Connect With Us

Kota dan Kabupaten dengan Penduduk Miskin Terbanyak di Banten, Tangerang Juaranya

Fahrul Dwi Putra | Jumat, 25 Agustus 2023 | 12:45

Ilustrasi keluarga masuk kategori kemiskinan ektrem. (Istimewa / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com- Provinsi Banten, merupakan salah satu wilayah penting di Indonesia yang memiliki beragam kabupaten dan kota. Namun, di tengah perkembangan ekonomi yang pesat, tantangan kemiskinan masih menjadi realitas yang harus dihadapi. 

Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistk (BPS) Berikut jumlah penduduk miskin terbanyak di kabupaten dan kota di Provinsi Banten pada tahun 2022.

1. Kabupaten Tangerang

Dalam tahun yang sama, Kabupaten Tangerang mencatat sekitar 270,520 ribu penduduk miskin. Kondisi ini mungkin terkait dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat di sekitar wilayah ini, yang juga menimbulkan disparitas sosial-ekonomi yang signifikan.

2. Kota Tangerang

Kota Tangerang, sebagai kota terbesar di Provinsi Banten, memiliki sekitar 132,880 ribu penduduk miskin pada tahun 2022. Pertumbuhan ekonomi yang pesat juga diikuti oleh meningkatnya jumlah penduduk miskin, yang menuntut tindakan nyata untuk mengatasi masalah ini.

3. Kabupaten Lebak

Kabupaten Lebak juga memiliki jumlah penduduk miskin yang signifikan pada tahun 2022, dengan sekitar 117,220 ribu penduduk miskin. Hal ini menunjukkan perlunya program-program bantuan sosial dan pembangunan ekonomi di wilayah ini.

4. Kabupaten Pandeglang

Pada tahun 2022, Kabupaten Pandeglang memiliki sekitar 114,650 penduduk miskin dalam ribu. Angka ini mencerminkan kondisi sosial-ekonomi di wilayah ini dan menjadi fokus perhatian untuk upaya pengentasan kemiskinan.

5. Kota Tangerang Selatan

Kota Tangerang Selatan, dengan sekitar 44,290 ribu penduduk miskin, juga menghadapi tantangan serupa dalam mengurangi jumlah penduduk yang hidup dalam kemiskinan.

6. Kota Serang

Kota Serang memiliki sekitar 42,560 ribu penduduk miskin pada tahun 2022. Kota ini adalah pusat pemerintahan Provinsi Banten dan perlu memiliki strategi yang efektif untuk mengatasi kemiskinan.

7. Kabupaten Serang

Kabupaten Serang memiliki sekitar 75,450 ribu penduduk miskin pada tahun 2022. Angka ini menunjukkan bahwa meskipun Serang adalah salah satu pusat pemerintahan di Provinsi Banten, kemiskinan tetap menjadi isu penting.

8. Kota Cilegon

Pada tahun yang sama, Kota Cilegon mencatat sekitar 16,460 ribu penduduk miskin. Walau pun jumlahnya lebih kecil dibandingkan kabupaten lainnya, perlu ada perhatian khusus terhadap kondisi ekonomi di kota ini.

Secara keseluruhan, Provinsi Banten memiliki total penduduk miskin sebanyak 814,020 ribu orang pada 2022. Data ini memberikan gambaran tentang tantangan yang dihadapi oleh provinsi ini dalam upaya mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.

TEKNO
Coway Indonesia Debut di IndoBuildTech 2026, Kenalkan Pemurni Air Slim Stand Terbaru

Coway Indonesia Debut di IndoBuildTech 2026, Kenalkan Pemurni Air Slim Stand Terbaru

Selasa, 7 Juli 2026 | 11:09

PT Coway International Indonesia resmi memperkenalkan Slim Stand, produk pemurni air standing terbaru, dalam debutnya di ajang IndoBuildTech (IBT) 2026 di ICE BSD City, Kabupaten Tangerang.

OPINI
Menimbang Insentif Tambahan bagi Guru Sekolah Gratis di Banten

Menimbang Insentif Tambahan bagi Guru Sekolah Gratis di Banten

Selasa, 7 Juli 2026 | 18:46

Program sekolah gratis pada dasarnya bertujuan meringankan beban masyarakat. Akan tetapi, pelaksanaannya melibatkan berbagai sekolah dengan kondisi yang sangat beragam.

SPORT
Usai Portugal Disingkirkan Spanyol, Cristiano Ronaldo Pastikan Pensiun dari Piala Dunia 

Usai Portugal Disingkirkan Spanyol, Cristiano Ronaldo Pastikan Pensiun dari Piala Dunia 

Selasa, 7 Juli 2026 | 19:15

Cristiano Ronaldo memastikan Piala Dunia 2026 menjadi turnamen terakhir yang diikutinya bersama Timnas Portugal. Hal itu disampaikan setelah Portugal tersingkir usai kalah 0-1 dari Spanyol pada babak 16 besar.

MANCANEGARA
Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya

Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya

Selasa, 23 Juni 2026 | 11:51

Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill