Bertanding Hanya dengan 9 Pemain, Persita Kalah 0-2 dari Borneo FC
Rabu, 6 Mei 2026 | 08:38
Persita Tangerang harus mengakui keunggulan Borneo FC dengan skor 0-2 pada lanjutan pekan ke-31 BRI Super League.
TANGERANGNEWS.com-Seorang remaja berinisial TP, 19, luka-luka akibat tertabrak mobil di ruas Tol Tangerang-Merak Km 66.500, Kamis 5 Mei 2022, pukul 19.50 WIB. Kecelakaan ini terjadi lantaran TP nekat menyebrang.
“Benar telah terjadi peristiwa kecelakaan lalu lintas di ruas Tol Tangerang-Merak sisi arah Merak dan salah satu faktor awal yang menyebabkan kecelakaan adalah korban TP berjalan kaki menyeberang di ruas jalan tol," kata Dirlantas Polda Banten Kombes Pol Budi Mulyanto, Jumat 6 Mei 2022.
Mobil Isuzu Mux nopol A-1425-TN yang dikemudikan oleh AG ketika itu tengah melaju dari arah Tangerang menuju Merak di lajur kiri atau lambat.

Namun saat tiba di TKP, kendaraannya menabrak korban yang hendak menyebrang. Posisi akhir kendaraan normal berada di bahu jalan mengarah Merak. Sementara korban TP tergeletak juga di bahu jalan.
"Akibat dari peristiwa tersebut korban mengalami luka sobek di kepala dan lecet di tangan kanan, lalu korban dibawa ke Rumah Sakit Sari Asih Serang," jelas Budi.

Selanjutnya untuk mengetahui sebab-sebab terjadinya kecelakaan tersebut, petugas akan melakukan proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut. "Kini kasusnya ditangani penyidik Seksi Laka Ditlantas Polda Banten,” tambah Budi.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Banten Shinto Silitonga mengimbau kepada seluruh masyarakat saat mengemudikan kendaraan di jalan raya terutama di ruas jalan tol, untuk tetap waspada dan berhati-hati serta selalu konsentrasi.

"Agar tidak terjadi kecelakaan lalu lintas yang berakibat fatal," kata Shinto.
TODAY TAGPersita Tangerang harus mengakui keunggulan Borneo FC dengan skor 0-2 pada lanjutan pekan ke-31 BRI Super League.
Massa mahasiswa dari berbagai kampus dan elemen masyarakat menggelar aksi unjuk rasa di Jakarta pada Senin, 4 Mei 2026, siang.
Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews