Connect With Us

Bikin Mewek! Suami di Curug Ini Gali Makam Istri yang Sudah Dikubur Tujuh Hari 

Tim TangerangNews.com | Minggu, 27 Juni 2021 | 14:27

Seorang suami yang berinisial RN asal Banten menggali kembali makam istrinya Aisyah setelah selama tujuh hari dikubur. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Memang sedih sekali jika kita harus merasakan kehilangan dari orang yang sangat dicintai. Sama halnya dengan seorang suami yang berinisial RN asal Banten ini. 

Namun, dia nekat menggali kembali makam istrinya Aisyah setelah selama tujuh hari dikubur. 

RN punya alasan kuat mengapa harus melakukan itu. Ahmad tokoh masyarakat setempat, yakni seorang Ketua RT, di tempat RN bermukim mengatakan, masyarakat RT 18 Cidadap, Kelurahan Tinggar, Kecamatan Curug, Kota Serang itu membongkar lagi makan sang istri tercinta lantaran masih ada yang mengganjal dalam hatinya. 

Pasalnya, setelah dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu lalu, jenazah sang istri oleh pihak rumah sakit atau tenaga medis,  tidak diantarkan ke rumah duka untuk dimandikan dan disalatkan.  “Infonya karena COVID-19 jadi alasannya tidak dimandikan dan tidak disalatkan,” ujar Ahmad. 

Merasa janggal, pihak keluarga yang sempat galau itu merasakan ke khawatiran jika nantinya terjadi sesuatu kepada Aisyah sebagaimana ajaran agama Islam. 

Karena, pihak keluarga ingin almarhumah dimandikan terlebih dahulu kemudian disalatkan. “Setelah itu baru dimakamkan,” katanya.  

Meski dinyatakan sebagai positif COVID-19.  Namun, pihak keluarga sampai dengan tujuh hari setelah dimakamkan, tidak juga mendapatkan surat resmi dari rumah sakit hasil laboratorium bahwa almarhumah meninggal dan positif COVID-19.

“Ya seperti ada yang mengganjal karena tidak mendapat surat keterangan. Karena hanya surat keterangan meninggal dunia yang diterima pihak keluarga RN,” ujarnya. 

Akhirnya RN menggali kembali makam istrinya,  setelah berada di dalam kuburan selama tujuh hari. Setelah itu, jasad sang istri tercinta dimandikan dan disalatkan sebagaiaman mestinya ajaran Agama. “Setelah itu baru merasa lega pihak keluarga,” jelasnya.

TOKOH
Masinis Penyintas Tragedi Bintaro 1987 Slamet Suradio Tutup Usia di Umur 87 Tahun

Masinis Penyintas Tragedi Bintaro 1987 Slamet Suradio Tutup Usia di Umur 87 Tahun

Rabu, 3 Juni 2026 | 15:53

Slamet Suradio, masinis yang selamat dari peristiwa tabrakan kereta api dalam Tragedi Bintaro 1987, meninggal dunia pada Rabu, 3 Juni 2026, dini hari.

WISATA
Perahu Keramat Berusia Ratusan Tahun Dimandikan di Festival Peh Cun Tangerang

Perahu Keramat Berusia Ratusan Tahun Dimandikan di Festival Peh Cun Tangerang

Jumat, 19 Juni 2026 | 14:05

Ribuan pengunjung dari berbagai daerah memadati Klenteng Koet Goan Bio (Mpeh Peh Cun) Karawaci, Kota Tangerang. Mereka hadir untuk menyaksikan langsung kemeriahan Festival Budaya Pertjon (Peh Cun), sebuah tradisi khas warga Cina Benteng

KOTA TANGERANG
Pangkas Beban PUPR, Pemkot Tangerang Bakal Limpahkan Pengelolaan Jalan dan Drainase ke Kecamatan

Pangkas Beban PUPR, Pemkot Tangerang Bakal Limpahkan Pengelolaan Jalan dan Drainase ke Kecamatan

Jumat, 3 Juli 2026 | 18:06

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang akan melimpahkan kewenangan pengelolaan jalan lingkungan dan drainase ke pihak kecamatan, untuk mendorong percepatan pembangunan infrastruktur.

OPINI
Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Sabtu, 4 Juli 2026 | 22:29

Dalam khazanah sosiologi organisasi, Muhammadiyah sedianya merupakan antitesis bagi tradisi patrimonial. Persyarikatan ini berdiri di atas fondasi otoritas legal-rasional, di mana legitimasi kepemimpinan berakar pada kompetensi dan kaderisasi

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill