Connect With Us

Prakiraan Musim Kemarau dari BMKG, Tangerang Mulai di Awal Mei

Fahrul Dwi Putra | Rabu, 15 Maret 2023 | 13:52

Ilustrasi Musim Kemarau. (Istimewa / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) wilayah dua merilis prakiraan musim kemarau untuk 2023.

Prakiraan ini meliputi seluruh wilayah di Provinsi Banten, termasuk Tangerang yang tidak luput dari datangnya kemarau.

Melalui akun Instagram resminya di @bmkgwilayah2, prakiraan kemarau telah dimulai sejak Maret 2023 yang melanda wilayah Kota Serang dan Kabupaten Serang.

Lalu, kondisi kemarau tersebut berlanjut di bulan April dengan hanya melanda wilayah dari Kabupaten Serang bagian Selatan dan bagian Tengah.

Kemarau di bulan Mei 2023 lebih banyak menyasar ke berbagai wilayah mulai dari Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), serta Kabupaten Tangerang bagian Utara dan Tenggara.

Kemudian, kondisi kemarau masih terjadi hingga Juni 2023 dengan mencakup wilayah Tangerang hanya di Kabupaten Tangerang bagian Selatan.

Sementara itu, Kota Tangsel, Kota Tangerang bagian Selatan, dan Kabupaten Tangerang bagian Tenggara masuk dalam kategori kemarau bawah normal.

Sedangkan, Kabupaten Tangerang bagian Selatan berada dalam kategori normal. Untuk kategori atas normal melanda wilayah Kabupaten Tangerang bagian Utara dan Kota Tangerang bagian Utara.

Jika dibandingkan dengan prakiraan rata-rata musim kemarau sejak 1991 sampai 2020, maka Kota Tangsel, Kabupaten Tangerang bagian Tenggara, Kota Tangerang bagian Selatan dikategorikan maju. Namun, sebagian besar Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang bagian Utara masuk dalam kategori mundur.

Adapun BMKG menyebut, puncak kondisi kemarau ini diprakirakan baru akan berakhir pada Agustus 2023.

BANDARA
2 Penerbangan Dibatalkan Dampak Kabut Asap Karhutla, Bandara Soetta Siapkan Langkah Mitigasi

2 Penerbangan Dibatalkan Dampak Kabut Asap Karhutla, Bandara Soetta Siapkan Langkah Mitigasi

Jumat, 16 Oktober 2026 | 19:40

Bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia berdampak langsung pada sektor penerbangan.

NASIONAL
Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:45

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.

OPINI
Darurat Perundungan, Saatnya Islam Menjadi Solusi Hakiki

Darurat Perundungan, Saatnya Islam Menjadi Solusi Hakiki

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:02

Orang tua mana yang tidak hancur hatinya, ketika melihat anaknya tersakiti? Terlebih jika peristiwa menyakitkan itu terjadi di lingkungan sekolah, tempat yang semestinya menjadi ruang aman bagi anak untuk belajar, bertumbuh

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill