Connect With Us

OMG! Kecewa dengan Pemerintah, Warga Banten Patungan Bikin Jembatan Sendiri 

Redaksi | Jumat, 16 April 2021 | 16:36

Tampak jembatan hancur diterjang banjir arus sungai di Kabupaten Lebak beberapa waktu lalu. (Istimewa / Istimewa)

 

TANGERANGNEWS.com-Demi menyambungkan Kembali antara bagian utara Lebak dan Selatan setelah terputus jembatannya terkena banjir bandang, masyarakat di Provinsi Banten itu akhirnya patungan. 

 

Jembatan yang berlokasi di Desa Ciladaeun, Kecamatan Lebakgedong, Kabupaten Lebak, putus sejak banjir bandang awal 2020 lalu. 

 

Namun hingga saat ini jembatan permanen belum kunjung dibangun. Sebagai akses pengganti, Pemprov Banten membangun jembatan darurat, tapi jembatan kerap hanyut dan tidak bisa dilalui saat sungai Ciberang meluap.

 

Itu berulang kali terjadi saat hujan turun. Kesal karena akses terputus saat sungai meluap, warga berinisiatif membangun jembatan sendiri. Warga kemudian patungan hingga terkumpul ratusan juta rupiah untuk bangun jembatan. 

 

"Ini sudah hari kesepuluh dibangun, gotong royong warga turun semua, dananya juga swadaya," kata Khatib, warga setempat kepada Kompas.com di Ciladeun, Jumat (16/4/2021).

 

Khatib mengatakan, warga turun tangan membangun jembatan lantaran sudah jengkel dengan kondisi jembatan darurat saat ini. Warga juga sudah bosan menunggu kepastian dari pemerintah kapan jembatan permanen dibangun.

 

"Sudah jengkel lah, pusing lihatnya, kalau meluap kami tidak bisa melintas, bahkan banyak warga yang hendak melintas bawa kendaraan roda empat harus menginap nunggu sungai surut," kata Khatib.

 

Uang yang dikumpulkan oleh warga dari hasil swadaya. Kata Khatib sudah dikumpulkan berbulan-lalu. Warga seikhlasnya menyumbang sesuai kemampuan dari Rp 50.000 hingga jutaan rupiah.

 

Ratusan juta terkumpul, warga sumbang semampunya Tidak hanya warga di sekitar jembatan yang menyumbang, kata dia, sumbangan juga datang dari warga lain bahkan di kecamatan sekitar yang juga menggunakan jembatan ini untuk mobilitas. 

"Info dari laporan keuangan, ratusan juta terkumpul, yang saya tahu dari Desa Lebaksitu saja Rp 100 juta, Ciladaeun Rp 60 juta," kata Khatib.

PROPERTI
Bukan di Bali, Hunian Ala Resort dengan Danau 32 Hektare Ini Ada di Tangerang

Bukan di Bali, Hunian Ala Resort dengan Danau 32 Hektare Ini Ada di Tangerang

Kamis, 14 Mei 2026 | 07:45

Suasana hunian bergaya resort dengan pemandangan danau luas kini tak hanya bisa ditemukan di Bali. Konsep serupa mulai hadir di Tangerang lewat peluncuran klaster premium Matera Lakeside di kawasan Gading Serpong.

HIBURAN
Long Weekend Makin Seru, VIVERE Hotel Gading Serpong Hadirkan Staycation Keluarga Bertajuk Fam Jam Stay

Long Weekend Makin Seru, VIVERE Hotel Gading Serpong Hadirkan Staycation Keluarga Bertajuk Fam Jam Stay

Jumat, 15 Mei 2026 | 17:45

Menyambut libur akhir pekan panjang di bulan Mei 2026, VIVERE Hotel, ARTOTEL Curated menghadirkan promo menginap bertajuk “FAM JAM STAY” yang dirancang khusus untuk keluarga.

BANTEN
Dari Limbah Jadi Tas Premium, UMKM Binaan PLN Banten Sulap Karung Goni Jadi Produk Fashion Ramah Lingkungan

Dari Limbah Jadi Tas Premium, UMKM Binaan PLN Banten Sulap Karung Goni Jadi Produk Fashion Ramah Lingkungan

Senin, 18 Mei 2026 | 18:30

Tumpukan karung goni bekas yang biasanya berakhir sebagai limbah berubah menjadi produk fashion bernilai tinggi di tangan para pengrajin lokal binaan PLN UID Banten.

WISATA
Pusat Kuliner G Town Square Gading Serpong Tutup, Pindah Lokasi ke Tigaraksa

Pusat Kuliner G Town Square Gading Serpong Tutup, Pindah Lokasi ke Tigaraksa

Senin, 18 Mei 2026 | 11:09

Pusat kuliner G Town Square di kawasan Gading Serpong dipastikan menghentikan operasionalnya mulai 15 Mei 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill