Digunakan Untuk Konten Tak Senonoh, Komdigi Blokir Sementara Grok AI
Senin, 12 Januari 2026 | 11:20
Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) resmi memutus sementara akses aplikasi chatbot berbasis kecerdasan artifisial (AI) Grok.
TANGERANGNEWS.com- Sejumlah wilayah di Indonesia tengah dilanda cuaca ekstrem yang berpotensi dapat menimbulkan bencana hidrometeorologi.
Prakirawan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Ayudya Puspita menyebut terdapat beberapa wilayah yang berpotensi terdampak bencana hidrometeorologi.
"Untuk bencana hidrometeorologi yang ditimbulkan akibat cuaca ekstrem akhir-akhir ini di antaranya adalah banjir, tanah longsor, lalu pohon tumbang mungkin juga dapat terjadi akibat adanya angin kencang," ujarnya.
Ia pun memaparkan penyebab dari cuaca ekstrem beberapa waktu ini dipicu karena kondisi dinamika atmosfer, yakni aktivitas monsun Asia yang saat ini sedang menguat.
"Adanya indikasi aktifnya seruakan dingin dari Asia, serta adanya pusat tekanan rendah di beberapa wilayah Indonesia dan pola sirkulasi angin yang terbentuk di wilayah Indonesia," jelas Ayudya.
Lanjutnya, pemicu tersebut menyebabkan adanya daerah pertemuan dan perlambatan angin atau daerah konvergensi, sehingga meningkatkan aktivitas konvektif dan memaksimalkan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah Indonesia.
"Untuk sepekan ke depan di wilayah Indonesia masih berpotensi terjadi cuaca ekstrem yang di antaranya adalah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir atau kilat dan angin kencang," katanya.
Puncak cuaca ekstrem diprediksi, kata Ayudya, berlangsung hingga awal Maret 2023, sehingga pekan depan masih berpotensi seperti dilansir dari kanal YouTube tvOneNews, Selasa 28 Februari 2023.
Ayudya mengimbau beberapa wilayah berpotensi siaga untuk pekan ini salah satu di antaranya ialah Provinsi Banten agar waspada terhadap cuaca ekstrem yang sewaktu-waktu dapat terjadi.
"Memastikan kapasitas infrastruktur dan sistem tata kelola sumber daya air untuk mengantisipasi peningkatan curah hujan. Lalu, untuk melakukan penataan lingkungan agar tidak buang sampah sembarangan dan pemotongan lereng atau penebangan pohon yang tidak terkontrol," tukasnya.
Adapun Wilayah berpotensi cuaca ekstrem di antaranya Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatra Selatan, Lampung, Kepulauan Bangka Belitung, dan Banten.
Kemudian DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) resmi memutus sementara akses aplikasi chatbot berbasis kecerdasan artifisial (AI) Grok.
TODAY TAGCuaca buruk berupa hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Tangerang sejak pagi hari ini memicu gangguan besar pada operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK), Senin 12 Januari 2026.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten resmi memulai pembangunan dua Sekolah Rakyat di Lebak dan Pandeglang. Proyek ini direncanakan berjalan cepat dan ditargetkan selesai pada Agustus 2026.
Tes Kemampuan Akademik atau TKA kembali akan dilaksanakan pada 2026 untuk jenjang SD dan SMP. Pelaksanaan asesmen ini dijadwalkan berlangsung pada April 2026 dan dapat diikuti peserta didik dari jalur pendidikan formal, nonformal, maupun informal.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews