Pelatih Persita Puas Meski Tumbang 0-2 dari Persija
Sabtu, 31 Januari 2026 | 20:37
Persita Tangerang harus mengakui keunggulan tim tamu Persija Jakarta setelah kalah dengan skor 0-2 pada pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026.
TANGERANGNEWS.com-Seorang pesepeda berinisial TS tewas setelah terlibat kecelakaan di Jalan Perimeter Utara Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang.
Korban berusia 56 tahun tersebut meninggal setelah ditabrak pengendara sepeda motor pada Rabu, 28 September 2022 malam.
Kecelakaan itu bermula saat TS sedang mengendarai sepeda, dan keluar dari gang untuk bergabung ke jalan Perimeter Utara sekitar pukul 19.30 WIB.
"Sesampainya di lokasi tepatnya di Desa Rawa Burung, pesepeda tersebut ditabrak oleh pengendara sepeda motor yang datang dari arah Bandara Soekarno-Hatta menuju Tangerang," jelas Kasat Lantas Polresta Bandara Soetta Kompol Bambang Askar Sodiq, Kamis, 29 September 2022.
Pengendara sepeda motor berinisial SA, 24, saat itu diduga melaju dengan kecepatan tinggi, dan tidak dapat mengendalikan kendaraannya, sehingga menabrak pesepeda tersebut.
"Korban terpental sejauh kurang lebih 20 meter yang mengakibatkan pengendara sepeda mengalami luka berat di bagian kepala dan meninggal," jelasnya.
Usai kejadian itu, SA yang merupakan warga Kampung Sukamandi, Neglasari, Kota Tangerang dibawa ke Rumah Sakit Mitra Husada Kampung Melayu untuk mendapatkan perawatan.
"Kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan tersebut telah diamankan ke Polresta Bandara Soetta untuk penyelidikan lebih lanjut," pungkasnya.
Persita Tangerang harus mengakui keunggulan tim tamu Persija Jakarta setelah kalah dengan skor 0-2 pada pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026.
TODAY TAGPresiden Prabowo Subianto meyakini sejumlah aksi demonstrasi yang terjadi di Indonesia tidak berdiri sendiri. Ia mengaku memiliki bukti adanya keterlibatan “kekuatan asing” yang berada di balik pergerakan kelompok-kelompok tertentu
Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.
Di Kabupaten Tangerang, lubang jalan bukan lagi anomali. Ia telah menjadi pola. Ia hadir bukan sebagai kecelakaan kebijakan, melainkan sebagai hasil dari pembiaran yang sistematis.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews