Mengapa Mengurus Negara Butuh Lebih dari Sekadar Nyali?
Senin, 20 April 2026 | 19:56
-Belakangan ini, ruang publik kita diwarnai oleh narasi yang cukup mengusik logika akademik: mengurus negara konon tak bisa hanya mengandalkan "ilmu buku".
TANGERANGNEWS.com–Di tengah arus balik mudik Lebaran, hal yang juga menjadi perhatian Polda Banten saat ini adalah kepadatan menuju jalur wisata Pantai Anyer. Kendaraan yang berjalan menuju kawasan wisata Pantai Anyer banyak yang berasal dari arah Tangerang.
“Rekayasa lalu lintas selalu dimainkan di jalur utama menuju Anyer secara situasional. Kami melihat kondisi kepadatan arus. Sejak Selasa 3 Mei lalu, pola yang digunakan adalah situasi hijau dan kuning,” kata Kabid Humas Polda Banten Kombes Shinto Silitonga seperti dilansir dari Antara, Sabtu 7 Mei 2022.
Berbeda dengan kepadatan di wilayah Pelabuhan Merak yang biasanya mulai meningkat pada siang hari, kepadatan di jalur wisata menuju Pantai Anyer telah padat sejak pukul 10.00 WIB.
“Biasanya nanti akan melandai pasca jam 18.00 WIB,” ungkap Shinto.
Jalur wisata Pantai Anyer sempat mengalami kemacetan hingga lebih dari 10 kilometer. Mengatasi situasi tersebut, pihak kepolisian memberlakukan rekayasa lalu lintas, yakni dengan menggunakan pola buka tutup, "one way", hingga pengalihan arus.
Kemacetan tersebut diakibatkan oleh kelebihan kapasitas jalan dalam menampung kendaraan bermotor yang berlalu-lalang di kawasan Anyer.
Sementara itu suasana arus lalu lintas sepanjang perjalanan dari Pelabuhan Merak menuju Gerbang Tol Merak-Tangerang terpantau landai meski memasuki puncak arus balik Lebaran pada 7 Mei ini.
Tidak terjadi antrean panjang maupun kepadatan yang signifikan di wilayah Pelabuhan Merak. Kondisi lenggang telah secara konstan terjadi pada pagi hari sejak H+1 Lebaran.
“Kecenderungan kepadatan mulai meningkat pada siang hari,” ucap Shinto.
-Belakangan ini, ruang publik kita diwarnai oleh narasi yang cukup mengusik logika akademik: mengurus negara konon tak bisa hanya mengandalkan "ilmu buku".
TODAY TAGPresiden Prabowo Subianto mengingatkan situasi geopolitik dunia yang memanas, terutama konflik di kawasan Timur Tengah, berpotensi menimbulkan dampak bagi berbagai sektor di Indonesia.
Bisnis minuman teh kekinian Menantea yang didirikan oleh Jerome Polin pada 2021, lalu, resmi menghentikan seluruh operasional gerainya pada 25 April 2026, setelah berjalan selama kurang lebih lima tahun.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews