Connect With Us

5 Jajanan di Tangerang Ini Bikin Kangen Masa Kecil

Redaksi | Selasa, 27 April 2021 | 10:45

Pedagang Leker saat melayani pembeli. (@TangerangNews / Nabela Widya Oktaviani & Melfa Yetti Fathur)

TANGERANGNEWS.com-Saat banyaknya pelaku bisnis yang berinovasi membuat jajanan terbaru, tidak mengalahkan eksistensi jajanan yang mengingatkan kita pada masa kecil.

Berikut lima jajanan masa kecil yang eksis sampai sekarang yang dapat kamu temui di Tangerang:

1. Leker

Pedagang Leker saat melayani pembeli.

Leker merupakan kue yang berbahan tepung yang dipanaskan di atas wajan kecil. Teksturnya yang tipis dan krispy, serta tambahan topping seperti cokelat, kacang, keju membuat rasanya semakin enak. Dengan harga sekitar Rp1.500 sudah dapat leker dengan ukuran yang cukup besar lho.

2. Kue Cubit dan Laba-laba 

Kue Cubit dan Laba-laba.

Kue cubit dan laba-laba adalah kue yang dibuat dari adonan yang diberi pewarna makanan. Rasanya yang manis dengan berbagai bentuk yang unik, di atasnya pun dapat ditaburi meses dan keju. Untuk kue cubit harganya Rp1.000 per pcs dan untuk kue laba-laba dibanderol Rp 2.000.

 

3. Kue Putu 

Kue Putu.

Kue yang identik dengan warna hijau ini selalu menarik hati. Terbuat dari tepung beras dan gula jawa lalu ditabur kelapa, kue ini dibanderol dengan harga Rp2.500 per pcs. Biasanya kue putu dijajakan menggunakan gerobak atau dipanggul dengan suara khas yang nyaring.

4. Gulali 

Gulali.

Jajanan yang mengingatkan kita pada masa kecil ini berbahan dasar gula yang diberi pewarna, kemudian dipanaskan di dalam wajan melingkar sehingga terbentuk gumpalan kapas. Dengan warnanya yang mencolok, gulali semakin menarik minat pembeli. Dengan Rp10.000 sudah dapat membawa pulang gulali ini.

 

5. Susu Murni 

Susu Murni Nasional.

Selain makanan, terdapat minuman yang legendaris yaitu Susu Murni Nasional. Dengan berbagai macam rasa seperti cokelat, stroberi, moka dan yogurt, susu ini dibanderol dengan harga Rp 3.000 per cup, dapat mengobati kerinduan terhadap jajanan masa kecil.  (RAZ/RAC)

OPINI
Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Sabtu, 4 Juli 2026 | 22:29

Dalam khazanah sosiologi organisasi, Muhammadiyah sedianya merupakan antitesis bagi tradisi patrimonial. Persyarikatan ini berdiri di atas fondasi otoritas legal-rasional, di mana legitimasi kepemimpinan berakar pada kompetensi dan kaderisasi

KOTA TANGERANG
Asal Usul Kampung Pakojan di Kota Tangerang, Berawal dari Tokoh yang Pernah Menimba Ilmu di Jakarta

Asal Usul Kampung Pakojan di Kota Tangerang, Berawal dari Tokoh yang Pernah Menimba Ilmu di Jakarta

Senin, 6 Juli 2026 | 12:48

Nama Kampung Pakojan di Kota Tangerang ternyata memiliki sejarah yang berkaitan erat dengan perjalanan seorang tokoh agama yang pernah menimba ilmu di kawasan Pakojan, Jakarta Barat.

TEKNO
Siklus 4 Tahun Bitcoin Berakhir? Tiga Analisis Teknikal Ini Beri Gambaran

Siklus 4 Tahun Bitcoin Berakhir? Tiga Analisis Teknikal Ini Beri Gambaran

Kamis, 2 Juli 2026 | 13:28

Pergerakan harga Bitcoin kembali menjadi perhatian setelah sejumlah analis menemukan sinyal teknikal yang dinilai cukup menjanjikan.

WISATA
Perahu Keramat Berusia Ratusan Tahun Dimandikan di Festival Peh Cun Tangerang

Perahu Keramat Berusia Ratusan Tahun Dimandikan di Festival Peh Cun Tangerang

Jumat, 19 Juni 2026 | 14:05

Ribuan pengunjung dari berbagai daerah memadati Klenteng Koet Goan Bio (Mpeh Peh Cun) Karawaci, Kota Tangerang. Mereka hadir untuk menyaksikan langsung kemeriahan Festival Budaya Pertjon (Peh Cun), sebuah tradisi khas warga Cina Benteng

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill