Connect With Us

Cegah Vonis Rendah, Pegiat Anti Korupsi Akan Kawal Sidang Korupsi Atut

Mohamad Romli | Kamis, 16 Maret 2017 | 12:00

Gufroni (@tangerangnews 2017 / Mohamad Romli)


TANGERANGNEWS.COM-Pegiat anti korupsi akan mengawal jalannya persidangan korupsi mantan Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta. Hal ini untuk memastikan terjadinya transparansi serta tidak terulangnya vonis ringan sebagaimana yang pernah dijatuhkan majelis hakim kepada adik Atut, Tubagus Chaery Wardana (Wawan).

"Kami akan intens mengikuti jalannya persidangan tersebut, mengingat pembelajaran dari kasus  Wawan yang dijatuhi hukuman ringan karena tidak ada yang mengawal jalannya persidangan," kata Gufroni, Kepala Madrasah Anti Korupsi Universitas Muhamadiyah Tangerang, Kamis (16/3/2017).

Lanjut Gufroni, perkara korupsi Atut yang kini tengah disidangkan terkait dengan korupsi pengadaan alat kesehatan (alkes) di Banten pada tahun 2012 dan pemerasan selama Atut menjabat sebagai Gubenur Banten.


"Sudah dua kali digelar sidang, yaitu Rabu, 2 Maret 2017 dan Rabu, 15 Maret 2017 kemarin, sidangnya setiap hari Rabu, kami akan bergiliran untuk memantau persidangan tersebut," jelasnya.

Masih kata Gufroni, Atut didakwa merugikan keuangan negara Rp79 miliar. Atut disangka melanggar Pasal 2 ayat 1 dan atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP.

"Mengingat dalam dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum KPK dimana Atut didakwa merugikan keuangan negara Rp79 miliar. Daka vonisnya pun harus dijatuhkan dengan seberat-beratnya guna memenuhi rasa keadilan masyarakat khususnya masyarakat Banten," tambahnya

Selain itu, ia juga mengharapkan hukuman tambahan bagi Atut, yaitu dicabutnya hak politik Atut untuk seterusnya dan disitanya harta hasil korupsi tersebut.


"Selain vonis pidana penjara, sangat layak untuk dijatuhi hukuman tambahan berupa dicabutnya hak politik untuk seterusnya serta disita harta hasil korupsi untuk negara," pungkasnya.

AYO! TANGERANG CERDAS
Ini Mapel yang Diujikan dalam Tes Kompetensi Akademik Pengganti UN

Ini Mapel yang Diujikan dalam Tes Kompetensi Akademik Pengganti UN

Jumat, 7 Maret 2025 | 12:16

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah menetapkan daftar mata pelajaran yang akan diujikan dalam Tes Kompetensi Akademik (TKA), yang menjadi pengganti Ujian Nasional (UN) bagi peserta didik sekolah.

BISNIS
Sukses Bangun Komunikasi Publik, Danamon Sabet Penghargaan dari Infobank-Isentia

Sukses Bangun Komunikasi Publik, Danamon Sabet Penghargaan dari Infobank-Isentia

Rabu, 26 Maret 2025 | 17:36

PT Bank Danamon Indonesia Tbk kembali menorehkan prestasi dengan menerima penghargaan dalam ajang 14th Infobank-Isentia Digital Brand Appreciation 2025. Bank ini dinilai berhasil membangun interaksi yang kuat dengan masyarakat

NASIONAL
Sertifikat Tanah Lama Belum Terpetakan, Masyarakat Diimbau Cek ke Kantor Pertanahan

Sertifikat Tanah Lama Belum Terpetakan, Masyarakat Diimbau Cek ke Kantor Pertanahan

Kamis, 3 April 2025 | 14:10

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid mengungkapkan, banyak sertifikat tanah lama yang belum memiliki peta kadastral.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill