Connect With Us

Dosen FISIP UIN Jakarta Sebut Sosok Ini Kandidat Potensial Cagub dari Banten Selatan

Rangga Agung Zuliansyah | Senin, 13 Februari 2023 | 23:49

Rizki Natakusumah, Putra Bupati Pandeglang Irna Natakusumah. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Pemilihan Gubernur (Pilgub) Banten menjadi perhatian banyak pihak. Sejumlah pengamat pun memberi penilaian terkait kandidat yang dinilai mumpuni maju dalam Pilgub.

Salah satunya pengamat politik sekaligus Dosen Ilmu Politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Luthfi Hasanal Bolqiah.

Berbicara mengenai Banten terutama dalam lingkar kekuasaan, Luthfi mengatakan bahwa politik kekerabatan di Banten sendiri masih kental, akan tetapi demokrasi bisa didorong melalui banyak variabel tidak terkecuali politik dinasti.

"Politik dinasti meskipun dibanyak kasus mendegradasi demokrasi tapi bukan tidak mungkin hal tersebut masih bisa mendorong demokrasi itu sendiri," ujar Luthfi dalam podcast Youtube Media Nalar yang dikutip pada Senin 13 Februari 2023. 

Dirinya menuturkan, dalam demokrasi tingkat lokal politik dinasti cukup mendominasi tidak hanya di Banten tapi ada di beberapa daerah lain.

Tentunya itu tidak menjadi masalah asalkan tuntutan dan kebutuhan publik mampu dijawab. 

"Demokrasi di Banten tidak bisa dipungkiri masih erat hubungan dengan politik dinasti. Tapi asalkan masih mampu menjawab kebutuhan masyarakat Banten itu sendiri dan menjaga stabilitas politik, hal tersebut tidak jadi masalah," tutur Luthfi. 

Dalam konteks Pilgub Banten mendatang, Luthfi menerangkan, politik di Banten khususnya Pilgub Banten mesti mempertimbangkan kekuatan politik dan menjawab tuntutan ekonomi masyarakat Banten.

Kekuatan politik dan ekonomi tersebut mempertimbangkan aspek wilayah dari Banten Selatan dan Utara.

“Jika hari ini banyak mereka yang mencalonkan gubernur dari daerah Banten Utara seperti WH (Wahidin Halim), Rano Karno dan Airin. Mereka mesti mempertimbangkan keterwakilan dari Banten Selatan,” terang Luthfi. 

Dalam serial podcast itu, Luthfi mengupas kalkulasi kekuatan politik jelang Pilgub Banten mendatang termasuk bicara mengenai potensi tiap wilayah.

Setelah banyak sosok dari Banten Utara, dirinya secara terang menggambarkan kandidat potensial dari wilayah tersebut.

“Keterwakilan dan kekuatan politik dari Banten Selatan salah satunya Rizki Natakusumah yang merupakan putra dari Bupati Pandeglang Irna Natakusumah,” imbuh Luthfi. 

Luthfi menambahkan, alasan dirinya menyebut Rizki Natakusumah sebagai sosok potensial selain karena mewakili wilayah Banten Selatan, juga tak lain karena legislator muda itu punya kapasitas.

Tentu saja dinilai mampu menjawab kebutuhan masyarakat khususnya millenial. 

“Rizki menjadi salah satu kekuatan politik yang besar di Banten Selatan. Beliau melakukan banyak membantu pembangunan di Banten lewat program programnya,” imbuhnya. 

Kendati banyak sosok dari Banten Selatan, akan tetapi tren positif di media sosial mengenai kekuatan Rizki Natakusumah jelang Pilgub Mendatang terus meningkat. 

“Meskipun banyak nama lain seperti itu Oktavia, Hasbi asidiqi tapi Rizki menjadi kekuatan paling dominan jika dilihat dari berbagai media media sosial maupun mainstream saat ini,” tutupnya.

PROPERTI
Hunian Bergaya American Classic Klaster Mimosa Diluncurkan, Harganya Mulai Rp1,6 M

Hunian Bergaya American Classic Klaster Mimosa Diluncurkan, Harganya Mulai Rp1,6 M

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:24

Paramount Petals meluncurkan Mimosa, klaster hunian terbaru bergaya American Classic yang menjadi proyek residensial kelima di kawasan kota mandiri tersebut.

OPINI
Menanti Keadilan Pendidikan untuk Madrasah Aliyah di Banten

Menanti Keadilan Pendidikan untuk Madrasah Aliyah di Banten

Sabtu, 11 Juli 2026 | 20:58

Masuknya MA swasta ke dalam Program Sekolah Gratis sejatinya merupakan langkah yang sudah semestinya dilakukan. Madrasah Aliyah merupakan bagian dari sistem pendidikan nasional yang memiliki kontribusi besar dalam mencetak generasi berilmu

AYO! TANGERANG CERDAS
Siswa Dilarang Bawa dan Main Gadget saat di Sekolah

Siswa Dilarang Bawa dan Main Gadget saat di Sekolah

Selasa, 14 Juli 2026 | 14:00

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi menerbitkan Surat Edaran Nomor 18 Tahun 2026 tentang Pembatasan Penggunaan Gadget atau Gawai di Satuan Pendidikan.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill