Hari ini Puncak Arus Mudik di Bandara Soekarno-Hatta, Penumpang Diprediksi Capai 243 Ribu
Jumat, 28 Maret 2025 | 17:59
Puncak arus mudik di Bandara Soekarno-Hatta Kota Tangerang diperkirakan terjadi pada hari ini, Jumat 28 Maret 2025.
Tanpa Atribut Golkar, Ribuan Massa Datangi Deklarasi Airin-Ade Sumardi di ICE BSD
TANGERANGNEWS.com-Ribuan warga tumpah ruah menghadiri acara deklarasi dukungan kepada pasangan calon (paslon) Gubernur Airin Rachmi Diany dan dan Wakil Gubernur Banten Ade Sumardi di ICE BSD City, Kabupaten Tangerang, Minggu 25 Agustus 2024.
Masyarakat yang datang dari berbagai wilayah di Banten ini, ingin memberi dukungannya kepada Airin-Ade Sumardi dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang akan berlangsung pada 27 November 2024.
Dari pantauan Tangerangnews, berbagai elemen masyarakat Banten mulai dari kader partai pendukung seperti PDIP dan Golkar, ormas, LSM, relawan, simpatisan ikut serta memadati lokasi.
Namun tidak tampak atribut Golkar di lokasi. Atribut PDIP lebih banyak terlihat dikenakan pendukung hingga para pengurus partai tesebut.
Komarudin Ketua Syiar Kecamatan Jatiuwung, Kota Tanerang, mengikuti deklarasi Airin-Ade dengan menghadirkan 30 anggotanya yang tersebar di 13 kecamatan, Kota Tangerang.
"Syiar ini bisa terbentuk berawal tunjukkan dari ibu Airin langsung yang awalnya hanya sekedar silahturahmi, justru Bu Airin mengarahkan kami buat buat organisasi syiar sebagai dukungan pencalonan nanti," katanya.
Masih dikatakan Komarudin, ia berharap pasangan Airin - Ade bisa menang dalam Pilkada Banten nanti.
"Mudah-mudahan Airin-Ade bisa terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Banten, suapaya Banten ada perubahan, sesuuai dengan tema deklarasi, 'Banten Maju Bersama',"imbuhnya.
Puncak arus mudik di Bandara Soekarno-Hatta Kota Tangerang diperkirakan terjadi pada hari ini, Jumat 28 Maret 2025.
Seorang Driver Online menangis saat di kantor Polsek Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, pada dini hari, Selasa 2 April 2025.
Lagi dan lagi pelecehan seksual terhadap anak terus saja terjadi. Berulangnya peristiwa ini menunjukkan bahwa masalah ini bukan sekadar kesalahan pada oknum, melainkan memang ada yang salah dari pengurusan negara ini.
Di balik cahaya lampu yang menyala di rumah, masjid, dan jalanan saat Hari Raya, ada sosok yang rela meninggalkan kebersamaan dengan keluarga demi menjaga keandalan listrik.