Connect With Us

Antisipasi Corona, ABK Kapal Asing Diperiksa Petugas Kesehatan Pelabuhan Banten

Mohamad Romli | Selasa, 28 Januari 2020 | 21:52

Tampak Petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Banten saat melakukan pemeriksaan intensif terhadap awak buah kapal (ABK) yang datang dari luar negeri. (Istimewa / Mohammad Romli)

TANGERANGNEW.com-Petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Banten melakukan pemeriksaan intensif terhadap awak buah kapal (ABK) yang datang dari luar negeri. Pemeriksaan dilakukan sebagai upaya mewaspadai penyebaran virus corona.

Pemeriksaan dilakukan sebelum kapal-kapal asing itu sandar di pelabuhan di Banten. Dokter dari KKP langsung naik ke kapal untuk memeriksa kondisi fisik para ABK. Pemeriksaan bukan sebatas memeriksa pada suhu tubuh saja.

"Khusus untuk asal Cina, pemeriksaan ABK-nya dokternya naik ke atas (kapal) bener-bener diperiksa untuk ABK-nya kecuali pemeriksaan suhu karena kan takutnya mereka habis minum paracetamol suhu tubuh kan langsung turun. Tapi kalau sudah secara fisik dokternya memeriksa, kita memeriksa konjungtivanya juga agak-agak merah begitu, baru kita observasi," kata Kepala Seksi Pengendalian Kekarantinaan dan Surveilance Epidemiologi (PKSE) KKP Banten, Theresia Hermin, Selasa (28/1/2020).

"Setelah yakin clear baru mereka boleh merapat ke dermaga bersama dengan KSOP juga imigrasi juga," tambahnya.

Tak hanya kapal-kapal asal Cina, seluruh kapal asing yang hendak sandar di pelabuhan Banten diperiksa intensif. Hal itu mengingat penyeberan virus corona dilaporkan sudah menyebar ke berbagai negara khususnya Asia.

"Kita lagi melihat perkembangan coronavirus-nya takutnya menyebar ke seluruh dunianya, takutnya kalau mereka sudah ada warga negara Singapura atau Malaysia suspect, nah itu kita lebih waspada lagi karena banyak kapal dari sana," ucapnya.

Petugas kesehatan KKP memang tidak meningkatkan kewaspadaan terkait penyebaran virus tersebut lantaran, kata Theresia, pihaknya sudah mengawasi beberapa penyakit yang mungkin terbawa melalui jalur laut.

"Saat ini kita ada beberapa penyakit yang memang kita awasi yaitu Biole paper dari Brasil dan Afrika, Pes, Folio dari Filipina, Mers dari daerah Timur Tengah. Nah ini nambah satu lagi novel coronavirus. Ini sebenernya tidak menambah kewaspadaan kita karena memang kewaspadaan itu sudah dari awal, memang tupoksi kami," tuturnya. (RMI/RAC)

NASIONAL
Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:45

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.

TANGSEL
Banyak Warga Belum Tersosialisasi, Penutupan Jembatan Merpati Raya Ciputat untuk Rekonstruksi Ditunda

Banyak Warga Belum Tersosialisasi, Penutupan Jembatan Merpati Raya Ciputat untuk Rekonstruksi Ditunda

Kamis, 22 Oktober 2026 | 19:47

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (DSDABMBK) menunda rekonstruksi Jembatan Merpati Raya di Kelurahan Sawah Baru, Kecamatan Ciputat, hingga waktu yang belum ditentukan.

KAB. TANGERANG
Genjot Hasil Panen Padi, Teknologi Pertanian BRIN Diuji Coba di Kabupaten Tangerang

Genjot Hasil Panen Padi, Teknologi Pertanian BRIN Diuji Coba di Kabupaten Tangerang

Jumat, 23 Oktober 2026 | 19:36

Guna meningkatkan produktivitas padi sawah, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk inovasi dan riset ilmiah.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill