Connect With Us

Calon Ketum KSPSI, Dedi Sudarajat : Saatnya KSPSI Berubah

Achmad Irfan Fauzi | Sabtu, 13 Februari 2021 | 13:41

Dedi Sudarajat Ketua DPD KSPSI Provinsi Banten. (Istimewa / Istimewa)

 

TANGERANGNEWS.com—Semakin dekat pelaksanaan Kongres Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) akhir Maret 2021, para kandidat calon ketua umum KSPSI periode 2021-2026 mulai gencar sosialisasi. Salah satunya Dedi Sudarajat yang menjanjikan perubahan. 

 

“Saatnya KSPSI berubah. Jika organisasi serikat pekerja yang didirikan 1973 ingin bangkit, maju dan jaya. KSPSI tidak lagi bisa dikelola amatiran di tengah revolusi industri 4.0,” ujar Dedi Sudarajat dalam keterangannya kepada TangerangNews, Sabtu (13/2/2021). 

 

Sebagaimana dalam Rapat Pimpinan Federasi Serikat Pekerja Anggota (SPA) yang dipimpin Ketua Harian KSPSI, Syukur Sarto, belum lama ini telah memunculkan empat nama calon kandidat ketua umum KSPSI Periode 2021-2026 yaitu Dedi Sudarajat,  Jusuf Rizal, Arif Minardi dan Surya Batubara. 

 

Dedi Sudarajat merupakan Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi dan Pertambangan (SP KEP) sekaligus Ketua DPD KSPSI Provinsi Banten. Sedangkan Jusuf Rizal adalah Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Transport Seluruh Indonesia (FSPTSI) dan juga Wakil Ketua Umum Bidang OKK DPP KSPSI. 

 

Kemudian disusul dua anggota Majelis Permusyawaratan Organisasi (MPO) DPP KSPSI, Arief Minardi, Ketua Federasi Serikat Pekerja Logam, Elektronik dan Metal, serta Surya Batubara Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Transport Indonesia (FSPTI). 

 

Sementara ini, Ketua Umum KSPSI Periode 2014-2019, Yorrys Raweyai sendiri dalam beberapa kesempatan, secara terbuka menyatakan memberi peluang kepada figur-figur muda untuk memimpin KSPSI Periode 2021-2026. 

 

Namun Yorrys belum memberikan statemen terbuka apakah akan maju lagi berhadapan dengan empat figur kader-kader muda di Kongres. 

 

Menurut Dedi Sudarajat, siapapun yang terpilih dari empat kandidat yang akan memimpin KSPSI Periode 2021-2026 harus mampu membawa perubahan bagi kemajuan organisasi Serikat pekerja tertua itu. 

 

Harus mampu memberikan perlindungan, pembinaan dan kesejahteraan anggota (Bina, Lindung, Sejahtera). 

 

Selama ini menurut pengamatannya, organisasi KSPSI belum dikelola secara profesional, modern maupun mandiri. 

 

Banyak masalah yang terjadi di daerah maupun SPA tidak diselesaikan secara tuntas. Bahkan terkesan dipelihara. Ini turut memperburuk rasa memiliki bagi sebagian SPA. 

 

Karena itu pasca-kongres KSPSI, lanjut pria yang juga sebagai advokat itu, KSPSI harus mampu membentuk kepengurusan yang solid dan mandiri. Menata manajemen organisasi yang profesional dengan memanfaatkan teknologi masa depan di tengah revolusi industri 4.0 

 

“Perubahan adalah kata kunci jika ingin KSPSI bangkit, maju dan jaya. Perubahan itu kini dinanti banyak anggota agar marwah KSPSI yang kian redup bisa kembali bersinar,” pungkas Dedi Sudarajat, aktivis pekerja dan buruh yang tetap konsisten menolak UU Omnibus Law yang menganggap UU Omnibus Law tidak berpihak pada para pekerja dan buruh.

HIBURAN
Halloween Makin Seru di Living World Alam Sutera, Ada Singing Pumpkin hingga Kompetisi Kostum

Halloween Makin Seru di Living World Alam Sutera, Ada Singing Pumpkin hingga Kompetisi Kostum

Senin, 26 Oktober 2026 | 18:23

Living World Alam Sutera menghadirkan rangkaian Halloween Spooky Garden yang berlangsung hingga 1 November 2026.

TEKNO
Kompetisi Robotik Nasional Digelar di Tangerang, Kemenpora Tekankan Penguatan Daya Saing Digital Generasi Muda

Kompetisi Robotik Nasional Digelar di Tangerang, Kemenpora Tekankan Penguatan Daya Saing Digital Generasi Muda

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:41

Kompetisi teknologi bidang coding dan robotik, Codero National Competition (CNC) 2026 digelar di Mall @ Alam Sutera, Tangerang, selama 24–25 Oktober 2026.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill