Menakar Tuan Baru Mesin Birokrasi
Jumat, 18 September 2026 | 20:40
Pergantian pimpinan di kementerian keuangan selalu menjadi diskursus publik yang sangat didominasi oleh analisis terkait stabilitas ekonomi makro dan fluktuasi pasar modal.
TANGERANGNEWS.com-Menikah pada dasarnya mudah dan murah. Syarat pertama punya pasangan dan syarat kedua ada biaya. Biasanya pasangan sudah ada, giliran biaya yang jadi kendala. Soal biaya harusnya bukan halangan untuk melangsungkan pernikahan. Cukup daftar ke kantor urusan agama (KUA) dan membayar biaya administrasi yang hanya ratusan ribu rupiah.
Tapi pernikahan bagi pasangan milenial tidak cukup seperti itu. Butuh persiapan ini dan itu agar pesta pernikahnnya tampil ‘wah’ dan mengesankan. Ini sebenarnya yang bikin mahal biaya menikah di kalangan milenial. Menjadi mahal karena milenial biasanya semakin peduli dengan pencitraan dan penampilan.
Menurut Senior Manager Business Development Sequis Life, Yan Ardhianto Handoyo, milenial biasanya mendambakan pernikahan yang modern dan visual. Sebagai contoh, ada beberapa detail yang mungkin tidak pernah terpikirkan sebelumnya di pesta pernikahan era lama, seperti tambahan photobooth dan layar LCD untuk penayangan live pesta pernikahan yang kini banyak dapat dijumpai pada pesta pernikahan pasanngan milenial. Selain itu, estimasi biaya untuk resepsi pernikahan pun terus meningkat.
Hal lainnya adalah soal media sosial yang juga sangat lekat dengan kehidupan milenial. Pernikahan yang ditampilkan pada postingan di media sosial juga semakin berkembang sehingga para milenial tidak mau menikah sekadarnya dan dengan cara konservatif.
The Lyst dalam Wedding Report 2019 mengatakan, media sosial memiliki dampak yang semakin penting terhadap tren pernikahan di seluruh dunia sehingga demi postingan media sosial yang menarik maka vendor media sosial dimasukan juga dalam bujet pernikahan.
“Dengan fakta di atas, dapat kita katakan bahwa biaya pernikahan untuk milenial membutuhkan jumlah yang besar. Fenomena ini bisa menimbulkan polemik bagi mereka yang belum siap secara finansial, beberapa diantaranya menunda pernikahan,” katanya.
Tetapi ada juga yang tetap memilih tetap melangsungkan pernikahan tapi dengan cara berutang. Padahal jika mau menyesuaikan kemampuan keuangan dan mengerti akan tujuan pernikahan, kata Yan, tidak perlu menunda hanya karena gengsi. Pernikahan tetap dapat dilangsungkan dengan cara sederhana.
Namun, jika pilihan jatuh pada opsi kedua maka milenial dapat memanfaatkan fasilitas pinjaman tanpa bunga atau dengan bunga yang sangat rendah. Hal ini mengingat rasio total utang konsumtif adalah maksimal 15% dari penghasilan tetap. (RAZ/RAC)
Pergantian pimpinan di kementerian keuangan selalu menjadi diskursus publik yang sangat didominasi oleh analisis terkait stabilitas ekonomi makro dan fluktuasi pasar modal.
TODAY TAGVIVERE Hotel, ARTOTEL Curated menghadirkan open house dengan konsep berbeda melalui “Big Days, Open Doors”.
Antusiasme orangtua untuk menyekolahkan anaknya di Syafana Islamic School terbilang tinggi. Hingga Open Day tahun ajaran 2027-2028 digelar, hampir 1.000 calon siswa telah mendaftarkan diri secara online.
PT Selaras Jaya Sakti, distributor resmi produk marine coating dan protective coating dari merek International Paint (AkzoNobel), memperkuat jaringan bisnis dan kedekatan dengan mitra industri di wilayah Banten.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews