 KUHPidana, dan 268 ayat 1 KUHPidana. (RAZ/RAC)

WISATA
Catat Jadwalnya, Festival Layang-layang Meriahkan Akhir Pekan di Paramount Petals

Catat Jadwalnya, Festival Layang-layang Meriahkan Akhir Pekan di Paramount Petals

Minggu, 18 Oktober 2026 | 12:15

Paramount Petals Tangerang menghadirkan Festival Layang-layang Paramount Petals sebagai pilihan aktivitas akhir pekan bagi keluarga.

HIBURAN
Bisa Beri Makan Hewan, Intip Keseruan Wahana OMD FARM di Mal Ciputra Tangerang

Bisa Beri Makan Hewan, Intip Keseruan Wahana OMD FARM di Mal Ciputra Tangerang

Senin, 2 November 2026 | 16:58

Mal Ciputra Tangerang menghadirkan pilihan rekreasi dan wahana edukasi yang berbeda bagi keluarga, yakni Old MacDonald’s Farm (OMD FARM).

AYO! TANGERANG CERDAS
Ratusan Siswa Ikuti Munsya 2026, Eks Menlu Hassan Wirajuda Dorong Generasi Muda Siap Bersaing 

Ratusan Siswa Ikuti Munsya 2026, Eks Menlu Hassan Wirajuda Dorong Generasi Muda Siap Bersaing 

Minggu, 1 November 2026 | 19:32

Ratusan siswa tingkat SD, SMP, hingga SMA mengikuti Model United Nations Syafana Islamic School (Munsya) 2026 yang digelar di Gedung Ade Kismantoro Secondary pada 31 Oktober hingga 1 November 2026.

KAB. TANGERANG
Pemkab Tangerang Bakal Urus Kepulangan Warga Sepatan yang Disiksa Majikannya di Malaysia

Pemkab Tangerang Bakal Urus Kepulangan Warga Sepatan yang Disiksa Majikannya di Malaysia

Selasa, 3 November 2026 | 22:40

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang berencana mengurus kepulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa Jatimulya, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, bernama Siti Rohaya yang diduga menjadi korban penyiksaan oleh majikannya

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill